GAMING / LIPUTAN KHUSUS

Riot Games Suntik Mati League of Legends Classic Pasca 3 Bulan Rilis

/ Riot Games menghentikan mode League of Legends Classic akibat penurunan populasi pemain serta kritik tajam pada sistem monetisasi battle pass.

YOKOYAMA •
Ilustrasi lol classic mode shutting down riot games.jpg Riot Games Suntik Mati League of Legends Classic Pasca 3 Bulan Rilis
Riot Games Suntik Mati League of Legends Classic Pasca 3 Bulan Rilis
FOTO: Riot

Riot Games secara mengejutkan memutuskan untuk menghentikan mode League of Legends Classic hanya tiga bulan setelah perilisannya. Mode yang awalnya dirancang sebagai fitur permanen ini resmi diperkenalkan pada Patch 26.15 awal Agustus lalu untuk membawa kembali atmosfer awal game MOBA legendaris tersebut. Namun, gelombang nostalgia yang tinggi di awal rilis tidak mampu menahan penurunan drastis jumlah pemain dalam waktu singkat.

Awalnya, mode ini menyajikan peta Summoner's Rift orisinal, antarmuka klasik, mekanisme item lawas, serta kit kemampuan lama untuk lebih dari 60 Champion. Sayangnya, mayoritas pemain dengan cepat kembali ke mode standar League of Legends setelah rasa penasaran mereka terobati. Nostalgia saja ternyata tidak cukup.

Penyebab Utama Lonjakan Pemain League Classic Merosot Tajam

Pengembang mengonfirmasi bahwa sebagian besar pemain veteran kini sudah jarang bermain secara aktif. Di sisi lain, pemain baru kesulitan beradaptasi dengan mekanisme permainan lama yang terasa sangat kaku dibanding versi modern. Perbedaan fundamental pada tempo permainan dan sistem kalkulasi stat menjadi tembok penghalang bagi pemain generasi baru.

Pemain lama enggan bertahan. Selain kendala fleksibilitas gameplay, keputusan Riot Games menyertakan mikrotransaksi agresif di mode nostalgia ini langsung memicu reaksi keras. Pengembang memberlakukan Battle Pass khusus mode Classic dan menjual skin klasik secara terpisah. Komunitas menilai langkah memasang tarif tambahan untuk konten yang sudah berusia belasan tahun sebagai bentuk komersialisasi berlebihan.

Kontroversi Monetisasi Battle Pass dan Kebijakan Refund

Respons komunitas berbalik tajam. Menanggapi protes keras dari para pemain, Riot Games mulai memangkas fitur monetisasi pada Patch 26.21 yang menandai dimulainya Act II dari Season 3 pada 21 Oktober. Akses ke Toko Classic kini dibatasi hanya untuk pembelian Champion, Runes, dan Rune Pages, sementara skema Battle Pass Classic diubah sepenuhnya menjadi jalur gratis (free tier).

Bagi pemain yang sudah terlanjur membeli item kosmetik khusus mode Classic, Riot Games menjamin pengembalian dana. Sistem refund ini akan disalurkan dalam bentuk Riot Points (RP), yaitu mata uang premium yang berlaku lintas game buatan Riot seperti Valorant. Langkah ini diambil untuk menekan kerugian pemain sebelum mode tersebut benar-benar ditutup.

Langkah Penyesuaian Patch 26.21 dan Masa Depan Mode Nostalgia

Langkah penutupan ini dilakukan secara bertahap. Mulai Patch 26.21, Riot Games menerapkan pembatasan antrean (queue windows) untuk mode Classic. Wilayah seperti Jepang serta MENA (Timur Tengah & Afrika Utara) bahkan langsung dibatasi hanya bisa mengakses mode ini lewat fitur custom games.

Secara keseluruhan, mode League of Legends Classic masih akan dapat dimainkan hingga Season 3 usai pada Januari 2027. Setelah tanggal tersebut, Riot Games akan "memasukkan kembali Classic ke dalam kotak" untuk dievaluasi ulang. Pengembang berjanji akan membawa kembali mode nostalgia ini di masa depan sebagai event terbatas dengan penyesuaian mekanis yang lebih seimbang antara elemen klasik dan modern.

Y
PC HARDWARE & GAMING TECH REVIEWER

Yokoyama

Menulis liputan dan ulasan gaming, laptop, dan PC di KabarGadget.id. Fokus pada perangkat keras, konsol, game PC, dan emulator.

LIHAT SEMUA ARTIKEL OLEH YOKOYAMA →

TERKAIT