Persaingan ketat antara toko digital game kembali memanas lewat pernyataan kontroversial dari pucuk pimpinan perusahaan kreator Unreal Engine. CEO Epic Games, Tim Sweeney, melontarkan kritik tajam terhadap aturan wajib pengungkapan kecerdasan buatan atau generative AI yang diterapkan oleh platform saingan mereka, Valve.
Kebijakan yang mewajibkan studio game untuk memberikan label transparan kepada para pemain mengenai pemanfaatan teknologi AI dinilai oleh Sweeney sebagai sebuah beban yang tidak adil. Ia menyebut label tersebut memaksa para pengembang untuk menanggung risiko perundungan digital di tengah komunitas yang sensitif terhadap penggunaan teknologi otomatisasi.
Kritik Keras Terhadap Kebijakan Valve
Dalam serangkaian cuitan di platform media sosial X, Sweeney merespons argumen dari Matt Workman selaku pendiri perusahaan media generatif Fal. Menurut Sweeney, mandat pengungkapan AI berubah fungsi menjadi instrumen politik yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok penentang untuk menyerang studio pengembang game.
Sweeney menilai langkah tersebut sebagai bentuk ketidaktanggungjawaban pihak pengelola platform terhadap ekosistem kreator di industri gaming. Meskipun demikian, pihak Valve hingga saat ini tetap bersikukuh mempertahankan pedoman tersebut tanpa memberikan respons langsung terhadap kritik terbuka dari bos Epic Games tersebut.
Realita Adopsi AI di Industri Game
Terlepas dari perdebatan panjang mengenai regulasi transparansi, penggunaan teknologi generatif telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari alur kerja modern. Data mencatat bahwa hampir 1.700 judul dari total lebih dari 8.600 demo yang berpartisipasi dalam ajang Steam Next Fest telah menggunakan label penanda AI tersebut, yang mencakup sekitar 20 persen dari keseluruhan peserta.
Sejumlah judul besar seperti Clair Obscur: Expedition 33 dan Arc Raiders tetap mampu meraih kesuksesan komersial yang masif meskipun menyematkan label pengungkapan AI pada materi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa para pemain industri game secara umum masih dapat menerima kehadiran teknologi ini selama produk akhir yang disajikan memiliki kualitas tinggi.
Langkah Terbaru Epic Games Store
Di sisi lain, Epic Games sendiri baru saja melakukan perombakan besar-besaran pada toko digital mereka. Toko aplikasi tersebut diklaim mengusung proses perancangan berbasis AI dalam alur kerja internal perusahaan serta mencatatkan kecepatan muat halaman dalam waktu 5,47 detik, jauh lebih cepat dibandingkan waktu pemuatan Steam yang berada di kisaran 10 detik.
Kendati demikian, peluncuran pembaruan tersebut tidak luput dari kendala teknis. Sejumlah pengguna Epic Games Store melaporkan adanya berbagai bug dan masalah operasional yang hingga kini masih menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak pengembang.


