Garmin terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga performa lini smartwatch kelas atas milik mereka melalui pembaruan perangkat lunak berkala. Meskipun telah memperkenalkan generasi baru seperti Fenix 9, Fenix 9 Pro, Marq Gen 3, hingga Enduro 4 yang dibanderol seharga Rp15,9 jutaan ($899), Garmin tidak menelantarkan pengguna seri pendahulunya. Pembaruan firmware Beta Version 24.15 kini resmi disalurkan secara over-the-air (OTA) untuk seri Garmin Fenix 8 dan Fenix 8 Pro.
Pembaruan teranyar ini hadir menyempurnakan versi Beta 24.14 yang meluncur sebelumnya. Jika versi 24.14 membawa sepuluh perubahan dari versi 24.13, maka versi 24.15 difokuskan untuk membereskan tujuh masalah teknis yang cukup krusial. Langkah ini dinilai sangat krusial bagi para atlet dan penggiat alam terbuka yang mengandalkan presisi data setiap hari.
Deretan Perbaikan Sistem dan Akurasi Data Kesehatan
Fokus utama pada versi Beta 24.15 berada pada stabilitas pengumpulan data fisiologis dan pemantauan aktivitas fisik. Salah satu perbaikan paling signifikan adalah perbaikan masalah pelacakan Heart Rate Variability (HRV). Sebelumnya, rata-rata HRV harian pengguna kerap tidak tercatat saat tidur jika dihubungkan dengan perangkat Index Sleep Monitor. Lewat pembaruan ini, akumulasi data HRV malam hari kembali berjalan normal.
Stabilitas sistem tetap jadi prioritas. Garmin membenalkan bug yang menyebabkan jam tangan mendadak crash saat pengguna memulai aktivitas renang. Selain itu, riwayat data pada grafik barometer yang sebelumnya sempat hilang secara misterius seusai aktivitas renang di kolam kini telah diperbaiki total.
Pembenahan Navigasi Peta dan Antarmuka Pengguna
Sektor navigasi yang menjadi keunggulan utama jam tangan pintar Garmin juga tak luput dari pembenahan. Pada versi sebelumnya, muncul kendala teknis saat pengguna mengunduh atau memperbarui peta via aplikasi Garmin Express. Aplikasi desktop sering melaporkan proses instalasi peta berhasil, padahal berkas peta tidak benar-benar terpasang di dalam penyimpanan internal jam tangan. Peta kini terpasang secara sempurna.
Pembaruan ini disalurkan lewat OTA. Pengguna juga akan merasakan pengalaman antarmuka yang lebih rapi. Garmin telah memperbaiki masalah tampilan ikon emoji yang sebelumnya tumpang tindih dengan teks prediksi saat membaca notifikasi. Masalah perintah self-evaluation yang tidak muncul pada sesi latihan Strength dan HIIT saat diatur ke mode "Workouts Only" turut dibereskan, beserta perbaikan terjemahan bahasa untuk modul aktivitas ArcheryX.
Menanti Peluncuran Versi Pembaruan Stabil
Meskipun membawa sederet perbaikan yang membuat pengoperasian perangkat semakin mulus, siklus pengembangan versi 24.xx ini masih berada di saluran beta. Pihak Garmin belum mengumumkan tanggal pasti kapan rangkaian pembaruan ini akan ditransisikan ke saluran perangkat lunak stabil (stable software channel) untuk publik luas.
Bagi para pengguna Fenix 8 dan Fenix 8 Pro yang terdaftar dalam program beta, pembaruan ini dapat diunduh secara langsung melalui koneksi Wi-Fi atau sinkronisasi aplikasi Garmin Connect. Dukungan perangkat lunak berkelanjutan seperti ini membuktikan nilai jangka panjang yang solid bagi ekosistem jam tangan olahraga pintar kelas premium milik Garmin.


