Hisense resmi meluncurkan A10, smartphone berbasis layar E Ink yang mencoba menjembatani kebutuhan membaca nyaman dengan fungsi ponsel modern. Seri ini terdiri dari A10 Pro dan A10 Ultra, dengan harga mulai sekitar Rp7,4 jutaan (2.799 Yuan).
Daya tarik utamanya bukan sekadar panel hitam-putih yang menyerupai kertas, melainkan aksesori layar warna tambahan yang dapat dipasang dan dilepas secara magnetis. Konsep ini membuat A10 bisa dipakai sebagai perangkat baca yang lebih tenang, lalu berubah menjadi ponsel konvensional saat pengguna membutuhkan tampilan berwarna.
Harga dan varian Hisense A10 Pro serta A10 Ultra
Hisense A10 Pro tersedia dalam tiga konfigurasi. Versi RAM 8 GB dengan penyimpanan 128 GB dibanderol sekitar Rp7,4 jutaan (2.799 Yuan). Pilihan 8 GB dan 256 GB berada di kisaran Rp7,9 jutaan (2.999 Yuan), sedangkan model tertinggi dengan RAM 12 GB dan memori 512 GB mencapai sekitar Rp9,3 jutaan (3.499 Yuan).
A10 Ultra dipasarkan dengan harga lebih tinggi, mulai sekitar Rp8,3 jutaan (3.198 Yuan) untuk varian 8 GB dan 128 GB. Versi 8 GB dan 256 GB dibanderol sekitar Rp9 jutaan (3.398 Yuan), sementara konfigurasi 12 GB dan 512 GB mencapai sekitar Rp10,3 jutaan (3.898 Yuan). Kedua model memiliki pilihan warna Moon White dan Bamboo Green, dengan bobot 190 gram.
Layar E Ink dirancang untuk membaca, bukan mengejar visual mulus
Kedua ponsel memakai layar Carta 1300 E Ink berukuran 6,13 inci, resolusi 1.648 x 824 piksel, dan kerapatan 300 piksel per inci. Panel ini menampilkan 256 tingkat abu-abu serta pencahayaan depan dua warna dengan 36 tingkat pengaturan.
Berbeda dari layar LCD atau OLED, E Ink memanfaatkan pantulan cahaya sekitar untuk membentuk gambar. Dampaknya, layar tidak memancarkan cahaya biru dan tidak mengalami kedipan seperti panel konvensional. Karakter tersebut lebih cocok untuk membaca buku elektronik, menandai dokumen PDF, atau belajar dalam durasi panjang, meski konsekuensinya adalah animasi dan pergantian halaman tidak secepat smartphone biasa.
Hisense menyematkan chip pengendali layar E Ink T2000 yang bekerja secara independen. Komponen ini membantu mengurangi bayangan sisa atau ghosting, sekaligus mengurangi beban prosesor utama ketika layar melakukan penyegaran.
Layar warna magnetis menjadi pembeda utama
Aksesori paling unik pada seri A10 adalah panel LCD warna berukuran 4,96 inci. Layar ini menempel di bagian belakang ponsel menggunakan cincin magnet dan konektor logam, sehingga dapat dipasang atau dilepas sesuai kebutuhan.
Saat terpasang, layar warna memungkinkan pengguna menikmati komik berwarna, grafik, gambar, video pendek, dan aplikasi media sosial dengan cara yang lebih mendekati smartphone umum. A10 Ultra sudah menyertakan aksesori tersebut dalam kotak penjualan. Pada A10 Pro, konektor magnetis tersedia di bodi, tetapi layar tambahannya harus dibeli terpisah.
Di sektor performa, A10 Pro dan Ultra menggunakan Qualcomm QCM6690 octa-core berbasis fabrikasi 4 nanometer dengan dukungan 5G. Sistem dapat menurunkan frekuensi prosesor saat pengguna hanya membaca, kemudian meningkatkan kinerja ketika menjalankan aplikasi yang lebih berat. Baterainya berkapasitas 4.000 mAh, mendukung pengisian kabel 18W dan nirkabel 15W. Versi Ultra juga mendukung pengisian nirkabel magnetis.
Keduanya menjalankan Android 16 dan tetap mengizinkan pemasangan aplikasi Android secara normal. Fitur lain yang tersedia mencakup kamera belakang 48 MP, kamera depan 8 MP, NFC, pemancar inframerah, Wi-Fi 6, perekaman panggilan, serta kloning aplikasi. Namun, efektivitas pengalaman sehari-hari tetap akan sangat bergantung pada optimasi aplikasi terhadap layar E Ink dan kebutuhan pengguna terhadap panel warna tambahan.