Xbox Berikutnya Harus Melawan Krisis RAM Akibat Ledakan AI

CEO Xbox menyebut lonjakan harga RAM dan penyimpanan akibat kebutuhan AI sebagai krisis yang bisa mengubah desain serta harga konsol berikutnya.

Penulis: Yokoyama
Tanggal: Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 03.04
Ilustrasi konsol Xbox dan krisis kenaikan harga RAM akibat kebutuhan AI
Microsoft menilai kenaikan biaya RAM dan penyimpanan dapat memengaruhi desain serta harga Xbox generasi berikutnya.
Xbox

Konsol Xbox generasi berikutnya tidak hanya dituntut lebih bertenaga, tetapi juga harus lebih masuk akal untuk dibeli. CEO Xbox Asha Sharma mengatakan kepada BBC bahwa kenaikan biaya komponen, terutama RAM dan penyimpanan, telah menempatkan industri gim di tengah krisis yang ia sebut sebagai “RAMpocalypse”.

Menurut Sharma, lonjakan permintaan dari perusahaan kecerdasan buatan menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga RAM dan NAND flash. Komponen tersebut banyak digunakan di pusat data untuk menjalankan model AI, sehingga pasokannya semakin ketat dan biaya produksinya ikut meningkat. Dampaknya mulai terasa pada harga perangkat gaming, bahkan setelah konsol beredar cukup lama di pasar.

Ledakan AI Mulai Mengubah Ekonomi Konsol

Selama ini, produsen konsol biasanya menekan harga perangkat pada awal siklus hidupnya untuk memperbesar jumlah pengguna. Keuntungan kemudian diharapkan datang dari penjualan gim, layanan berlangganan, aksesori, serta transaksi digital. Namun, strategi tersebut menjadi lebih sulit ketika harga memori dan penyimpanan bergerak naik secara global.

Sharma menyebut industri konsol tidak lagi bisa hanya mengejar spesifikasi tertinggi. Setiap tambahan kapasitas RAM atau penyimpanan memiliki konsekuensi langsung terhadap biaya per unit. Kenaikan ini juga dapat memaksa produsen meninjau ulang konfigurasi perangkat, sistem penyimpanan, dan cara konsumen membeli konsol pada generasi mendatang.

Xbox Ingin Menawarkan Lebih Banyak Pilihan

Alih-alih sekadar berlomba dalam performa mentah, Microsoft ingin memberi pemain lebih banyak pilihan dalam cara bermain dan membeli perangkat. Pernyataan ini mengisyaratkan kemungkinan strategi produk yang lebih beragam, meski Sharma belum mengonfirmasi apakah Xbox berikutnya akan hadir dalam beberapa model seperti Series X dan Series S saat ini.

Microsoft juga sedang menguji program disc-to-digital. Melalui skema tersebut, anggota Xbox Insiders dapat memperoleh akses digital untuk gim fisik yang sudah mereka miliki, selama judulnya didukung. Program ini akan dimulai dengan ribuan gim dan daftar kompatibelnya disebut akan bertambah secara bertahap.

Belum Ada Harga, Jadwal, atau Spesifikasi Resmi

Sharma belum mengungkap harga, waktu peluncuran, maupun spesifikasi teknis konsol Xbox generasi berikutnya. Ia hanya mengakui bahwa beberapa tahun ke depan akan menjadi periode yang menantang bagi industri. Fokus pada efisiensi biaya menunjukkan bahwa Microsoft kemungkinan perlu mengorbankan sebagian ambisi hardware demi menjaga harga tetap terjangkau.

Situasi ini muncul setelah Sharma memimpin Xbox selama sekitar enam bulan, menyusul perpindahannya dari divisi AI Microsoft. Ia sebelumnya juga mendorong restrukturisasi besar di Xbox, termasuk pemutusan hubungan kerja terhadap ribuan karyawan. Bagi Microsoft, perubahan tersebut diklaim penting agar bisnis gaming dapat bertahan hingga 25 tahun ke depan, tetapi langkahnya mendapat respons skeptis dari sebagian penggemar.

Untuk konsumen, isu RAMpocalypse berarti generasi Xbox berikutnya mungkin tidak otomatis menawarkan lompatan spesifikasi sebesar yang diharapkan. Microsoft harus membuktikan bahwa efisiensi biaya benar-benar menghasilkan harga yang lebih bersahabat, bukan sekadar penghematan yang mengurangi kapasitas atau fitur. Sampai ada pengumuman resmi, pernyataan Sharma masih menjadi sinyal arah strategi, bukan konfirmasi desain konsol baru.

Eksplorasi Seri & Berita Xbox Lainnya

Kumpulan ulasan mendalam, bocoran, dan kabar terbaru seputar Xbox.

Lihat Semua Xbox
TERKAIT

TERKAIT