Ulasan perdana untuk ponsel lipat pertama Apple, Apple iPhone Duo, akhirnya dirilis oleh berbagai media teknologi global. Perangkat inovatif ini mencatat hasil pengujian yang cukup beragam di tangan para penguji profesional seperti Joanna Stern, Marques Brownlee, 9to5Mac, The Verge, hingga PetaPixel.
Meskipun membawa sejumlah pendekatan menjanjikan, generasi pertama ponsel lipat Apple ini tidak sepenuhnya luput dari catatan kritis. Dari keunggulan layar utama hingga masalah manajemen suhu yang cukup panas, mari bedah performa riil perangkat ini sebelum resmi dikirimkan kepada konsumen.
Keunggulan Layar Nano-Texture dan Visibilitas Luar Ruang
Salah satu poin paling disorot dalam ulasan awal adalah penggunaan panel layar utama berteknologi matte nano-texture. Fitur ini mendapat banyak pujian karena menawarkan tingkat keterbacaan di bawah terik matahari yang jauh lebih baik dibandingkan kompetitor sekelas Samsung Galaxy Z Fold8 yang dibanderol sekitar Rp30,1 jutaan ($1,699).
Selain visibilitas luar ruang yang superior, lipatan di tengah layar dilaporkan jauh lebih samar ketimbang perangkat buatan Samsung. Kendati demikian, Apple tidak sepenuhnya berhasil menghilangkan lipatan tersebut secara mutlak seperti klaim pemasaran mereka.
Uji Ketahanan Engsel dan Catatan Sektor Kamera
Dalam pengujian ketahanan fisik yang dilakukan Joanna Stern menggunakan mesin khusus, engsel Apple iPhone Duo berhasil bertahan melewati lebih dari 32.000 kali lipatan tanpa kendala berarti. Mesin pengukur mencatat bahwa engsel hanya mengalami sedikit peningkatan resistensi setelah pengujian ekstrem tersebut.
Sayangnya, sektor fotografi justru menuai kritik tajam. Kamera di bawah layar (under-display camera) dinilai gagal memberikan hasil jepretan yang memuaskan, terutama saat kondisi pencahayaan rendah atau backlit. Penguji menyarankan agar pengguna melipat ponsel dan mengandalkan kamera depan lubang (punch-hole) konvensional. Konfigurasi kamera ganda belakang juga dinilai biasa saja tanpa kehadiran lensa telefoto.
Manajemen Suhu dan Isu Aplikasi Pihak Ketiga
Masalah lain yang mengemuka adalah performa termal di bawah beban kerja tinggi. Apple iPhone Duo dilaporkan cepat menjadi sangat panas saat dipakai bermain game atau merekam video dalam durasi panjang.
Selain itu, penempatan tombol volume di bagian atas bodi dinilai cukup sulit dijangkau ketika pengguna sedang melakukan panggilan telepon. Sensor pemindai sidik jari Touch ID di tombol daya juga kerap menemui kendala responsivitas. Sementara itu, aplikasi pihak ketiga yang belum dioptimalisasi masih memunculkan gangguan tampilan, meski hal tersebut diprediksi dapat diatasi melalui pembaruan perangkat lunak mendatang.



