Vivo kembali mendobrak standar fotografi mobile melalui lini flagship terbarunya, Vivo X500 Pro Series. Manajer Produk Vivo, Han Boxiao, resmi memamerkan sampel video perdana yang direkam langsung menggunakan Vivo X500 Pro Max. Pengujian ini menampilkan lompatan signifikan pada kemampuan videografi ponsel pintar berkat kolaborasi lanjutan dengan raksasa optik Zeiss.
Dalam cuplikan video yang dibagikan, perangkat ini menunjukkan peningkatan batas rekaman video dari 4K120 pada generasi sebelumnya menjadi 4K240 fps secara native. Bahkan, melalui teknologi frame interpolation tingkat lanjut, smartphone flagship ini sanggup menghasilkan video slow-motion hingga 4K480 dan 4K960 fps yang sangat memukau.
Lompatan Perekaman Video 4K 960fps dan Optik Zeiss
Sampel video yang dipublikasikan secara khusus menguji performa kamera dalam kondisi pencahayaan keras (backlighting). Skenario ini dipilih untuk membuktikan ketangguhan sistem pengolahan gambar dan optik Zeiss terbaru dalam menangani rentang dinamis ekstrem tanpa mengorbankan detail pada area bayangan maupun sorotan cahaya tajam. Perekaman yang diperlambat hingga 8 kali lipat (4K240) terlihat sangat mulus tanpa adanya efek stuttering atau distorsi warna.
Meskipun fitur 4K240 fps saat ini dikonfirmasi khusus untuk kamera utama, kemampuan perekaman tinggi ini tetap menjadi tonggak baru di industri smartphone. Sebagai perbandingan, modul kamera telefoto kemungkinan masih dibatasi pada 4K120 fps, sedangkan kamera ultra-wide berada di angka 4K60 fps. Kendati demikian, hadirnya opsi perlambatan hingga 32x (4K960) membuka ruang kreatif luas bagi pembuat konten profesional.
Sensor Sony Lytia LOFIC dan Stabilisasi Gimbal 3 Derajat
Rahasia utama di balik kejernihan gambar Vivo X500 Pro Max terletak pada modul Super Dynamic Zeiss Main Camera. Kamera utama ini mengandalkan sensor Sony Lytia L910 berukuran 1/1,28 inci yang telah disematkan teknologi Lateral Overflow Integration Capacitor (LOFIC). Teknologi LOFIC berguna mencegah terjadinya overexposure pada skenario sangat terang dengan menampung kelebihan muatan elektron, menghasilkan gambar yang tetap alami walau menantang sinar matahari langsung.
Guna memastikan rekaman tetap stabil saat merekam aksi cepat, Vivo menyematkan sistem stabilisasi gimbal 3 derajat pada kamera utama dan kamera telefoto periskop 200 MP milik varian Pro Max. Stabilisasi fisik ekstra besar ini menjamin rekaman video tetap tenang tanpa getaran bak menggunakan perangkat stabilisator profesional luar.
Perbedaan Varian Pro Max dan Jadwal Peluncuran
Vivo membedakan strategi spesifikasi antara varian X500 Pro Max dan X500 Pro standar. Jika varian Pro Max mendapatkan kejayaan kamera telefoto 200 MP dengan gimbal 3 derajat, varian Vivo X500 Pro biasa dikonfirmasi menggunakan sensor telefoto 64 MP serta modul OIS standar tanpa sistem gimbal 3 derajat. Kebijakan ini dihadirkan demi memberikan pilihan bentuk fisik yang lebih ringkas bagi pengguna yang tidak membutuhkan modul kamera ultra-besar.
Peluncuran resmi Vivo X500 Pro Series dipastikan berlangsung di Tiongkok pada September. Peluncuran global untuk varian Vivo X500 dan X500 Pro Max diprediksi akan menyusul dalam kurun waktu singkat setelahnya. Perangkat ini diperkirakan akan menempati kelas flagship premium di kisaran harga mulai Rp17,7 jutaan (sekitar $999) saat mendarat di pasar internasional.



