WEARABLES / LIPUTAN KHUSUS

Casio G-Shock DW5600 Yamagata's Finest Tampil Kuning seperti Pisang

/ Casio dan Bait menghadirkan G-Shock DW5600 Yamagata's Finest dengan warna kuning berbintik, kemasan kaleng, serta fitur tahan air 200 meter.

YOKOYAMA •
Casio G-Shock DW5600 Yamagata’s Finest berwarna kuning dengan bintik cokelat
G-Shock DW5600 Yamagata’s Finest mengusung warna kuning pisang dengan bintik cokelat pada bagian tali.
FOTO: Dok. Casio dan Bait

Casio G-Shock DW5600 Yamagata's Finest tampil dengan pendekatan desain yang sangat literal: kuning matang seperti pisang, lengkap dengan bintik cokelat pada tali. Kolaborasi bersama Bait ini tidak membawa modul baru, tetapi mengubah jam digital ikonis menjadi produk koleksi dengan tema hasil pertanian dari Yamagata.

Peluncurannya berlangsung pekan ini. Bait menjadwalkan penjualan di seluruh Bait Chapter dan BAITMe.com mulai 30 September, setelah acara peluncuran di Bait Santa Ana, California, pada 29 September pukul 17.00 hingga 21.00. Harga resminya belum tersedia. Sebagai patokan, G-Shock DW5600 bertema Innovation pada 2024 dibanderol Rp2,7 jutaan ($150).

Warna Pisang yang Menjadi Identitas Utama

Kemasan kaleng kuning Casio G-Shock Yamagata’s Finest dari Bait
Kemasan kaleng kuning bertuliskan Bait Farms Non-GMO menjadi bagian dari kolaborasi Casio G-Shock Yamagata’s Finest. (Foto: Casio dan Bait)

Nama Yamagata's Finest bukan sekadar label pada kemasan. Yamagata Prefecture merupakan lokasi pabrik Casio yang memproduksi jam G-Shock. Bait lalu membingkai DW5600 ini seolah-olah hasil bumi dari “perkebunan” tersebut, lengkap dengan bahasa visual yang menyerupai produk pangan.

Konsepnya mudah dikenali. Casing menggunakan warna kuning pisang matang, sedangkan tali dihiasi bintik-bintik cokelat. Motif tersebut tidak berhenti pada bagian tengah jam. Foto produk memperlihatkan pola bintik yang diteruskan ke tali, keeper, dan buckle.

Detailnya tidak berhenti di bezel. Penyebaran motif pada komponen tali membuat desain terasa lebih utuh ketika jam dipakai. Bait tidak hanya menempelkan warna kuning pada casing, lalu membiarkan bagian lain tampil standar. Setiap area luar yang terlihat mendapat perlakuan visual sesuai tema.

Namanya juga sangat literal. Justru itu daya tariknya.

Referensi pisang turut dipakai untuk menjelaskan gagasan waktu. Bait menyebut pisang memiliki periode singkat saat mencapai tingkat kemanisan terbaik. Gagasan tersebut menjadi permainan kata terkait timing, sekaligus alasan mengapa tema pisang dianggap cocok untuk sebuah jam.

Modul 3525 Tetap Membawa Fungsi Dasar G-Shock

Case back Casio G-Shock DW5600 Yamagata’s Finest dengan ukiran maskot pisang
Case back berbahan baja tahan karat memuat ukiran maskot kolaborasi bernama Shawty with Freckles. (Foto: Casio dan Bait)

Di balik tampilan yang ramai, G-Shock DW5600 Yamagata's Finest tetap memakai susunan fitur standar. Modul yang digunakan adalah modul 3525. Tidak ada indikasi bahwa kolaborasi ini memperkenalkan mekanisme baru atau fitur pelacakan pintar.

Fitur dasarnya tetap lengkap. Jam ini menawarkan ketahanan air 200 meter, lampu latar EL, stopwatch, penghitung waktu mundur, dan alarm. Rangkaian tersebut menyasar pengguna yang menginginkan jam digital tahan pakai dengan pengoperasian sederhana, bukan perangkat Wearables yang terhubung ke smartphone.

