Vivo X500 Pro Jadi Ponsel Pertama dengan Chip 2nm

Vivo mengonfirmasi X500 Pro menjadi ponsel pertama dengan chip Dimensity 2nm, membawa fokus besar pada video 4K Dolby dan zoom berbasis AI.

Penulis: Hana Lee
Tanggal: Kamis, 27 Agustus 2026 pukul 13.05
Vivo X500 Pro dengan chipset Dimensity 2nm untuk fotografi dan video profesional
Seri Vivo X500 Pro dikonfirmasi menjadi ponsel pertama dengan chip flagship Dimensity 2nm.
Vivo

Vivo mengonfirmasi bahwa seri X500 Pro akan menjadi lini ponsel pertama yang menggunakan chip flagship Dimensity dengan fabrikasi 2nm. Chip tersebut dikembangkan bersama MediaTek melalui platform Blue Crystal, menandai langkah besar Vivo dalam mengejar performa sekaligus kemampuan pemrosesan kamera.

Nama resmi chipset belum diumumkan karena MediaTek belum meluncurkannya secara publik. Namun, sejumlah detail yang beredar mengarah pada Dimensity 9600 Pro, chip yang disebut akan diproduksi menggunakan proses TSMC N2P. Konfirmasi ini memperkuat posisi seri X500 Pro sebagai perangkat yang tidak hanya mengandalkan kamera, tetapi juga teknologi silikon generasi baru.

Chip 2nm Vivo dan MediaTek Bawa Arsitektur Baru

Chip Blue Crystal × Dimensity 2nm disebut memakai konfigurasi tri-cluster yang terdiri dari dua core performa tertinggi ARM C2-Ultra, tiga core besar C2-Premium, dan tiga core menengah C2-Pro. MediaTek juga dikabarkan menyiapkan arsitektur GPU baru untuk chipset ini, meski detail frekuensi, jumlah inti grafis, serta hasil pengujian performanya belum tersedia.

Secara teknis, fabrikasi 2nm dapat membantu meningkatkan efisiensi daya dan kepadatan transistor dibanding chip generasi sebelumnya. Artinya, ponsel berpotensi menawarkan kinerja tinggi dengan konsumsi energi lebih rendah. Namun, angka fabrikasi saja belum cukup untuk menjamin baterai lebih awet atau perangkat tidak cepat panas. Optimalisasi sistem pendingin, software, dan manajemen daya tetap akan menentukan pengalaman pemakaian sehari-hari.

Fokus Utama Justru Ada di Perekaman Video

Vivo dan MediaTek memosisikan chipset ini sebagai mesin pemrosesan gambar, bukan sekadar komponen untuk mengejar skor benchmark. Salah satu fitur yang disiapkan adalah zona perangkat keras khusus untuk video Log profesional. Fitur ini mendukung perekaman 4K pada 120 frame per detik dengan kedalaman warna 10-bit, sehingga video lebih fleksibel untuk proses color grading.

Chip tersebut juga membawa NPU imaging baru untuk menjalankan pelacakan fokus otomatis pada 60 frame per detik di seluruh pilihan focal length 4K. Vivo turut mengembangkan fitur yang disebut sebagai video portrait Dolby 4K pertama di industri. Teknologi ini ditujukan untuk menjaga warna kulit dan rentang dinamis saat merekam subjek manusia, tanpa mengharuskan pengguna melakukan banyak penyuntingan setelah pengambilan gambar.

AI dan Zoom Hardware Jadi Pembeda Seri X500 Pro

Untuk pengguna yang sering membuat konten singkat, prosesor AI pada chip ini akan menyediakan fitur one-tap video highlights. Sistem tersebut dirancang untuk memilih atau menyusun momen penting dalam video secara otomatis. Manfaat nyatanya bergantung pada kemampuan algoritma mengenali adegan, tetapi pendekatan ini berpotensi menghemat waktu pengguna yang tidak ingin mengedit dari awal.

Vivo dan MediaTek juga menyiapkan mesin XDZ yang menangani super-resolution pada tingkat perangkat keras untuk video yang diperbesar. Pemrosesan ini dapat membantu mempertahankan detail ketika pengguna memakai zoom, meski kualitas akhirnya tetap akan dipengaruhi sensor kamera, lensa periskop, dan kondisi pencahayaan. Dengan demikian, keunggulan X500 Pro nantinya perlu diuji langsung, terutama pada perekaman 4K 120fps, stabilitas panas, daya tahan baterai, dan konsistensi autofocus.

Untuk saat ini, Vivo belum mengungkap tanggal peluncuran, harga, kapasitas RAM, maupun spesifikasi lengkap seri X500 Pro. Konfirmasi chip 2nm memang menarik, tetapi pembeli sebaiknya tidak langsung menganggapnya sebagai jaminan performa terbaik sebelum hasil pengujian independen tersedia. Nilai sebenarnya akan terlihat dari kombinasi kualitas kamera, efisiensi penggunaan, dukungan software, dan harga ketika perangkat resmi diperkenalkan.

Sumber: Gizmochina
TERKAIT

TERKAIT