Xiaomi kembali menghentak panggung smartphone flagship melalui lini terbaru mereka, Xiaomi 17 Max. Dalam pengujian daya tahan baterai independen, gawai ini menunjukkan performa yang sangat fantastis hingga mampu membuat kompetitor utamanya, Samsung Galaxy S26 Ultra, berlutut. Kehadiran ponsel ini menjadi angin segar bagi konsumen yang mendambakan daya tahan baterai tanpa kompromi tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Hasil pengujian menunjukkan perbedaan efisiensi yang sangat drastis di antara kedua produk flagship papan atas ini. Samsung Galaxy S26 Ultra, yang selama ini dikenal sebagai salah satu ponsel Android paling premium di pasaran, ternyata hanya mampu mencapai 68 persen dari total daya tahan yang ditawarkan oleh Xiaomi 17 Max. Selisih performa yang signifikan ini meletakkan Xiaomi pada posisi puncak sebagai juara baru dalam efisiensi energi smartphone modern.
Ketahanan Baterai Monster: 33 Jam Browsing Tanpa Colok Listrik
Angka pengujian spesifik pada Xiaomi 17 Max mengonfirmasi dominasi mutlak gawai ini dalam penggunaan sehari-hari. Pada skenario navigasi web berbasis Wi-Fi secara nonstop, Xiaomi 17 Max sanggup bertahan selama 33 jam 23 menit dalam sekali pengisian daya. Ini berarti konsumen dapat menggunakan ponsel secara aktif selama dua hari penuh tanpa perlu khawatir mencari colokan listrik, bahkan ketika pola aktivitas harian sedang sangat padat.
Skenario beban kerja berat pun tidak membuat ponsel ini lekas kehabisan napas. Saat dipaksa menjalankan gim berat pada batas performa maksimal, Xiaomi 17 Max masih sanggup bertahan selama 4 jam 28 menit. Sementara bagi pengguna kasual yang hanya memanfaatkan ponsel untuk membaca e-book atau komunikasi ringan, masa pakai perangkat ini bahkan mampu menembus durasi luar biasa hingga lebih dari 75 jam.
Pengisian Daya Super Cepat 100W dan Fitur Reverse Charging 22,5W
Tidak hanya unggul dalam kapasitas penampungan daya, sektor pengisian ulang Xiaomi 17 Max juga dirancang sangat responsif. Ponsel ini mendukung teknologi pengisian daya kabel hingga 100 Watt, di mana adapter pengisi daya yang kompatibel sudah tersedia langsung di dalam kotak penjualan. Untuk pengisian tanpa kabel, pengguna dapat memanfaatkan pengisian nirkabel Qi dengan kecepatan hingga 50 Watt, yang memungkinkan pengisian hingga penuh dalam waktu maksimum 2 jam.
Nilai tambah lain yang sangat berguna bagi konsumen dengan ekosistem perangkat luas adalah kehadiran fitur pengisian daya terbalik (reverse charging). Dengan keluaran daya hingga 22,5 Watt, Xiaomi 17 Max dapat dialihfungsikan menjadi power bank darurat untuk mengisi ulang perangkat lain seperti TWS, smartwatch, atau bahkan smartphone rekan Anda yang kehabisan daya saat bepergian.
Harga Lebih Murah, Namun Ada Kompromi Perangkat Impor
Dari segi nilai ekonomis, Xiaomi 17 Max menawarkan perbandingan harga yang sangat menggiurkan. Melalui distributor internasional seperti TradingShenzhen, perangkat ini dibanderol dengan harga sekitar Rp12,3 jutaan ($770). Angka ini jauh lebih murah dibandingkan Samsung Galaxy S26 Ultra yang di pasaran global saat ini dijual mulai dari Rp15,3 jutaan ($960). Selisih harga sekitar Rp3 juta ini jelas memberikan margin nilai yang sangat kompetitif bagi pembeli cerdas.
Kendati demikian, calon pembeli wajib memperhatikan beberapa batasan penting sebelum memutuskan untuk memboyong perangkat ini. Karena statusnya yang merupakan unit impor versi China, sistem operasi ponsel ini memiliki keterbatasan opsi bahasa—hanya menyediakan bahasa Mandarin dan Inggris tanpa dukungan bahasa Indonesia bawaan. Selain itu, pembeli juga harus menerima konsekuensi tidak adanya jaminan garansi resmi lokal serta skema pembaruan perangkat lunak jangka panjang yang pasti.


