Twelve South melengkapi lini transmiter audio nirkabel ikoniknya dengan meluncurkan AirFly View. Perangkat dongle mungil ini hadir membawa pembaharuan utama berupa layar navigasi ringkas pada bodi depan. Kehadiran panel visual tersebut menggantikan tombol pengatur volume fisik yang sebelumnya menghiasi seri pendahulunya, seperti AirFly Pro 2.
Sebagai penikmat aksesori audio harian, saya menilai penambahan layar ini sebagai penyempurnaan yang sangat intuitif. Pengguna kini dapat memantau status perangkat secara visual tanpa perlu menebak-nebak indikator lampu LED. Twelve South meluncurkan AirFly View secara resmi dengan harga Rp1,4 jutaan ($79.99).
Kemudahan Navigasi Visual dan Dukungan 24 Bahasa
Perubahan paling mencolok pada seri ini terletak pada kehadiran layar informasi ringkas di bagian depan. Layar kecil tersebut mempermudah proses penyetelan awal serta pengelolaan koneksi headphone. Pengguna dapat langsung melihat sisa kapasitas baterai dan status perangkat secara langsung. Navigasi kini jauh lebih intuitif.
Tidak hanya itu, Twelve South juga menyematkan dukungan 24 bahasa antarmuka pada sistem operasinya. Pengguna dari berbagai negara tidak lagi terpatok pada tampilan bahasa Inggris semata. Langkah ini menegaskan posisi perangkat sebagai teman perjalanan internasional yang ramah pengguna.
Konektivitas Ganda Bluetooth 5.3 dan Dukungan Auracast
Dari sektor teknis, perangkat adapter audio wireless ini dibekali teknologi Bluetooth 5.3. Dukungan pemancar modern ini memungkinkan dua pasang headphone nirkabel terhubung secara bersamaan ke satu sumber suara. Fitur ini sangat ideal untuk menonton film bersama rekan saat berada di pesawat. Koneksi audio tetap stabil.
Selain koneksi ganda, perangkat ini juga sudah mendukung fitur Bluetooth Auracast. Teknologi pemancaran suara publik ini memungkinkan headphone, speaker, atau alat bantu dengar kompatibel untuk menangkap siaran siaran audio nirkabel secara langsung. Perangkat ini mendukung dua mode kerja utama, yaitu mode Transmitter (TX) dan Receiver (RX).
Pada mode Transmitter, dongle mengirimkan sinyal audio dari colokan 3,5 mm di layar pesawat atau mesin treadmill ke headphone pengguna. Sementara pada mode Receiver, sinyal audio dipancarkan dari smartphone ke sistem audio mobil atau perangkat dengan port aux-in.
Penyesuaian Kapasitas Baterai dan Kelengkapan Aksesori
Daya tahan baterai AirFly View mampu bertahan hingga 16 jam dalam sekali pengisian penuh via port USB-C. Kapasitas ini memang mengalami penyesuaian jika dibandingkan seri AirFly Pro 2 yang menawarkan waktu pakai lebih dari 25 jam. Meski begitu, ketahanan 16 jam masih sangat memadai untuk penerbangan jarak jauh.
Twelve South melengkapi paket penjualan dengan aksesori yang cukup lengkap. Pembeli langsung mendapatkan kabel pengisi daya USB-C, adaptor penerbangan internasional, serta travel case pelindung. Berbeda dari seri Pro 2 yang memiliki 10 varian warna dengan harga Rp1,1 jutaan ($59.99), AirFly View hadir dalam opsi warna yang lebih ringkas, yaitu Hitam dan Biru.
Menimbang Posisi Twelve South AirFly View untuk Pendamping Perjalanan
Hadirnya layar navigasi visual pada AirFly View berhasil menyelesaikan kendala utama penggunaan transmiter audio nirkabel konvensional. Pengguna tidak perlu lagi bingung memastikan apakah headphone sudah terhubung dengan benar atau belum. Ketersediaan mode ganda TX/RX serta dukungan Auracast menjadikannya penyambung audio analog ke nirkabel yang sangat fleksibel.
Meski memiliki catatan pada penurunan daya tahan baterai dibanding versi pendahulunya, kemudahan operasional yang ditawarkan layar baru ini menjadi nilai tambah yang sepadan bagi para pelancong modern.
• Kelebihan Utama: Dilengkapi layar informasi visual ringkas, mendukung Bluetooth 5.3 dan Auracast, bisa menghubungkan dua headphone sekaligus, serta menyertakan paket aksesori perjalanan lengkap.
• Alasan Pertimbangan: Daya tahan baterai 16 jam lebih pendek dibanding seri Pro 2, serta pilihan warna yang terbatas pada Hitam dan Biru saja.