Minimal Phone 2 mulai menarik perhatian besar sebelum resmi dikirim ke pembeli. Kampanye Kickstarter ponsel dengan keyboard fisik QWERTY ini telah mengumpulkan lebih dari Rp28,3 miliar (sekitar 1,6 juta dolar AS), jauh melampaui target awal Rp1,77 miliar (100.000 dolar AS).
Pencapaian tersebut juga membuka peningkatan spesifikasi yang sebelumnya dijanjikan The Minimal Company. Setiap unit Minimal Phone 2 kini akan dibekali RAM minimal 12 GB, sementara jadwal pengiriman diperkirakan berlangsung pada Desember atau awal 2027.
Kickstarter Melampaui Target dalam Hitungan Menit
Minimal Phone 2 hadir sebagai penerus Minimal Phone generasi pertama yang diperkenalkan lebih dari setahun lalu. Model sebelumnya mendapat respons yang cukup positif karena menawarkan pendekatan berbeda dari mayoritas smartphone Android: layar e-ink, desain minimalis, dan keyboard fisik yang mengingatkan pada ponsel BlackBerry.
Untuk generasi kedua, The Minimal Company mengubah arah layar dengan panel OLED. Pergantian ini berpotensi memberikan pengalaman visual yang lebih nyaman untuk membaca, menjelajah web, menonton video, dan menjalankan aplikasi Android. OLED juga biasanya menawarkan kontras lebih tinggi serta respons yang lebih cepat dibanding e-ink, meski konsumsi baterainya kemungkinan ikut meningkat.
Target Kickstarter tercapai hanya dalam beberapa menit. Ketika nilai dukungan menembus Rp26,55 miliar (1,5 juta dolar AS), perusahaan memenuhi janji untuk menaikkan RAM minimum seluruh unit menjadi 12 GB. Namun, angka dana Kickstarter sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai jumlah penjualan, karena nilai tersebut merupakan total dukungan kampanye dan masih dapat berubah.
Keyboard QWERTY dan Spesifikasi Konektivitas
Fitur utama Minimal Phone 2 tetap berada pada keyboard QWERTY fisiknya. Berbeda dari keyboard lawas yang sepenuhnya menggunakan tombol mekanis, keyboard ini disebut bersifat touch-capacitive. Artinya, area tombol dapat merespons sentuhan sekaligus berfungsi untuk mengetik, sehingga perusahaan berusaha memadukan sensasi ponsel klasik dengan kontrol modern.
Di sektor konektivitas, ponsel ini menawarkan jaringan 5G, Wi-Fi 6E, Bluetooth 5.4, GPS, serta dukungan kartu SIM fisik dan eSIM. Kombinasi tersebut membuatnya lebih fleksibel untuk pengguna yang sering berganti operator atau ingin memisahkan nomor pribadi dan pekerjaan.
Minimal Phone 2 akan menjalankan Minimal OS berbasis Android. Sumber belum mengungkapkan versi Android, chipset, kapasitas penyimpanan, kamera, baterai, maupun harga ritel resminya. Karena itu, calon pembeli sebaiknya tidak hanya terpaku pada RAM 12 GB, tetapi juga menunggu detail komponen inti, dukungan pembaruan software, dan layanan purnajual.
Dukungan iMessage Punya Syarat Penting
Salah satu fitur yang digoda pendiri bersama The Minimal Company, Andre Youkhna, adalah dukungan iMessage. Namun, fitur ini bukan integrasi resmi langsung dari Apple. Penggunaannya dimungkinkan melalui OpenBubbles, solusi pihak ketiga yang biasanya memerlukan Mac untuk proses aktivasi.
Bagi pengguna tanpa Mac, OpenBubbles disebut membutuhkan biaya berlangganan sekitar Rp300 ribuan per bulan (16,99 dolar AS). Syarat ini membuat klaim dukungan iMessage perlu dibaca secara hati-hati. Pengalaman pengguna, kestabilan layanan, privasi, dan keberlanjutan aksesnya dapat berbeda dari iMessage pada perangkat Apple.
Secara konsep, Minimal Phone 2 menarik bagi pengguna yang merindukan keyboard fisik tanpa harus meninggalkan jaringan 5G dan aplikasi Android modern. Namun, proyek crowdfunding tetap memiliki risiko keterlambatan produksi dan perubahan spesifikasi. Sebelum ikut mendukung, pembeli sebaiknya menunggu informasi harga final, chipset, baterai, kamera, serta kepastian pengiriman.