Yoniq Portal akhirnya terlihat secara langsung di Gamescom setelah sebelumnya muncul dalam teaser perangkat handheld layar ganda. Alih-alih memakai desain konsol portabel konvensional, perangkat ini tampil seperti kontroler PlayStation 2 DualShock 2 dengan sebuah layar yang ditempatkan di antara kedua grip. Yoniq belum mengungkap spesifikasi lengkap maupun harga resminya.
Video hands-on yang dibagikan Retro Dodo melalui X memperlihatkan Yoniq Portal dipajang di area pameran Gamescom. Perangkat tersebut tampak menjalankan World Soccer: Winning Eleven 8, atau yang dikenal sebagai Pro Evolution Soccer 4, game sepak bola yang dirilis pada 2004. Kemunculan ini memberi petunjuk bahwa Yoniq Portal kemungkinan besar menyasar penggemar game retro, bukan kompetitor langsung konsol modern seperti Steam Deck atau Nintendo Switch.
Desain DualShock 2 yang Menjadi Daya Tarik Utama
Daya tarik terbesar Yoniq Portal jelas berada pada desainnya. Bentuk bodinya sangat mengingatkan pada kontroler DualShock 2, lengkap dengan susunan tombol aksi ikonik berbentuk segitiga, lingkaran, silang, dan kotak. Penempatan layar di tengah grip membuatnya terlihat seperti konsep PlayStation Portal jika dirancang pada era PlayStation 2.
Layar tersebut tampak sedikit dimiringkan ke arah pengguna. Posisi ini berpotensi membuat sudut pandang lebih nyaman ketika perangkat dipegang dalam waktu lama, meski ergonominya belum dapat dinilai secara menyeluruh hanya dari video singkat. Pada bagian bawah terlihat sebuah port pengisian daya. Belum diketahui apakah port tersebut menggunakan USB-C, tetapi standar itu menjadi ekspektasi paling masuk akal untuk perangkat gaming portabel masa kini.
Layar Kecil dan Software Pantas Masih Menyimpan Misteri
Retro Dodo memperkirakan Yoniq Portal menggunakan layar berukuran sekitar 4,5 inci. Jika perkiraan ini benar, ukurannya lebih kecil dibandingkan mayoritas handheld modern. Layar mungil dapat membantu menjaga perangkat tetap ringkas, tetapi juga berisiko membuat teks, menu, dan detail game lawas terasa kurang nyaman, terutama bagi pengguna yang terbiasa dengan panel berukuran lebih besar.
Kartu informasi di samping perangkat menyebut Yoniq Portal ditenagai Pantas, yaitu software proprietary milik Yoniq. Belum ada penjelasan apakah Pantas merupakan sistem operasi mandiri atau antarmuka khusus yang berjalan di atas Android. Beberapa istilah seperti kinerja yang dioptimalkan untuk handheld, penjadwalan performa berbasis AI, konektivitas cloud lintas platform, dan penyesuaian gamepad juga tercantum, tetapi maknanya masih terlalu umum untuk dijadikan bukti kemampuan nyata.
Winning Eleven 8 Mengarah pada Fokus Emulasi Retro
Materi demo Yoniq Portal menampilkan Winning Eleven 8, game sepak bola era PlayStation 2 yang kini berusia lebih dari dua dekade. Pilihan game ini kemungkinan bukan kebetulan. Perangkat tersebut tampaknya dirancang untuk menjalankan game lawas melalui emulasi, meskipun Yoniq belum menyebut platform apa saja yang didukung.
Jika hanya mengandalkan emulasi konsol generasi lama, performa Yoniq Portal mungkin tidak perlu terlalu tinggi. Namun, kualitas pengalaman tetap bergantung pada chipset, kapasitas RAM, sistem pendingin, kompatibilitas emulator, dan optimasi software. Tanpa rincian tersebut, istilah seperti AI performance scheduling belum bisa memastikan bahwa perangkat ini mampu menjalankan game yang lebih berat atau sistem emulasi yang lebih kompleks.
Harga Belum Ada, tetapi Konsepnya Punya Ceruk Pasar
Yoniq belum mengumumkan harga, tanggal penjualan, kapasitas baterai, resolusi layar, chipset, penyimpanan, maupun sistem operasi Yoniq Portal. Karena itu, belum ada dasar yang cukup untuk menilai apakah perangkat ini akan memiliki harga kompetitif. Sebagai pembanding, PlayStation Portal resmi diluncurkan dengan harga global sekitar Rp4 jutaan (249 dolar AS), tetapi keduanya memiliki fungsi yang berbeda dan tidak dapat dibandingkan secara langsung.
Untuk saat ini, Yoniq Portal lebih tepat dilihat sebagai konsep handheld retro yang menarik secara visual, bukan produk matang yang siap direkomendasikan untuk dibeli. Desain bergaya DualShock 2 dapat memikat kolektor PlayStation dan pemain game klasik, tetapi keputusan pembelian sebaiknya menunggu spesifikasi resmi, dukungan game, daya tahan baterai, serta kejelasan legalitas dan kualitas emulasinya. Jika Yoniq mampu menjaga harga tetap terjangkau, perangkat ini berpeluang menonjol di tengah pasar handheld yang semakin dipenuhi desain serupa.