Catatan airnya cukup jelas. Ketahanan 200 meter memberi konteks kuat terhadap karakter G-Shock sebagai jam tangguh. Namun, angka itu tidak mengubah fungsi utamanya sebagai jam digital harian. Pengguna tetap mendapatkan layar digital, pengukur waktu, alarm, serta lampu latar dalam format yang familier.

Layar LCD positif membuat angka tampil gelap di atas bidang terang. Dari sisi keterbacaan, format ini membantu tampilan waktu tetap mudah dibaca dalam kondisi cahaya yang memadai. Saat lampu latar EL dinyalakan, grafis maskot kolaborasi muncul di area panel.

Layarnya tampil gelap. Backlight mengubah tampilannya.

Maskot itu bernama “Shawty with Freckles”. Nama tersebut merujuk pada karakter pisang berbintik yang menjadi bagian penting identitas kolaborasi. Bait juga mengukir maskot itu pada case back berbahan baja tahan karat, sehingga unsur temanya tetap terlihat ketika jam dibalik.

Kemasan Kaleng Memperkuat Status Produk Koleksi

Bait membungkus jam ini dalam kaleng berwarna kuning. Pada permukaannya tercetak tulisan “Bait Farms Non-GMO”, sebuah parodi visual yang mempertegas gagasan bahwa produk ini berasal dari “ladang” G-Shock di Yamagata.

Kemasan menjadi bagian cerita. Untuk pembeli yang mengoleksi kolaborasi, kaleng tersebut menambah nilai pajangan setelah jam dikeluarkan. Sementara bagi pengguna biasa, fungsi tambahannya lebih bersifat visual daripada teknis. Tidak ada fitur jam yang berubah karena bentuk kemasan itu.

Selain jam, tersedia kapsul pakaian dengan tema serupa. Isinya mencakup jaket seragam, topi, dan kaus. Bait belum mencantumkan harga untuk G-Shock maupun lini pakaian tersebut. Detail harga menjadi faktor penting bagi calon pembeli, terutama karena produk ini dijual sebagai kolaborasi dengan identitas grafis yang kuat.

Targetnya jelas: penggemar G-Shock dan Bait.

Bait memang memiliki rekam jejak kolaborasi dengan DW5600. Perusahaan tersebut pernah merilis model bertema Initial D pada 2020, model bertema Apple pada 2024, serta model Toyo Tires setelahnya. Yamagata's Finest meneruskan pola itu dengan mengambil elemen budaya populer yang berbeda, kali ini melalui bentuk pisang.

Jadwal Penjualan dan Catatan untuk Kolektor

Acara peluncuran digelar di Bait Santa Ana, California, pada 29 September pukul 17.00 hingga 21.00. Agenda tersebut mencakup penampilan DJ, makanan, dan minuman. Setelah acara, jam mulai tersedia pada 30 September di seluruh Bait Chapter dan BAITMe.com.

Peluncurannya berlangsung pekan ini. Namun, jadwal tersebut tidak otomatis berarti produk tersedia melalui kanal resmi Casio di semua negara. Informasi yang disebutkan hanya menunjuk jaringan Bait dan situs BAITMe.com sebagai kanal penjualan. Calon pembeli di luar Amerika Serikat perlu memeriksa ketersediaan secara langsung pada kanal tersebut.

Harga resmi menjadi pertanyaan terbesar. Bait belum mengumumkannya. Harga DW5600 Innovation 2024 sebesar Rp2,7 jutaan ($150) bisa dipakai sebagai rujukan kasar untuk membaca posisi produk, tetapi angka itu bukan harga Yamagata's Finest.

Rujukan harganya tetap berguna. Jangan menganggapnya sebagai harga final.

Dari sisi produk, pembeli sebaiknya memisahkan dua hal. Pertama, kemampuan teknisnya berasal dari format G-Shock DW5600 dan modul 3525 yang sudah dikenal. Kedua, daya tarik tambahannya datang dari warna pisang, bintik pada tali, maskot “Shawty with Freckles”, case back khusus, serta kaleng bertanda Bait Farms Non-GMO.

