Casio merayakan ulang tahun ke-30 lini flagship MR-G dengan merilis dua jam tangan edisi super terbatas bernama Haruka. Bukan sekadar gawai penunjuk waktu biasa, dua model terbaru ini memadukan material titanium tingkat tinggi dengan seni kerajinan emas dan platina buatan tangan seniman ternama Jepang. Model platina MRG-B2100HR-1AJR dibanderol sekitar Rp123,3 jutaan ($6,964 atau sekitar 1,1 juta Yen) dan hanya diproduksi sebanyak 800 unit di seluruh dunia, sementara varian emas MRG-B2100HS-9A dibuat jauh lebih langka dengan jumlah hanya 150 unit saja.
Kehadiran edisi terbatas ini menyasar para kolektor jam tangan kelas atas yang menginginkan perpaduan antara keandalan teknologi tangguh khas G-Shock dan keindahan seni tradisional bernilai tinggi. Keduanya langsung mencuri perhatian karena menghadirkan detail estetika luar biasa pada bagian dial serta konstruksi bodi yang amat rumit. Bagi kolektor di Tanah Air, unit ini dipastikan menjadi barang langka yang bakal diperebutkan saat resmi dijual secara global mulai November mendatang.
Sentuhan Seni Tradisional Kyoto di Atas Dial Jam Tangan
Keistimewaan utama dari seri Haruka terletak pada bagian dial yang digarap langsung oleh seniman kriya lembaran logam ternama asal Nishijin, Kyoto, yaitu Hiroto Rakusho, yang mempelajari keahlian kuno ini dari sang ayah sebelum akhirnya mendirikan merek independen milik sendiri. Dial jam tangan ini dirancang berbentuk kisi-kisi tiga dimensi yang terinspirasi dari kigumi, yaitu teknik pertukangan kayu tradisional khas Jepang yang menyambungkan kayu tanpa menggunakan paku tunggal pun.
Rakusho menempelkan setiap lembaran logam berharga ke atas dial kisi-kisi tersebut secara manual menggunakan tangannya sendiri. Proses pengerjaan tangan secara individual ini memastikan tidak ada dua jam tangan yang memiliki pola tekstur identik seratus persen. Pada model MRG-B2100HR-1AJR, Rakusho membubuhkan lembaran platina yang memberikan kilau perak elegan nan mewah. Di sisi lain, model MRG-B2100HS-9A dibalut dengan lembaran emas murni yang memancarkan kesan hangat dan eksklusif saat terpapar cahaya dari berbagai sudut.
Teknologi Laser Canggih dan Kilau Warna Tanpa Cat
Sisi luar bodi jam tangan ini diolah dengan pendekatan teknologi tinggi yang tidak kalah menarik. Casio tidak memanfaatkan cat biasa maupun proses pelapisan kimia standar untuk memberikan aksen warna pada bezel dan tali jam. Merek asal Jepang ini mengandalkan pemotong laser berdenyut sangat pendek untuk mengukir tekstur mikroskopis pada permukaan logam titanium yang mampu membiaskan cahaya secara alami sehingga memunculkan warna struktural yang berubah-ubah saat jam diputar.
Konstruksi bingkai pelindung atau bezel pada jam ini dibuat sangat rumit demi memanjakan mata para pengagum horologi. Bezel tersebut terdiri dari 27 komponen terpisah yang masing-masing dipoles secara individual hingga halus sebelum dirakit menjadi satu kesatuan utuh. Teknik ini memberikan dimensi visual yang sangat dalam dan menguatkan karakter tangguh namun tetap anggun. Setiap lekukan bodi menampilkan permainan bias cahaya yang menawan.
Material Titanium Ringan dengan Ketangguhan Kelas Atas
Meski dibekali beragam detail estetika yang begitu halus, lini MR-G tetap memegang teguh standar ketahanan ekstrem khas seri G-Shock teratas. Bodi jam ini memiliki dimensi 49,5 x 44,4 x 13,6 mm dengan bobot yang relatif ringan di angka 122 gram saja. Bobot ringan tersebut berhasil dicapai berkat penggunaan bodi berbahan dasar titanium murni. Selain titanium, bagian bezel menggunakan paduan logam Cobarion yang sangat keras, sementara tali jamnya memanfaatkan bahan paduan titanium DAT55G.
Seluruh komponen logam tersebut dilapisi dengan lapisan karbon mirip berlian atau Diamond-Like Carbon untuk mencegah goresan serta menjaga kilaunya bertahan lama. Kaca pelindung dial menggunakan kristal safir anti-gores lengkap dengan lapisan anti-refleksi agar waktu tetap terlihat jelas di bawah terik matahari. Jam tangan ini juga dilengkapi kenop pemutar bermodel ulir serta ketahanan air hingga kedalaman 200 meter.
Fitur canggih di dalam mesinnya pun tergolong sangat lengkap untuk sebuah jam tangan kemewahan tinggi. Jam ini ditenagai oleh sistem pengisian daya solar Tough Solar yang mampu mengisi ulang baterai dari paparan cahaya alami maupun lampu ruangan. Akurasi waktunya selalu terjaga berkat penyesuaian sinyal radio Multi-Band 6 dan konektivitas Bluetooth yang bisa dihubungkan langsung ke ponsel pintar Anda. Kinerjanya tetap stabil meski digunakan untuk aktivitas harian yang berat.
Pertimbangkan Ini Sebelum Berburu Seri Terbatas Ini
Mengingat statusnya sebagai edisi khusus ulang tahun ke-30 MR-G, ketersediaan unit di pasar global dipastikan sangat terbatas dan kompetitif. Model platina MRG-B2100HR-1AJR sudah tercantum di situs resmi Casio Jepang dengan jadwal ketersediaan mulai November mendatang, sementara model emas MRG-B2100HS-9A telah muncul di situs internasional meski harganya belum diumumkan secara resmi. Hingga saat ini, belum ada informasi jadwal rilis resmi maupun kepastian alokasi unit untuk pasar Tanah Air.
Berikut beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan jika tertarik mengincar jam tangan eksklusif ini:
• Tahan dulu niat Anda jika mencari jam tangan harian biasa, sebab harga terendahnya yang mencapai Rp123,3 jutaan ($6,964) ditujukan bagi kolektor kelas atas.
• Siapkan jalur pembelian internasional atau bantuan pemesanan impor jika Anda ingin mengamankan varian platina yang hanya diproduksi 800 unit.
• Pantau terus pembaruan informasi dari Casio internasional jika Anda lebih mengincar varian emas murni yang diproduksi jauh lebih sedikit, yaitu 150 unit saja.
• Pertimbangkan perangkat ini jika Anda menginginkan karya seni tradisional Jepang bernilai investasi tinggi yang berpadu dengan teknologi jam tangan bertenaga surya tahan banting.


