Oppo membuka sedikit arah pengembangan kamera ponsel flagship berikutnya melalui teknologi ProXDR. Sistem pencitraan ini diklaim mampu menghasilkan dynamic range hingga 17EV dalam satu frame, sekaligus membawa perekaman video 4K HDR berukuran penuh dengan konsumsi daya yang lebih rendah.
Teknologi tersebut diperkenalkan oleh Liu Zuohu, Chief Product Officer Oppo sekaligus pendiri OnePlus. ProXDR diperkirakan debut pada seri Oppo Find X10 yang dijadwalkan meluncur pada September 2026. Namun, sejumlah detail penting seperti sensor kamera, chipset, harga, dan ketersediaan global masih belum diumumkan.
ProXDR menjanjikan detail lebih utuh dalam satu frame
ProXDR menggabungkan pemrosesan high dynamic range secara real-time dengan pengambilan gambar beresolusi tinggi. Oppo menyebut sistem ini dibangun di atas DeepPix, teknologi sensor baru yang dirancang untuk menangkap rentang cahaya lebih luas. Pengembangan tidak hanya dilakukan pada sensor, tetapi juga mencakup pemrosesan gambar hingga tampilan akhir di layar.
Dalam bahasa sederhana, dynamic range menentukan seberapa baik kamera mempertahankan detail pada area sangat terang dan sangat gelap secara bersamaan. Klaim 17EV berarti kamera berpotensi menangani perbedaan pencahayaan yang ekstrem, misalnya ketika pengguna memotret subjek di bawah bayangan dengan latar belakang langit yang cerah. Jika implementasinya matang, foto bisa terlihat lebih natural tanpa langit mudah menjadi putih atau area bayangan kehilangan tekstur.
Meski demikian, angka 17EV masih merupakan klaim teknologi dari Oppo, bukan hasil pengujian independen. Hasil nyata tetap akan dipengaruhi ukuran sensor, kualitas lensa, algoritma pengolahan, layar yang digunakan, serta cara perangkat mengompresi dan membagikan foto.
Video 4K HDR berjalan otomatis tanpa mode khusus
Selain foto, ProXDR dirancang untuk merekam video 4K HDR berukuran penuh. Oppo mengklaim sistem ini lebih hemat daya dan lebih stabil saat digunakan dalam sesi perekaman panjang. Bagi pengguna, manfaat tersebut dapat terasa ketika merekam konser, perjalanan, atau aktivitas luar ruangan dengan kontras cahaya yang berubah-ubah.
Oppo juga menyatakan pengguna tidak perlu mengaktifkan sakelar atau mode perekaman khusus. Pemrosesan HDR akan bekerja otomatis dalam berbagai kondisi pemotretan. Pendekatan ini berpotensi membuat fitur HDR lebih praktis, meskipun tetap perlu dilihat apakah pemrosesan otomatis menghasilkan warna konsisten atau justru menimbulkan artefak pada subjek yang bergerak.
Oppo menargetkan transisi cahaya yang lebih halus dan reproduksi warna yang akurat. Tantangannya, video HDR tidak hanya bergantung pada kamera. Layar ponsel, aplikasi galeri, platform media sosial, dan perangkat penerima juga harus mendukung format HDR agar peningkatan kualitas benar-benar terlihat.
Find X10 bukan hanya mengandalkan sensor baru
ProXDR disebut sebagai bagian awal dari strategi pencitraan Oppo yang lebih besar. Liu Zuohu juga mengungkapkan bahwa aplikasi kamera bawaan sedang didesain ulang. Oppo akan mempertahankan sejumlah pengembangan dari generasi sebelumnya, tetapi mengubah cara aplikasi menampilkan serta mengatur proses pengambilan gambar.
Pembaruan antarmuka kamera dapat menjadi faktor penting karena fitur fotografi flagship sering kali rumit bagi pengguna umum. Jika desain baru mampu menyederhanakan pengaturan tanpa mengurangi kontrol manual, seri Find X10 bisa lebih mudah digunakan oleh pemula sekaligus tetap menarik bagi penggemar fotografi seluler.
Untuk saat ini, ProXDR sebaiknya dipandang sebagai janji teknis, bukan bukti bahwa Find X10 pasti menjadi ponsel berkamera terbaik. Oppo masih perlu menunjukkan sampel foto dan video, performa dalam kondisi minim cahaya, stabilitas perekaman, serta dukungan HDR pada perangkat lunak final sebelum keunggulannya dapat dinilai secara objektif.



