Kacamata pintar Ray-Ban Meta kini dilengkapi fitur privasi baru untuk menghentikan pemrosesan data visual sebagai bahan pelatihan model kecerdasan buatan (AI). Setiap kali pengguna memakai fitur analisis visual seperti menerjemahkan teks atau memanfaatkan fitur Live AI, perangkat secara otomatis mengambil foto dan mengirimkannya ke server Meta tanpa tersimpan di galeri ponsel.
Kebijakan ini diambil setelah muncul sorotan tajam terkait keamanan data dan kebocoran rekaman pribadi. Pemilik Ray-Ban Meta kini memegang kendali penuh untuk mematikan opsi penyimpanan data visual serta mengelola rekaman suara langsung melalui aplikasi Meta AI. Langkah pencegahan ini sangat krusial bagi pengguna yang mengutamakan kerahasiaan aktivitas harian.
Mekanisme Pengambilan Data Visual dan Potensi Risiko Privasi
Meta membedakan dua kategori data gambar yang ditangkap oleh kamera kacamata pintar. Foto atau video yang diambil secara manual melalui tombol fisik maupun perintah suara dengan lampu LED aktif akan tersimpan secara lokal di kacamata. Berkas tersebut baru berpindah setelah pengguna mengimpornya ke ponsel cerdas.
Situasi berbeda terjadi pada data visual dari kueri AI. Ketika pengguna meminta sistem menganalisis lingkungan sekitar, pemrosesan dilakukan langsung di server cloud Meta. Data ini disimpan dan dianalisis oleh sistem otomatis maupun peninjau manusia untuk melatih model kecerdasan buatan. Privasi pengguna menjadi taruhan.
Kasus ini memicu kontroversi besar pada awal tahun. Laporan dari media Swedia, Svenska Dagbladet dan Göteborgs-Posten, mengungkapkan bahwa kontraktor pihak ketiga Meta di Nairobi, Kenya, yaitu Sama, memproses berbagai rekaman sensitif. Para pekerja memberi label pada data video yang memuat aktivitas pribadi, area toilet, dokumen perbankan, hingga momen intim pengguna. Meta kemudian menghentikan kerja sama tersebut dan Sama memutus hubungan kerja dengan 1.108 karyawannya pada April lalu.
Cara Mematikan Pengumpulan Data Visual di Aplikasi Meta AI
Pembaruan sistem yang dirilis sejak 24 September memberikan tombol kontrol baru bagi pengguna. Pengguna dapat menonaktifkan fitur pengumpulan data visual langsung melalui menu pengaturan di aplikasi Meta AI. Langkah ini cukup praktis.
Untuk mematikannya, pastikan kacamata berada di luar casing dan terhubung ke ponsel. Buka aplikasi Meta AI, masuk ke menu pengaturan kacamata, pilih bagian Experiences, lalu ketuk opsi Meta AI. Matikan tombol "Store visual data from AI experiences". Jika Anda memiliki lebih dari satu unit Ray-Ban Meta, prosedur ini wajib diulangi pada setiap perangkat.
Setelah fitur ini dimatikan, data foto hanya dipakai untuk menjawab kueri seketika lalu dihapus dari server Meta. Tidak ada lagi peninjauan oleh manusia atau penyimpanan jangka panjang. Pengorbanan dari opsi ini adalah terbatasnya fitur pengingat visual (visual reminders) yang membutuhkan riwayat pemrosesan gambar.
Pengaturan Rekaman Suara dan Celah Privasi Orang Lain
Selain data gambar, pemrosesan rekaman suara juga mendapatkan pembaruan kebijakan yang bervariasi sesuai wilayah hukum. Bagi pengguna di Amerika Serikat, data rekaman suara dan transkrip teks disimpan secara bawaan sejak April 2025 tanpa opsi mematikannya. Wilayah Inggris dan Jerman masih memberikan kebebasan bagi pengguna untuk memilih apakah rekaman suara ingin disimpan atau langsung dihapus.
Isu privasi makin kompleks akibat kendala teknis pada perangkat lunak. Laporan pada pertengahan Oktober menyebutkan adanya kacamata yang merekam percakapan secara diam-diam tanpa kata pemicu "Hey Meta". Masalah ini dilaporkan telah diselesaikan lewat pembaruan firmware oleh Meta. Bagi pengguna yang jarang memakai asisten suara, menonaktifkan kata pemicu dan mengandalkan area sentuh (touchpad) menjadi opsi paling aman.
Ancaman privasi tidak hanya berdampak pada pemilik kacamata, tetapi juga masyarakat di sekitarnya. Laporan otoritas perlindungan data Hamburg mengungkapkan bahwa indikator LED pada kacamata generasi kedua tidak menyala saat pengguna mengajukan kueri AI tentang lingkungan sekitar. Kondisi ini membuat orang di sekitar tidak menyadari bahwa mereka sedang difoto. Lembaga perlindungan data Prancis, CNIL, bahkan menyarankan agar pengguna melepas kacamata pintar ini di area yang melarang penggunaan ponsel cerdas.
