Karbonn, salah satu merek yang pernah meramaikan pasar smartphone Android murah di India, tampaknya sedang menyiapkan langkah comeback. Sebuah perangkat bernama Karbonn ZenZ Pro muncul di Geekbench, memicu dugaan bahwa perusahaan tersebut akan kembali menjual smartphone setelah beberapa tahun lebih fokus pada feature phone.
Meski demikian, kemunculan di Geekbench belum bisa dianggap sebagai bukti peluncuran. Informasi yang tersedia justru menunjukkan kombinasi spesifikasi yang cukup janggal untuk sebuah ponsel baru, terutama karena chipset yang dipakai sudah berusia cukup lama.
Karbonn ZenZ Pro Terpantau dengan Android 16
Daftar Geekbench yang ditemukan oleh Abhishek Yadav mengidentifikasi perangkat dengan nama internal KarbonnUTLZenZ_Pro. Ponsel ini tercatat menjalankan Android 16 dan membawa RAM 6 GB. Jika informasi tersebut akurat, ZenZ Pro berpotensi menjadi smartphone Android pertama Karbonn setelah perangkat terakhirnya diluncurkan sekitar 2020.
Bagian motherboard mengarah pada platform MediaTek MT6769V/C, yang dikenal sebagai Helio G70. Chipset tersebut dibuat dengan fabrikasi 12 nm dan mengandalkan dua inti Cortex-A75 berkecepatan hingga 2,0 GHz, enam inti Cortex-A55 pada 1,7 GHz, serta GPU Mali-G52 MC2.
Dalam pengujian Geekbench 7, perangkat ini meraih skor 421 untuk single-core dan 1.511 pada multi-core. Angka itu tergolong rendah untuk standar smartphone modern, bahkan di kelas pemula. Performa tersebut kemungkinan hanya cukup untuk aplikasi harian ringan, media sosial, streaming, dan gim kasual.
Benchmark Belum Cukup Membuktikan Ponsel Ini Nyata
Geekbench memang kerap menjadi sumber awal bocoran perangkat, tetapi datanya relatif mudah dimanipulasi. Pada platform lama seperti Helio G70, seseorang dapat mengubah berkas build.prop pada ponsel lawas lalu menjalankan aplikasi benchmark. Hasilnya bisa terlihat seperti perangkat baru yang belum pernah diumumkan.
Karena itu, kemunculan Karbonn ZenZ Pro di Geekbench belum memastikan bahwa ponsel tersebut benar-benar akan dijual. Belum ada informasi mengenai desain, ukuran layar, kapasitas baterai, kamera, penyimpanan, harga, maupun tanggal peluncuran resminya.
Meski penuh tanda tanya, bocoran ini memiliki beberapa unsur yang membuatnya sedikit lebih masuk akal. Nama ZenZ Pro belum pernah terlihat sebelumnya, perangkat menggunakan identitas UTL milik Karbonn, dan catatannya mencantumkan Android 16. Namun, keaslian ketiga detail tersebut tetap membutuhkan konfirmasi langsung dari perusahaan.
Pasar Smartphone Murah India Kembali Menarik
Jika benar diluncurkan, Karbonn tidak akan menjadi satu-satunya merek elektronik India yang mencoba masuk kembali ke pasar smartphone murah. Fire-Boltt telah memperkenalkan lini smartphone Boltt, sementara Mivi juga dikabarkan sedang menyiapkan handset pertamanya. Kedua merek tersebut sebelumnya lebih dikenal melalui produk wearable dan audio terjangkau.
Pergerakan ini mencerminkan adanya peluang di segmen di bawah Rp3 jutaan (sekitar 15.000 rupee). Merek besar seperti Redmi dan Realme secara bertahap mengurangi fokus pada kelas ultra-murah untuk mengejar margin yang lebih baik. Kondisi tersebut menciptakan ruang bagi merek lokal untuk menawarkan ponsel dengan harga agresif.
Tantangannya, konsumen kini tidak hanya mencari harga rendah. Dukungan pembaruan sistem, efisiensi chipset, kualitas kamera, jaringan 5G, serta layanan purnajual menjadi pertimbangan penting. Jika ZenZ Pro benar memakai Helio G70, Karbonn perlu mengimbanginya dengan harga yang sangat kompetitif dan pengalaman perangkat lunak yang stabil agar mampu bersaing.