HP kembali mendobrak batas form factor komputer ringkas lewat peluncuran HP EliteBoard G2a. Perangkat ini meneruskan jejak seri EliteBoard sebelumnya dengan memadukan motherboard berperforma tinggi langsung ke dalam sasis keyboard yang ramping. Sebagai sebuah Copilot+ PC, perangkat ini dirancang untuk pengguna yang mendambakan portabilitas ekstrem tanpa harus mengorbankan tenaga komputasi harian.
Meskipun ukurannya sangat ringkas, jeroan yang diusungnya bukan komponen sembarangan. HP menyematkan lini prosesor AMD terbaru untuk memastikan efisiensi daya dan kemampuan pemrosesan AI lokal berjalan optimal di atas meja kerja Anda.
Performa AMD Gorgon Point dan Dukungan AI Lokal
Pembaruan terbesar pada model generasi kedua ini terletak pada transisi ke prosesor AMD Gorgon Point. HP menyediakan beberapa varian konfigurasi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan komputasi pengguna. Model dasar mengandalkan prosesor Ryzen AI 5 Pro 435 yang dipasangkan dengan RAM 16 GB dan penyimpanan SSD berkapasitas 512 GB. Sementara itu, untuk kebutuhan kerja yang lebih berat, tersedia opsi lebih tinggi menggunakan Ryzen AI 5 PRO 450 dengan kapasitas memori mencapai 32 GB.
Dari sisi pengolahan grafis, varian terbawah dibekali kartu grafis Radeon 840M, sedangkan model tertingginya mengandalkan Radeon 860M. Daya tarik utama dari jajaran cip ini adalah kehadiran NPU terintegrasi yang mampu menghasilkan kemampuan hingga 50 TOPS. Angka ini memastikan tugas komputasi berbasis kecerdasan buatan, seperti pemrosesan model lokal atau fitur asisten cerdas, dapat berjalan mulus di latar belakang tanpa membebani kinerja CPU utama.
Manajemen Termal dan Kemampuan Upgrade Sasis
Merancang PC di dalam bodi keyboard berukuran 14,1 x 4,7 x 0,7 inci dengan bobot hanya 1,49 pon tentu menuntut rekayasa termal yang presisi. HP menyematkan sistem ventilasi pendingin khusus di bagian sasis bawah untuk menjaga suhu komponen tetap stabil saat menjalankan beban kerja tinggi. Panas dibuang secara efisien guna mencegah terjadinya thermal throttling yang dapat menurunkan performa prosesor secara drastis.
Menariknya, meski dimensinya sangat padat mirip perangkat Raspberry Pi kelas atas namun dengan jeroan x86 yang jauh lebih bertenaga, HP tetap memberikan ruang pemeliharaan. Pengguna masih diberikan keleluasaan untuk melakukan upgrade komponen tertentu seperti modul RAM dan SSD, atau bahkan mengganti modul keyboard jika diperlukan di masa mendatang. Desain mekanis ini membuktikan bahwa portabilitas tidak harus mengorbankan hak pengguna untuk merawat perangkat.
Konektivitas Modern dan Batasan Port Fisik
Sebagai konsekuensi dari desain sasis yang sangat tipis, sektor konektivitas fisik pada perangkat ini menjadi catatan tersendiri. HP EliteBoard G2a mengandalkan port USB4 tunggal untuk dihubungkan ke monitor kompatibel yang sekaligus berfungsi sebagai jalur suplai daya dan data. Selain itu, tersedia pula tambahan port USB-C berkecepatan 10 Gbps untuk menghubungkan aksesori atau monitor kedua.
Anda tidak akan menemukan keberadaan port USB-A konvensional maupun port Ethernet fisik di bodi perangkat ini. Sebagai gantinya, HP mengandalkan konektivitas nirkabel kelas atas berupa dukungan standar Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.0 untuk menjamin kestabilan jaringan internet serta periferal nirkabel Anda.
Harga dan Ketersediaan Global
Bagi konsumen yang berminat meminang komputer unik ini, HP telah membuka keran pemesanan di wilayah Amerika Serikat dan Inggris melalui situs resmi mereka. Varian standar dibanderol mulai dari harga Rp53,6 jutaan ($3,028) untuk konfigurasi kabel terintegrasi, atau sekitar Rp54 jutaan ($3,053) jika Anda memilih opsi kabel yang dapat dilepas.
Sementara itu, untuk model tertinggi yang mengusung Ryzen AI 7 Pro 450 dan RAM 32 GB, perangkat ini dipasarkan seharga Rp73,8 jutaan ($4,167) hingga Rp74,2 jutaan ($4,191). Khusus untuk pasar Inggris, HP menawarkan konfigurasi khusus dengan RAM 24 GB yang dibanderol sekitar Rp33,2 jutaan (£1,379.99) setelah potongan harga promosi.