Nilai Yamagata's Finest Ada pada Eksekusi Tema

Casio G-Shock DW5600 Yamagata's Finest bukan jam tangan baru dari sisi fungsi. Produk ini lebih tepat dibaca sebagai edisi kolaborasi yang mengutamakan identitas visual. Layar LCD positif, ketahanan air 200 meter, lampu latar EL, stopwatch, penghitung waktu mundur, alarm, dan modul 3525 tetap menempatkannya sebagai jam digital praktis.

Ini bukan jam tangan pintar. Tidak ada informasi tentang konektivitas smartphone atau sensor kesehatan. Karena itu, nilainya tidak tepat diukur dengan fitur digital modern. Penilaian yang lebih relevan berada pada kualitas eksekusi desain, kelengkapan aksesori, serta daya tariknya bagi kolektor kolaborasi Bait.

Casio tetap menjadi jangkar teknisnya. Bait memberi lapisan karakter. G-Shock DW5600 menjadi medium yang sudah dikenal untuk tema baru tersebut.

Pengguna yang menyukai jam berwarna netral mungkin akan menilai kuning berbintik sebagai pilihan yang terlalu menonjol. Sebaliknya, kolektor yang mencari edisi dengan konsep mudah dikenali akan mendapatkan paket yang konsisten, mulai dari casing hingga kemasan. Detail maskot pada back case juga membuat tema tidak hanya hadir di sisi depan.

Harga akan menentukan daya tarik akhirnya. Tanpa angka resmi, belum ada dasar kuat untuk menyebutnya sebagai pembelian bernilai tinggi. Patokan Rp2,7 jutaan ($150) hanya menunjukkan harga model kolaborasi DW5600 sebelumnya, bukan jaminan harga baru.

• Kelebihan: Tema pisang diterapkan konsisten pada casing, tali, keeper, dan buckle.

• Kelebihan: Modul 3525 tetap menyediakan fitur inti, termasuk tahan air 200 meter.

• Kelebihan: Maskot “Shawty with Freckles” hadir pada lampu latar dan case back.

• Alasan untuk melewatkan: Fitur teknis tetap standar, tanpa konektivitas pintar.

• Alasan untuk melewatkan: Harga resmi dan ketersediaan di luar kanal Bait belum diumumkan.

Bagi penggemar Casio, G-Shock DW5600, atau kolaborasi Bait, Yamagata's Finest layak dipantau karena eksekusi warnanya kuat dan kemasannya mendukung tema. Bagi pembeli yang hanya mengejar fungsi, model DW5600 standar bisa menjadi pertimbangan lebih rasional setelah harga edisi ini diumumkan. Nilai utamanya ada pada eksekusi.

TANYA JAWAB

FAQ Seputar Casio G

Q1Apa tema utama Casio G-Shock DW5600 Yamagata's Finest?
Tema utamanya adalah pisang matang. Jam memakai warna kuning dengan bintik cokelat pada tali, keeper, dan buckle, lalu diperkuat maskot serta kemasan bertema hasil bumi.
Q2Apa saja fitur teknis G-Shock Yamagata's Finest?
Jam ini menggunakan modul 3525, ketahanan air 200 meter, lampu latar EL, stopwatch, penghitung waktu mundur, dan alarm.
Q3Kapan dan di mana jam ini dijual?
Penjualan dimulai 30 September melalui seluruh Bait Chapter dan BAITMe.com. Acara peluncurannya berlangsung 29 September di Bait Santa Ana, California.
SERI LIPUTAN

Eksplorasi Liputan #Casio

Semua #Casio
Y
PC HARDWARE & GAMING TECH REVIEWER

Yokoyama

Menulis liputan dan ulasan gaming, laptop, dan PC di KabarGadget.id. Fokus pada perangkat keras, konsol, game PC, dan emulator.

LIHAT SEMUA ARTIKEL OLEH YOKOYAMA →

TERKAIT