Sunbeam Wireless resmi mengumumkan dua tambahan baru ke dalam jajaran lini produk ponsel lipat tangguh mereka, yakni Sunbeam F1 Pro Poplar dan F1 Pro Walnut. Perangkat ini dirancang khusus bagi pengguna yang ingin melepaskan ketergantungan dari smartphone modern tanpa harus mengorbankan jalur komunikasi esensial tertentu.
Dibanderol dengan harga Rp6,9 jutaan ($389), perangkat ini dijadwalkan meluncur pada November 2026 mendatang. Meskipun membawa label harga yang jauh lebih tinggi dibanding kebanyakan feature phone konvensional di pasaran, ponsel ini menawarkan pendekatan perangkat lunak yang sangat terkurasi dan berfokus pada produktivitas dasar.
Dukungan Pesan Signal dan Batasan Perangkat Lunak
Salah satu fitur paling menarik dari F1 Pro Poplar dan Walnut adalah kehadiran aplikasi perpesanan milik Sunbeam bernama Dewdrop. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk bertukar pesan teks dengan sesama pengguna Dewdrop maupun orang-orang yang menggunakan aplikasi Signal di smartphone konvensional.
Pendekatan ini membuat komunikasi grup menjadi jauh lebih praktis bagi mereka yang ingin memangkas waktu layar harian. Namun, perlu dicatat bahwa perangkat ini tidak mendukung RCS, sehingga percakapan grup berbasis RCS yang sudah ada masih harus mengandalkan MMS atau platform alternatif.
Di balik kemampuannya terhubung dengan Signal, Sunbeam tetap mempertahankan pengalaman perangkat lunak yang sengaja dibatasi secara ketat. Tidak ada web browser, aplikasi media sosial, toko aplikasi, atau fitur yang memanjakan jempol pengguna untuk berselancar di dunia maya.
Spesifikasi Perangkat Keras dan Perbedaan Model
Dari sisi dapur pacu, lembar spesifikasi F1 Pro tahun 2026 mencatat penggunaan prosesor MediaTek MT6739 yang mengandalkan empat inti ARM Cortex-A53 berkecepatan 1.28 GHz. Kinerja cip tersebut didampingi oleh RAM sebesar 3 GB serta penyimpanan internal seluas 32 GB yang masih dapat diperluas menggunakan kartu microSD hingga kapasitas 32 GB.
Bagian visual mengandalkan layar sentuh berukuran 2.8 inci dengan resolusi 480 x 640 piksel. Sektor catu daya mempercayakan baterai lepasan berkapasitas 2.200 mAh yang dipadukan dengan pengisian daya USB-C, jack audio 3.5 mm, serta konektivitas Bluetooth untuk kebutuhan aksesoris harian.
Meskipun kedua model berbagi basis spesifikasi yang serupa, terdapat beberapa perbedaan penting yang perlu diperhatikan oleh calon pembeli. Model F1 Pro Walnut dibekali fitur Wi-Fi hotspot yang memungkinkan berbagi internet seluler ke perangkat lain, sebuah kemampuan ditiadakan pada varian F1 Pro Poplar. Selain itu, pembatasan panggilan dan teks ke nomor AI juga diterapkan secara berbeda pada masing-masing unit.
Fitur Fungsional dan Ketersediaan Global
Kedua ponsel tangguh ini menjalankan sistem operasi BasicOS buatan Sunbeam di dalam sasis yang tahan terhadap air dan debu. Kendati demikian, pihak produsen tidak mengiklankan peringkat IP resmi, sehingga perangkat ini tidak boleh dianggap sepenuhnya kedap air dalam kondisi ekstrem.
Fitur tambahan lain mencakup dukungan lampiran email untuk berbagai akun populer seperti Google, Microsoft, AOL, dan Yahoo. Pengguna juga mendapatkan pemutar musik luring, perekam suara, visual voicemail, navigasi GPS, serta aplikasi Waze dari Google. Perekaman video juga didukung hingga durasi dua menit per klip.
Sunbeam turut menjanjikan fungsionalitas rideshare di masa mendatang agar pengguna bisa memanggil kendaraan tanpa bantuan smartphone konvensional. Meski demikian, fitur tersebut masih dalam tahap pengembangan dan belum tersedia saat peluncuran perdana nanti.
Menimbang Nilai Fungsional dan Target Pasar
Perangkat ini dirancang secara spesifik untuk jaringan seluler di kawasan Amerika Utara dan Selatan. Kompatibilitasnya tergolong sangat terbatas apabila digunakan di wilayah Eropa, Afrika, serta Asia akibat dukungan pita frekuensi LTE yang tidak seluas smartphone global.
Bagi konsumen yang mendambakan pemutusan hubungan dari ekosistem digital yang bising, banderol harga yang dipatok mungkin terasa sepadan dengan ketenangan yang ditawarkan. Namun, keterbatasan jaringan regional menjadi faktor krusial yang wajib diperhitungkan sebelum memutuskan meminangnya.