Vivo X Fold6 hadir sebagai ponsel lipat kelas atas yang menggabungkan desain premium, kamera beresolusi tinggi, dan performa kuat. Perangkat ini terasa nyaman digenggam serta terlihat meyakinkan secara visual, tetapi bukan berarti bebas kompromi. Dibandingkan pendahulunya, bobotnya justru bertambah.
Hasil pengujian menunjukkan Vivo X Fold6 unggul di sejumlah aspek penting, terutama kualitas kamera dan perlindungan bodi. Namun, calon pembeli perlu memperhatikan beberapa kelemahan yang berpotensi terasa dalam pemakaian harian, mulai dari port USB yang lambat hingga suhu tinggi saat perangkat digunakan untuk beban berat.
Desain Premium dengan Perlindungan IP59
Secara fisik, Vivo X Fold6 memberikan kesan sebagai perangkat mahal yang dirancang dengan baik. Bodi terasa solid dan relatif nyaman berada di tangan, meski peningkatan bobot dari generasi sebelumnya menjadi catatan bagi pengguna yang menginginkan ponsel lipat seringan mungkin. Lipatan pada layar masih terlihat dan dapat dirasakan saat disentuh, tetapi gangguan tersebut tidak terlalu menghambat penggunaan sehari-hari.
Salah satu nilai jual pentingnya adalah sertifikasi IP59. Perlindungan ini membuat perangkat lebih siap menghadapi debu dan paparan air dibandingkan banyak ponsel biasa. Meski demikian, sertifikasi tersebut tetap bukan alasan untuk memperlakukan ponsel lipat seperti perangkat yang sepenuhnya tahan air dalam segala kondisi.
Layar 120Hz dan Konektivitas yang Tidak Sepenuhnya Konsisten
Kedua layar Vivo X Fold6 mendukung refresh rate 120Hz sehingga animasi terasa mulus ketika menggulir halaman atau berpindah aplikasi. Teknologi peredupan PWM frekuensi tinggi juga membantu mengurangi ketidaknyamanan mata bagi sebagian pengguna. Di luar ruangan, layar tetap mudah dibaca.
Akan tetapi, klaim kecerahan hingga 5.000 cd/m² tidak tercapai dalam pengujian. Tingkat kedipan dasar yang hanya 90Hz juga cukup mudah terlihat pada kondisi tertentu. Untuk konektivitas, Wi-Fi 7 mampu menawarkan transfer data tinggi, tetapi varian China tidak menyediakan dukungan Wi-Fi 6GHz dan eSIM. Kualitas suara saat menelepon tergolong baik, walau peredam bising masih dapat ditingkatkan.
Kamera 200 MP Kuat, Performa Panas, dan USB Mengecewakan
Sistem kamera menjadi salah satu kekuatan utama Vivo X Fold6. Kamera utama 200 MP mampu menghasilkan foto dengan detail baik, sementara kamera telefoto dengan optical zoom memberikan hasil yang mengesankan. Pada tingkat pembesaran tinggi, bantuan AI dapat mempertahankan detail, tetapi pemrosesan berlebihan kadang membuat foto terlihat tidak alami.
Kamera ultra-wide masih mampu menghasilkan gambar yang baik, meski kualitasnya sedikit berada di bawah kamera utama dan telefoto. Di sisi performa, chipset Dimensity 9500 menawarkan tenaga besar untuk aplikasi dan tugas berat. Masalahnya, perangkat cepat panas ketika mendapat beban berkelanjutan. Setelah 15 menit pengujian, performanya mulai menurun. Port USB 3.2 Gen 2 juga tidak mampu menunjukkan potensi maksimal karena kecepatan penyalinan hanya sekitar 350 MB/s.
Vivo X Fold6 cocok bagi pengguna yang mengutamakan pengalaman ponsel lipat premium, kamera beresolusi tinggi, dan layar dengan respons cepat. Perangkat ini kurang ideal bagi mereka yang membutuhkan performa stabil dalam sesi panjang, transfer file sangat cepat, atau dukungan konektivitas selengkap mungkin. Ketersediaan versi global dan durasi pembaruan perangkat lunak juga masih perlu dipastikan sebelum membeli.
