Honeycomb resmi menetapkan tanggal rilis untuk periferal simulasi penerbangan terbarunya, Honeycomb Echo Aviation Controller XPC. Sebagai Flight Controller portabel yang mengantongi lisensi resmi Xbox dan mendukung PC, perangkat ini dibanderol seharga Rp3,2 jutaan ($179.99). Honeycomb kini telah membuka sistem reservasi tanpa uang muka khusus untuk pasar Amerika Serikat sebelum penjualan resminya dimulai pada 20 November mendatang.
Langkah ini memberikan kemudahan bagi pencinta simulator yang menginginkan kepraktisan tanpa harus memasang perangkat kokpit berukuran besar di meja kerja. Honeycomb Echo Aviation Controller XPC dirancang untuk memadukan fungsi navigasi udara kompleks ke dalam satu genggaman tangan yang ergonimis.
Menggabungkan Tiga Perangkat Utama dalam Satu Grip Handheld
Bagi kalangan pencinta simulator penerbangan, mengoperasikan pesawat tanpa perangkat yoke, throttle, dan rudder terpisah kerap mengurangi kesan realistis. Namun, perangkat modular berukuran penuh membutuhkan ruang meja yang sangat lapang. Honeycomb Echo Aviation Controller XPC memangkas keterbatasan tersebut dengan memadukan fungsi Alpha yoke, Bravo throttle quadrant, dan Charlie rudder pedals ke dalam satu unit genggam.
Sistem kendali utama untuk pitch dan roll mengandalkan thumbstick berpresisi tinggi dengan Sensor TMR 16-Bit (Tunnel Magnetoresistance). Penerapan Sensor TMR 16-Bit ini menjadi pembeda utama dari varian khusus PC sebelumnya yang masih menggunakan sensor Hall-effect biasa. Penggunaan teknologi TMR memberikan akurasi pergerakan sumbu yang lebih halus serta bebas dari masalah drift dalam jangka panjang.
Untuk kendali belok di landasan maupun udara, bagian belakang sasis dibekali Hall-Effect Rudder Paddles. Dayanya memanfaatkan mekanisme pegas untuk kembali ke posisi tengah secara otomatis. Presisi kendali tetap terjaga. Ukurannya sangat ringkas.
Kontrol Fleksibel dan Daya Tahan Baterai 15 Jam
Meski berukuran mini, tata letak kontrol fisik pada Honeycomb Echo Aviation Controller XPC tergolong sangat lengkap. Pengguna disuguhkan empat buah slider berdetak (detented) yang dapat difungsikan untuk mengatur throttle, flaps, hingga airbrakes. Bagian penutup (caps) pada slider ini bahkan bisa dilepas dan diganti sesuai preferensi penerbangan, baik untuk pesawat komersial (airliner) maupun penerbangan umum (general aviation).
Di samping itu, Honeycomb menyematkan trim wheel bertekstur, POV hat switch untuk mengatur sudut pandang kamera kokpit, serta tuas khusus untuk mengoperasikan landing gear, flaps, dan parking brake. Kontrolnya sangat lengkap.
Aksesori Gaming Xbox ini dapat terhubung ke konsol atau PC melalui sambungan kabel USB maupun nirkabel. Didukung kapasitas Baterai 15 Jam, pengguna dapat menikmati sesi penerbangan jarak jauh (long-haul flight) tanpa perlu khawatir kehabisan daya di tengah jalan. Pengisian ulang dayanya pun praktis menggunakan port USB-C.
Sistem Reservasi Tanpa DP dan Ketersediaan Global
Sistem pemesanan kini dibuka. Honeycomb menerapkan mekanisme reservasi unik di wilayah AS tanpa perlu membayar uang muka terlebih dahulu. Setelah stok siap dikirim, pembeli akan menerima undangan surel dan diberikan batas waktu 48 jam untuk menyelesaikan pembayaran sebelum antrean dialihkan ke calon pembeli berikutnya.
Untuk wilayah di luar AS, peluncuran akan dilakukan secara bertahap mulai 20 November. Toko resmi Honeycomb kawasan Eropa sudah mencantumkan banderol harganya sebesar Rp3,7 jutaan (€179.99). Sebagai pembanding, varian lama yang khusus PC terdaftar di angka Rp3,1 jutaan (€149.99), meski stoknya saat ini terpantau kosong.
Jalan Tengah Praktis untuk Virtual Aviator
Kehadiran Honeycomb Echo Aviation Controller XPC menjawab tantangan bagi virtual aviator di konsol Xbox Series X|S yang membutuhkan akurasi tinggi namun terhalang keterbatasan ruang. Integrasi Sensor TMR 16-Bit dan Hall-Effect Rudder Paddles memastikan respon input tetap presisi setara perangkat meja profesional.
• Kelebihan Utama: Ringkas, mengombinasikan fungsi yoke, throttle, dan rudder, serta didukung Sensor TMR 16-Bit yang presisi.
• Alasan Pertimbangan: Pengoperasian menggunakan jam tangan/ibu jari mungkin membutuhkan penyesuaian bagi pemain yang terbiasa dengan fisik yoke ukuran penuh.