Samsung tampaknya tak bisa lagi menyembunyikan Galaxy Fit4. Setelah sempat muncul di beberapa video bocoran, aplikasi pendamping bernama Galaxy Fit4 Manager kini resmi terpampang di Galaxy Store. Langkah ini jadi sinyal kuat bahwa peluncuran smartband anyar tersebut tinggal menghitung hari.
Aplikasi tersebut berfungsi sebagai jembatan antara Galaxy Fit4 dan smartphone pengguna. Meski begitu, pengguna tetap perlu memasang Galaxy Wearable sebagai aplikasi utama. Galaxy Fit4 Manager sendiri bertindak sebagai ekstensi untuk mengatur fitur-fitur spesifik perangkat.
Dari tangkapan layar aplikasi, terungkap sejumlah detail menarik. Mulai dari kustomisasi watch face hingga fitur Wallet yang kehadirannya cukup mengejutkan. Namun ada satu catatan besar soal daya tahan baterai yang langsung mencuri perhatian.
Baterai 4 Hari, Penurunan Drastis dari Galaxy Fit3
Ini poin yang paling bikin galau. Screenshot pengaturan di aplikasi menunjukkan Galaxy Fit4 hanya mampu bertahan sedikit di atas empat hari. Angka itu jauh di bawah pendahulunya, Galaxy Fit3, yang diklaim mampu beroperasi hingga 13 hari.
Penurunan drastis ini tentu memicu tanda tanya. Apakah Samsung menambah fitur baru yang lebih rakus daya? Atau ada perubahan strategi pada segmen smartband mereka? Yang jelas, bagi pengguna yang terbiasa mengisi daya seminggu sekali, angka empat hari terasa kurang greget.
Daya tahan baterai memang jadi salah satu alasan utama orang memilih smartband ketimbang smartwatch penuh. Jika klaim ini benar, Galaxy Fit4 berpotensi kehilangan sebagian pesona di mata pengguna setia Galaxy Fit3.
Fitur Baru: Speaker, Tombol Kustom, dan Photo Watch Face
Meski soal baterai bikin ragu, ada sejumlah pembaruan yang patut diapresiasi. Aplikasi mengonfirmasi kehadiran speaker dan vibration motor pada Galaxy Fit4. Ini berarti perangkat bisa mengeluarkan suara notifikasi atau panggilan langsung dari pergelangan tangan.
Tombol di sisi kanan perangkat juga disebut bisa dikustomisasi. Pengguna bebas mengatur fungsi tombol sesuai kebutuhan, misalnya untuk membuka aplikasi tertentu atau memicu asisten suara. Fitur ini memberi sentuhan personal yang menyenangkan.
Urusan tampilan, Galaxy Fit4 mendukung penyimpanan beberapa watch face sekaligus. Tersedia beragam jam analog dan digital dengan tampilan tanggal serta variasi warna. Samsung juga menyelipkan photo watch face yang bisa dipersonalisasi dengan foto pribadi. Cukup unggah foto, dan jam tangan langsung terasa lebih personal.
Fitur "Find my Band" juga hadir di aplikasi. Belum jelas apakah fitur ini sekadar memutar suara atau bisa melacak perangkat secara global lewat Google Find Hub. Samsung belum memberikan penjelasan resmi soal ini.
Wallet Tanpa NFC? Ini Misteri yang Belum Terjawab
Hal paling menggelitik adalah kehadiran bagian Wallet di aplikasi Galaxy Fit4 Manager. Pasalnya, sertifikasi FCC menyebutkan Galaxy Fit4 tidak dilengkapi chip NFC. Perangkat hanya mengandalkan konektivitas Bluetooth 5.4.
Jika tanpa NFC, bagaimana fitur Wallet bisa berfungsi? Apakah hanya untuk menyimpan kartu loyalitas secara virtual? Atau mungkin Samsung menyiapkan mekanisme lain yang belum terungkap? Hingga kini, misteri ini masih menjadi teka-teki.
Ketiadaan NFC juga berarti Galaxy Fit4 kemungkinan tidak mendukung pembayaran tanpa sentuh. Bagi sebagian pengguna, ini bukan masalah besar. Tapi bagi yang mengandalkan smartband untuk transaksi harian, absennya NFC patuh dicatat sebagai kekurangan.
Desain Tak Berubah, Apa yang Baru?
Dari sisi desain, Galaxy Fit4 disebut masih mengusung bahasa visual yang mirip dengan Galaxy Fit3. Tidak ada perubahan signifikan pada bentuk maupun material. Ini membuat Samsung seolah bermain aman, tapi juga memunculkan pertanyaan: apa sebenarnya peningkatan utama generasi ini?
Hingga kini, belum ada informasi resmi soal harga dan ketersediaan global, termasuk untuk pasar Indonesia. Peluncuran diperkirakan tinggal beberapa hari lagi, mengingat aplikasi pendamping sudah tersedia di Galaxy Store.
Bagi yang menantikan smartband baru dari Samsung, ada baiknya menimbang ulang ekspektasi. Galaxy Fit4 tampaknya lebih cocok untuk pengguna yang menginginkan fitur speaker dan kustomisasi watch face ketimbang yang mengutamakan daya tahan baterai panjang.
Kesimpulan: Value for Money Masih Jadi Taruhan
Sebagai editor yang mengikuti perkembangan pasar smartphone dan wearable, saya menilai Galaxy Fit4 berada di persimpangan. Di satu sisi, fitur baru seperti speaker dan photo watch face menambah daya tarik. Di sisi lain, baterai empat hari dan absennya NFC bisa jadi penghalang bagi pengguna yang mencari perangkat serba bisa.
Jika harga dirilis mendekati Galaxy Fit3 yang dibanderol sekitar Rp956 ribuan ($54), Galaxy Fit4 masih bisa jadi pilihan menarik di segmen entry-level. Namun jika harga melambung tanpa perbaikan baterai signifikan, calon pembeli berhak berpikir dua kali.
Untuk pengguna Galaxy Fit3 yang sudah puas dengan baterai 13 hari, mungkin belum perlu buru-buru upgrade. Tunggu ulasan lengkap dan harga resmi Indonesia. Bagi yang baru mau masuk ekosistem smartband Samsung, Galaxy Fit4 tetap layak dipertimbangkan, asal siap mengisi daya lebih sering.
Kita nantikan peluncuran resminya dalam beberapa hari ke depan. Semoga Samsung memberikan kejutan lain yang belum terungkap di aplikasi.



