HP resmi memperluas lini laptop berbasis ARM melalui kehadiran HP OmniBook 3 (varian 14-hz0488nr) yang kini telah tersedia secara luas. Dijual dengan harga resmi mulai dari Rp9,6 jutaan ($599.99), laptop ringan berukuran 14 inci ini secara langsung diposisikan sebagai penantang serius bagi MacBook Neo yang dibanderol sekitar Rp11,1 jutaan ($699). Di beberapa peritel seperti Best Buy, laptop ini bahkan sempat mendapatkan potongan harga menarik menjadi sekitar Rp8 jutaan ($499.99).
Kehadiran HP OmniBook 3 menjadi opsi menggiurkan bagi konsumen yang membutuhkan laptop harian dengan efisiensi energi tinggi. Kombinasi prosesor Snapdragon X terbaru dan panel layar tajam menjadikannya alternatif segar di segmen laptop portabel kelas menengah, terutama bagi pengguna yang menginginkan fleksibilitas ekosistem Windows.
Sektor Layar OLED dan Ketahanan Baterai Mengagumkan
Salah satu nilai jual utama dari HP OmniBook 3 terletak pada panel layarnya. Laptop ini mengusung layar OLED 14 inci beresolusi 1920 x 1200 piksel dengan rasio aspek 16:10. Layar tersebut mendukung cakupan warna 100% DCI-P3 yang sanggup menyajikan warna hitam pekat serta reproduksi warna yang akurat untuk keperluan konsumsi media maupun penyuntingan dokumen. Meski demikian, tingkat kecerahannya terbatas pada 300 nits, sedikit lebih redup jika dibandingkan layar IPS MacBook Neo yang mampu mencapai 500 nits.
Di sektor daya, HP menyematkan baterai berkapasitas 60 Wh. Berkat efisiensi tinggi dari chipset ARM, HP mengklaim laptop ini mampu bertahan hingga 41 jam 45 menit dalam pengujian pemutaran video internal. Walaupun angka penggunaan riil sehari-hari tentu akan bervariasi tergantung beban kerja, ketahanan ini menawarkan fleksibilitas tinggi bagi pekerja yang sering bermobilitas tanpa perlu cemas mencari colokan listrik.
Performa Snapdragon X dan Dukungan Konektivitas Lengkap
Dapur pacu HP OmniBook 3 ditenagai oleh Snapdragon X X1-26-100, varian paling efisien dalam keluarga Snapdragon X. Chipset ini dibekali 8 core CPU Oryon berkecepatan hingga 2,98 GHz, NPU 45 TOPS untuk akselerasi fitur kecerdasan buatan, serta cache sebesar 30 MB. Secara pemrosesan multi-core, chipset ini sanggup mengungguli A18 Pro milik MacBook Neo, meski performa single-core dan grafisnya masih berada di belakang pesaingnya tersebut.
Model standar hadir dengan kombinasi RAM 8 GB dan penyimpanan SSD 256 GB. Pengguna perlu memperhatikan bahwa batas RAM 8 GB pada sistem operasi Windows mungkin terasa lebih cepat terbatas dibanding kapasitas serupa pada macOS. Keunggulan mutlak OmniBook 3 justru terlihat pada kelengkapan port konektivitasnya, meliputi dua port USB-A, HDMI 2.1, jack audio 3,5 mm, serta dua port USB-C 10 Gbps multifungsi. Fitur pelengkap seperti webcam 1080p berpenutup privasi fisik dan Wi-Fi 6E turut melengkapi performa mobilitasnya.



