SMARTPHONES / LIPUTAN KHUSUS

Google Dipaksa Permudah Akses Toko Aplikasi Pihak Ketiga di Play Store

/ Hakim memerintahkan Google untuk memperbaiki 'gesekan antikompetitif' dalam akses toko aplikasi pihak ketiga di Play Store, memastikan pengguna bisa menemukan dan menginstal lebih mudah.

ANIF SIRSAEBA •
Foto ilustrasi: Google Dipaksa Permudah Akses Toko Aplikasi Pihak Ketiga di Play Store
Google Dipaksa Permudah Akses Toko Aplikasi Pihak Ketiga di Play Store
FOTO: Ars Technica

Google kembali mendapat teguran keras dari pengadilan AS terkait praktik monopoli mereka di ekosistem Android. Setelah kalah dalam kasus antitrust melawan Epic Games pada tahun 2023, Google diwajibkan untuk membuka pintu bagi toko aplikasi pihak ketiga di Play Store. Namun, implementasi awal Google dinilai belum memenuhi standar keadilan, sehingga seorang hakim federal kini memberi waktu satu minggu bagi raksasa teknologi itu untuk "memperbaiki" sistemnya.

Putusan ini datang setelah hakim meninjau bagaimana Google menerapkan akses ke toko aplikasi non-Google pertama, Aptoide Games, yang baru-baru ini tersedia. Hakim James Donato menemukan bahwa Google telah menambahkan "gesekan antikompetitif" yang tidak perlu, mempersulit pengguna untuk menemukan dan menginstal alternatif Play Store. Ini adalah langkah penting untuk memastikan pengguna Android benar-benar memiliki pilihan yang setara, bukan hanya sekadar formalitas.

"Gesekan Antikompetitif" yang Mempersulit Pengguna

Masalah utama yang disoroti hakim adalah sulitnya menemukan toko aplikasi pihak ketiga di Play Store. Meskipun ada tautan ke halaman toko aplikasi alternatif, tautan tersebut tersembunyi di balik beberapa level menu yang membingungkan. Lebih jauh lagi, pengacara Epic Games, Yonatan Even, menunjukkan di persidangan bahwa bahkan pencarian langsung untuk "app store" atau "Aptoide" di Play Store tidak menghasilkan hasil yang diharapkan, seperti halnya pencarian aplikasi biasa.

Alih-alih menampilkan hasil pencarian yang relevan, Play Store malah menampilkan banner "apakah Anda mencari" yang kemudian mengarahkan ke halaman toko aplikasi pihak ketiga. Ini jauh dari pengalaman pencarian yang intuitif dan langsung yang diharapkan pengguna. Google berdalih bahwa toko aplikasi adalah kategori khusus karena izin yang diperluas, sehingga memerlukan langkah ekstra. Namun, argumen ini ditolak tegas oleh pengadilan, yang menyatakan bahwa implementasi tersebut "tidak dapat diterima" dan harus diperbaiki, bahkan untuk variasi pencarian yang hanya 70% tepat.

Proses Instalasi yang Membingungkan dan Perintah Perubahan

Selain masalah penemuan, proses instalasi toko aplikasi pihak ketiga juga menjadi sorotan. Ketika pengguna akhirnya berhasil mencapai halaman toko alternatif seperti Aptoide, tidak ada tombol "install" langsung seperti yang biasa ditemukan pada aplikasi atau game di Play Store. Sebaliknya, ada tombol "view" yang, setelah diklik, akan membuka dialog lain barulah opsi instalasi muncul.

Hakim Donato secara eksplisit menyatakan bahwa langkah tambahan ini tidak perlu dan tampaknya dirancang untuk mencegah pengguna mengunduh toko alternatif. Ia memerintahkan Google untuk mengubah tombol "view" menjadi "install" untuk menyederhanakan proses secara signifikan. Tim hukum Google telah setuju untuk melakukan perubahan ini dan diberi tenggat waktu satu minggu. Ini berarti dalam waktu dekat, pengguna Android dapat mengharapkan pengalaman instalasi yang jauh lebih lancar untuk toko aplikasi alternatif.

Keuntungan Bagi Konsumen dan Masa Depan Ekosistem Android

Keputusan pengadilan ini adalah kemenangan signifikan bagi konsumen Android. Dengan akses yang lebih mudah ke toko aplikasi pihak ketiga, pengguna akan memiliki pilihan yang lebih luas dalam mendapatkan aplikasi, berpotensi menemukan harga yang lebih kompetitif, atau bahkan aplikasi eksklusif yang tidak tersedia di Play Store. Ini juga mendorong persaingan yang sehat, yang pada akhirnya dapat menguntungkan pengembang dan pengguna.

Langkah ini menandai pergeseran penting dalam ekosistem Android, yang selama ini didominasi oleh Google Play Store. Dengan penghapusan "gesekan" yang tidak perlu, Google dipaksa untuk benar-benar membuka platformnya, sesuai dengan semangat putusan antitrust. Ada kemungkinan besar bahwa Epic Games, yang telah berjuang keras dalam kasus ini, akan segera meluncurkan toko aplikasinya sendiri di Play Store setelah proses ini selesai, memberikan lebih banyak alternatif bagi jutaan pengguna Android di seluruh dunia.

A
SENIOR AUDIO & WEARABLE SPECIALIST

Anif Sirsaeba

Mengelola dan menulis liputan audio, wearable, dan inovasi AI di KabarGadget.id. Fokus pada TWS, smartwatch, kamera, dan perkembangan model AI.

LIHAT SEMUA ARTIKEL OLEH ANIF SIRSAEBA →

TERKAIT