Laporan data penjualan terbaru mengungkap bahwa format game fisik belum mati. Sepanjang September 2026, game eksklusif Game PS5 bertajuk Marvels Wolverine berhasil mencatatkan 51 persen penjualan berbasis PlayStation Disc di wilayah Eropa. Fakta ini memicu perdebatan sengit di kalangan gamer karena produsen konsol Sony disebut-sebut berencana memensiunkan media kaset secara bertahap mulai tahun 2028.
Secara global, penjualan kaset Game Fisik untuk judul ini menyumbang sekitar 35 persen dari total 2,16 juta kopi yang terjual. Di Prancis, antusiasme terhadap rilis fisik bahkan melonjak hingga lebih dari dua pertiga total pembeli. Tren ini menunjukkan bahwa dinamika Industri Gaming 2026 masih menyimpan keterikatan kuat terhadap kepemilikan fisik dibanding opsi unduhan di PlayStation Store.
Tren Game Fisik PlayStation Disc dan Rencana Sony Hingga 2028
Data riset dari Ampere Analysis menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap piringan kaset konsol tidak hanya terjadi pada satu judul saja. Rilisan game populer lain seperti Silent Hill: Townfall mencatatkan porsi kaset fisik sebesar 45 persen secara global. Sementara itu, The Blood of Dawnwalker mengantongi 36 persen dan Onimusha: Way of the Sword menyerap 30 persen penjualan dalam bentuk fisik.
Angka-angka ini menjadi fondasi argumen para penggemar yang menolak pergeseran penuh ke format digital murni. Kepemilikan kaset fisik memberi fleksibilitas nyata yang tidak ada di platform digital. Gamer dapat menjual kembali kaset bekas, meminjamkan piringan game ke teman, serta terhindar dari risiko kehilangan akses akibat lisensi digital yang dicabut sepihak. Kepemilikan fisik adalah jaminan.
Selisih Harga PlayStation Store vs Kaset Game PS5 Marvels Wolverine
Di luar faktor koleksi, selisih harga yang cukup mencolok menjadi alasan utama konsumen berpaling dari versi digital. Di Jerman, piringan kaset Marvels Wolverine dijual di toko ritel seharga Rp923 ribuan (€45). Pada saat yang sama, harga resmi di PlayStation Store masih bertahan di angka Rp1,6 jutaan (€79.99 atau $69.99). Di Amerika Serikat, piringan fisik di platform Amazon dibanderol sekitar Rp1,1 jutaan ($62) atau lebih murah dari harga digital standar yang berada di angka Rp885 ribuan ($50) untuk diskon tertentu.
Perbedaan harga yang lumayan besar ini memicu pertanyaan kritis di forum komunitas online. Sebagian pengguna menilai tingginya angka penjualan kaset PlayStation Disc bukan semata-mata karena kecintaan pada kemasan fisik. Banyak pembeli yang sekadar memilih opsi paling murah untuk dompet mereka.
Game Strategi Legendaris Stronghold Definitive Edition Diskon 71 Persen di Steam
Dilema Gamer dalam Industri Gaming 2026 dan Pasar Digital
Meskipun angka penjualan Game Fisik untuk beberapa judul tampak mengesankan, data industri secara keseluruhan menunjukkan gambaran yang berbeda. Laporan Ampere Analysis menyebutkan bahwa 84 persen dari total penjualan sepuluh game teratas di konsol PS5 pada September 2026 masih didominasi oleh transaksi digital. Hal ini menandakan bahwa dominasi unduhan langsung tetap menjadi pilar utama pendapatan penerbit.
Langkah Sony menuju ekosistem serba digital akan diuji oleh kesiapan komunitas gamer itu sendiri. Jika kontrol harga penuh dipegang oleh toko digital resmi tanpa persaingan ritel fisik, konsumen berpotensi kehilangan daya tawar. Perdebatan mengenai masa depan piringan game ini membuktikan bahwa transisi menuju era serba digital tidak bisa dipaksakan begitu saja tanpa memperhitungkan aspek ekonomi serta kebiasaan para pemain.



