iQOO resmi memperluas lini aksesori gaming-nya dengan meluncurkan iQOO G1, sebuah pengontrol game teleskopik ganda untuk smartphone dan tablet berukuran ringkas di pasar Tiongkok. Perangkat ini dijual dengan harga resmi Rp1,3 jutaan (¥499 atau setara $74) dan mulai dipasarkan pada 4 November. Menariknya, konsumen yang membeli gamepad ini bersamaan dengan ponsel atau tablet iQOO akan mendapatkan potongan harga khusus menjadi Rp1 jutaan (¥399 atau setara $59).
iQOO G1 dihadirkan untuk menjawab keluhan utama para gamer mobile, yakni masalah keausan kontroler dan latensi nirkabel. Lewat penerapan sensor magnetik Hall Effect dan koneksi USB-C fisik, iQOO menawarkan pengalaman bermain game kelas konsol yang presisi serta tahan lama.
Desain Teleskopik Modular dengan Penjepit Fleksibel
iQOO G1 dibekali mekanisme penjepit teleskopik yang mampu meregang hingga 211 mm. Bentang ini cukup lebar untuk menjepit berbagai ukuran smartphone flagship modern hingga tablet ringkas berukuran 8,8 inci. Pengguna tablet compact seperti iQOO Pad Pro 8.8 kini dapat menikmati sensasi bermain ala konsol genggam portabel.
Ukuran tablet kini bukan halangan. Desainnya dibuat sangat ergonomis. iQOO menyertakan dua pasang grip magnetik yang bisa dilepas pasang secara modular dalam paket penjualan. Pasangan grip pendek dirancang agar perangkat mudah dimasukkan ke dalam tas saat bepergian. Sementara itu, pasangan grip yang lebih panjang menyajikan pegangan yang mantap dan tebal ala stik konsol rumahan.
Bantalan silikon terpasang di area penjepit untuk menjaga perangkat tetap stabil dan bebas goresan saat dimainkan intensif. Keseluruhan bobot iQOO G1 tercatat hanya 176,5 gram ketika terpasang dengan grip berukuran besar. Bobot ini tergolong ringan. Tangan gamer tidak cepat lelah saat sesi bermain panjang.
Sensor Hall Effect Bebas Drift dan Tombol Microswitch
Sektor teknis menjadi daya tarik paling menonjol pada iQOO G1. Joystick analog dan trigger linear pada gamepad ini sama-sama digerakkan oleh sensor magnetik Hall Effect. Berbeda dari potensiometer tradisional yang mengandalkan gesekan fisik, sensor Hall Effect membaca posisi menggunakan medan magnet.
Bebas masalah drift. Keausan komponen dapat ditekan secara signifikan. iQOO mengklaim joystick ini memiliki daya tahan hingga 5 juta kali siklus putaran. Selain tahan lama, trigger linear berteknologi Hall Effect ini sanggup merekam hingga 256 tingkat kedalaman input. Tingkat presisi ini sangat krusial untuk kontrol gas pada game balap atau bidikan sensitif di game FPS.
Pengalaman eksekusi tombol juga dimaksimalkan lewat penggunaan sakelar microswitch di bawah tombol utama ABXY. Tombol D-pad menyajikan umpan balik taktil yang tegas untuk navigasi arah. Tak ketinggalan, iQOO menyematkan dua tombol bahu mini berlabel L4 dan R4. Tombol tambahan ini dapat diprogram untuk aksi tunggal maupun kombinasi tombol rumit. iQOO juga menyertakan penutup joystick (joystick caps) yang bisa diganti sesuai selera genggaman pemain.
Koneksi USB-C Direct Tanpa Lag dan Pass-Through Charging 15W
Dari sisi konektivitas, iQOO G1 mengusung port USB-C langsung yang terhubung secara fisik ke perangkat host. Langkah ini menghilangkan ketergantungan pada koneksi Bluetooth yang kerap memicu latensi atau kendala sinkronisasi. Nol lag nirkabel. Setiap perintah tombol langsung diterjemahkan secara instan di layar.
Gamepad ini tidak dibekali baterai internal mandiri. Daya operasional diambil langsung dari port USB-C smartphone atau tablet yang terpasang. Gamer tidak perlu khawatir kehabisan baterai gamepad di tengah permainan.
iQOO juga melengkapi gamepad ini dengan port USB-C eksternal yang mendukung pengisian daya pass-through hingga 15W. Fitur ini memungkinkan pengguna mengisi daya ponsel atau tablet sembari terus bermain game. Sesi bermain marathon tetap berjalan.
Integrasi Khusus OriginOS 7 dan Emulator PC
iQOO menyertakan pembaruan software khusus untuk mengoptimalkan potensi iQOO G1. Pengaturan kustomisasi seperti pemetaan ulang tombol (button remapping), penyesuaian dead-zone joystick, hingga fungsi rapid-fire dikelola langsung lewat aplikasi iQOO Game Space dan Game Magic Box.
Fitur software tingkat lanjut ini secara resmi mendukung empat perangkat iQOO saat peluncuran: iQOO 16, iQOO Neo 12, iQOO Pad Ultra, serta iQOO Pad Pro 8.8 yang menjalankan sistem operasi OriginOS 7 atau versi lebih baru. Kombinasi iQOO G1 dengan emulator game PC pada iQOO 16 bahkan dipromosikan sebagai perangkat gaming genggam untuk memainkan judul-judul game PC populer.
Peluncuran iQOO G1 dilakukan bersamaan dengan hadirnya smartphone iQOO Neo 12 dan tablet iQOO Pad Pro. Kedua perangkat tersebut ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dipadukan dengan chip gaming internal iQOO Q3 serta kipas pendingin terintegrasi.
Peta Persaingan Gamepad Mobile di Tiongkok
iQOO G1 hadir dalam satu opsi warna, yaitu Cool Black. Dengan harga promo bundel sebesar Rp1 jutaan (¥399 atau setara $59), perangkat ini masuk ke ceruk pasar aksesori gaming premium yang kompetitif di Tiongkok.
Pasar Tiongkok sendiri dihuni oleh sejumlah pesaing kuat. Lenovo menghadirkan Legion GamePad G3 dengan sensor Hall Effect dan pengisian pass-through seharga Rp443 ribuan ($25). Selain Lenovo, Xiaomi memiliki Redmi GamePad, sementara RedMagic menawarkan Shadow Blade 3.
Hingga saat ini, iQOO belum mengumumkan rencana untuk memasarkan iQOO G1 di luar Tiongkok. Konsumen di luar Tiongkok harus menunggu kepastian lebih lanjut dari pihak produsen.



