Google Pixel 11 Pro XL dibanderol mulai sekitar Rp23 jutaan (1.299 dolar AS) dan membawa sejumlah klaim ketahanan yang cukup meyakinkan. Google membekali layar serta panel belakangnya dengan Gorilla Glass Victus 2, sementara layar disebut memiliki lapisan antik gores yang dua kali lebih tahan dibanding generasi sebelumnya.
Namun, pengujian durability dari kanal YouTube JerryRigEverything menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak sepenuhnya mengubah pengalaman di dunia nyata. Pixel 11 Pro XL memang berhasil melewati beberapa tahap penting, tetapi permukaan layar dan rangka logamnya masih menunjukkan kelemahan yang patut diperhatikan calon pembeli.
Layar Lebih Tahan, Tetapi Tetap Tergores di Level 6
Dalam uji gores menggunakan skala kekerasan Mohs, layar Pixel 11 Pro XL mulai mengalami goresan ketika bersentuhan dengan benda pada level 6. Pola ini sebenarnya masih umum pada banyak ponsel flagship dengan lapisan kaca modern. Masalahnya, peningkatan ketahanan yang dijanjikan Google tidak terlihat signifikan dalam hasil pengujian tersebut.
Perbedaannya hanya tampak pada tingkat visibilitas. Goresan sangat halus disebut sedikit lebih sulit dilihat dibandingkan pada model sebelumnya, tetapi layar tetap tidak kebal terhadap benda keras seperti pasir, kunci, atau material mineral yang mungkin berada di dalam saku dan tas. Pengguna tetap disarankan memakai pelindung layar jika ingin menjaga kondisi perangkat dalam jangka panjang.
Rangka Mengilap Mudah Tergores, Tombol Justru Mudah Diganti
Rangka aluminium Pixel 11 Pro XL memiliki permukaan yang sangat mengilap. Finishing ini membuat perangkat terlihat premium, tetapi juga menjadikannya lebih mudah memperlihatkan bekas goresan. Dalam pengujian, permukaan logam tersebut dapat tergores relatif mudah, sehingga pemilik yang sering menggunakan ponsel tanpa casing mungkin perlu lebih berhati-hati.
Menariknya, tombol fisik perangkat dapat dilepas dari bodi tanpa proses pembongkaran yang terlalu rumit. Ini menjadi kabar baik untuk perbaikan, terutama jika tombol daya atau volume mengalami kerusakan setelah pemakaian lama. Ponsel ini juga memiliki sertifikasi IP68 untuk perlindungan terhadap debu dan air, meski sertifikasi tersebut bukan jaminan bahwa perangkat aman dari semua jenis kerusakan cairan.
Lolos Uji Tekuk dan Menawarkan Kemudahan Perbaikan
Pixel 11 Pro XL berhasil melewati uji tekuk dengan mudah. Bodi tidak menunjukkan kerusakan struktural serius ketika diberi tekanan, menandakan konstruksi perangkat cukup solid untuk menghadapi tekanan pemakaian sehari-hari. Hasil ini penting karena kegagalan pada uji tekuk dapat menyebabkan layar, rangka, atau komponen internal mengalami kerusakan permanen.
Nilai positif lain muncul saat perangkat dibongkar dari sisi depan dan belakang. Layar serta panel belakang, termasuk kumparan pengisian nirkabel, dapat diganti hanya dalam beberapa menit. Baterai memang direkatkan dengan perekat kuat, tetapi masih dapat dilepas dan diganti. Kamera serta lampu LED HiLight juga relatif mudah diakses jika mengalami kerusakan.
Secara keseluruhan, Pixel 11 Pro XL memperlihatkan kompromi yang jelas. Ketahanan struktural dan kemudahan perbaikannya tergolong baik, tetapi lapisan antik gores pada layar tidak memberikan lompatan besar seperti yang mungkin diharapkan dari sebuah flagship. Bagi pembeli, casing dan pelindung layar tetap menjadi investasi penting, terutama karena harga perangkat berada di kelas premium.