Resident Evil Baru Bawa Sudut Pandang Orang Pertama ke Bioskop

Film Resident Evil terbaru menampilkan adegan tembak-menembak dari sudut pandang orang pertama, lengkap dengan mekanik khas game seperti herbal dan senjata.

Penulis: Yokoyama
Tanggal: Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 01.05
Cuplikan film Resident Evil terbaru dengan adegan sudut pandang orang pertama di laboratorium
Film Resident Evil terbaru menggunakan sudut pandang orang pertama secara terbatas untuk meniru sensasi bermain game.
Sony Pictures

Film Resident Evil terbaru mulai memperlihatkan pendekatan yang lebih dekat dengan pengalaman bermain game. Rekaman di balik layar produksi menampilkan adegan aksi dari sudut pandang orang pertama, dengan senjata terlihat di bagian bawah frame ketika Bryan bergerak menyusuri sebuah laboratorium.

Cuplikan tersebut dibagikan DiscussingFilm pada 24 Agustus dan memperlihatkan bahwa sutradara Zach Cregger tidak sekadar mengadaptasi cerita dari salah satu game. Ia mencoba menerjemahkan sensasi bermain Resident Evil ke dalam bahasa sinema, termasuk cara kamera, ritme, eksplorasi, dan perkembangan senjata digunakan untuk membangun ketegangan.

Sudut Pandang Orang Pertama Jadi Senjata Utama

Pendekatan ini menjadi perubahan besar dibandingkan film-film Resident Evil sebelumnya maupun game klasiknya. Seri game tersebut pada awalnya dikenal melalui sudut kamera tetap, sebelum beralih ke perspektif orang ketiga dan akhirnya menggunakan sudut pandang orang pertama secara penuh di Resident Evil 7: Biohazard pada 2017.

Menurut Cregger, perspektif orang pertama tidak akan digunakan untuk seluruh film. Kamera tersebut diperlakukan sebagai salah satu alat bercerita, terutama ketika film ingin menempatkan penonton langsung di posisi Bryan. Strategi ini penting karena penggunaan sudut pandang subjektif secara berlebihan dapat terasa melelahkan, seperti yang pernah terjadi pada film Doom dan Hardcore Henry.

Mekanik Game Dipindahkan ke Dalam Cerita

Selain gaya kamera, film ini juga memasukkan sejumlah elemen yang langsung mengingatkan pada permainan Resident Evil. Penonton akan menemukan pintu yang terkunci gembok, kaleng semprotan penyembuh, serta tanaman herbal hijau yang selama ini menjadi bagian ikonik dari sistem pemulihan kesehatan dalam game.

Cregger juga menyusun perkembangan cerita dengan pola yang menyerupai permainan. Lingkungan akan berubah setiap beberapa menit agar ancaman terus meningkat, sementara Bryan memulai perjalanan dengan pistol sebelum memperoleh senjata yang lebih kuat. Pola tersebut berpotensi membuat film terasa seperti sebuah playthrough yang dipadatkan, bukan sekadar film horor dengan nama besar.

Cerita Baru di Tengah Wabah Raccoon City

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 18 September dan menjadi reboot kedua untuk seri film Resident Evil. Sony melalui Columbia Pictures dan PlayStation Productions menggarap proyek tersebut dengan estimasi anggaran sekitar Rp1,4 triliun (US$80 juta). Cregger sebelumnya dikenal lewat film Barbarian dan Weapons.

Kisahnya mengikuti Bryan, seorang kurir medis yang terjebak dalam wabah virus di Raccoon City. Latar ceritanya mengambil inspirasi dari versi alternatif Resident Evil 2, tetapi tidak mengadaptasi alur game tertentu secara langsung. Austin Abrams berperan sebagai Bryan, didukung Zach Cherry, Kali Reis, dan Paul Walter Hauser.

Keputusan menggunakan karakter orisinal, alih-alih menghadirkan tokoh utama seperti Leon Kennedy, menunjukkan bahwa film ini ingin membangun identitasnya sendiri. Bagi penggemar lama, pendekatan tersebut mungkin terasa berisiko. Namun, jika elemen interaktif seperti eksplorasi, pengelolaan sumber daya, dan peningkatan senjata berhasil diterjemahkan secara alami, film ini berpeluang menjadi adaptasi Resident Evil yang paling memahami atmosfer gamenya.

Eksplorasi Seri & Berita Resident Evil Lainnya

Kumpulan ulasan mendalam, bocoran, dan kabar terbaru seputar Resident Evil.

Lihat Semua Resident Evil
TERKAIT

TERKAIT