OneXPlayer Apex Air yang diperkenalkan beberapa pekan lalu kini diam-diam mulai tersedia di toko resmi perusahaan. Handheld gaming berbasis Intel ini membawa kombinasi prosesor grafis Arc G3 Extreme, RAM besar, serta opsi baterai eksternal yang tidak umum ditemukan pada perangkat sekelasnya.
Meski demikian, Apex Air bukan perangkat yang diposisikan sebagai konsol genggam murah. OneXPlayer hanya menyediakan satu konfigurasi dengan RAM 32GB dan SSD 1TB, sementara harga resminya mencapai sekitar Rp32,6 jutaan (US$1.839). Angka tersebut bahkan sedikit lebih tinggi dibandingkan MSI Claw 8 EX AI+ yang memakai platform Intel serupa.
Harga Tinggi dengan Spesifikasi Kelas Atas
OneXPlayer Apex Air mengandalkan Intel Arc G3 Extreme sebagai fondasi performanya. Detail performa riil tetap bergantung pada pengaturan daya, optimasi gim, dan sistem pendingin, tetapi penggunaan chip grafis Intel terbaru ini menunjukkan bahwa perangkat tersebut membidik gamer yang menginginkan performa PC dalam format portabel.
Konfigurasinya dibuat cukup agresif untuk kebutuhan gim modern. RAM 32GB memberi ruang luas untuk menjalankan gim berat, aplikasi pendukung, maupun multitasking tanpa cepat kehabisan memori. Penyimpanan internal 1TB juga lebih lega dibanding banyak handheld gaming yang masih menawarkan kapasitas 512GB.
Namun, banderol tersebut membuat Apex Air harus berhadapan langsung dengan perangkat lain yang sudah memiliki reputasi lebih kuat. MSI Claw 8 EX AI+ dibanderol sekitar Rp31,8 jutaan (US$1.799) saat peluncuran, sehingga perbedaan harga keduanya relatif kecil. Calon pembeli perlu melihat keunggulan desain dan ekspansi penyimpanan Apex Air, bukan sekadar membandingkan angka spesifikasi.
Slot Penyimpanan dan Baterai Eksternal Jadi Pembeda
Salah satu nilai jual utama Apex Air adalah kehadiran slot mini SSD. OneXPlayer menyebut slot tersebut mendukung drive hingga 2TB, sehingga pengguna dapat menambah kapasitas tanpa harus mengganti SSD utama. Perangkat ini juga menyediakan slot microSD dengan dukungan ekspansi hingga 2TB.
Kombinasi tersebut menarik bagi gamer yang memiliki banyak koleksi gim berukuran besar. Meski begitu, penggunaan mini SSD dan microSD tetap perlu dipertimbangkan dari sisi kecepatan. SSD tambahan ideal untuk gim yang membutuhkan waktu pemuatan cepat, sedangkan microSD lebih cocok untuk penyimpanan arsip atau judul yang tidak terlalu menuntut performa baca.
Keunikan lain datang dari baterai eksternal berkapasitas 85Wh. Baterai tambahan memungkinkan sesi bermain lebih panjang ketika pengguna jauh dari stopkontak dan dapat mengurangi ketergantungan pada power bank. Konsekuensinya, baterai tersebut memiliki bobot sekitar 380 gram dan membuat perangkat jauh lebih berat saat dipasang.
Layar 120Hz, Konektivitas Modern, tetapi Kurang Ringkas
Apex Air membawa layar berukuran 8 inci dengan refresh rate 120Hz. Panel dengan penyegaran tinggi dapat membuat navigasi antarmuka dan pergerakan dalam gim terasa lebih mulus, meskipun manfaatnya akan bergantung pada kemampuan perangkat menghasilkan frame rate tinggi secara konsisten.
Sistem pendinginnya menggunakan konfigurasi dua kipas, yang diharapkan mampu menjaga suhu ketika chip Intel bekerja dalam beban panjang. OneXPlayer juga menyertakan slot PCIe M.2 2280, format SSD yang lebih umum dan relatif mudah ditemukan di pasar.
Untuk konektivitas nirkabel, Apex Air mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4. Ini menjadi peningkatan dibanding generasi konektivitas sebelumnya, terutama bagi pengguna yang memiliki router modern atau ingin memakai perangkat audio dan aksesori nirkabel terbaru. Kekurangannya, model Intel ini tidak menyediakan port daya DC khusus.
Bobot menjadi kompromi terbesar. Unit utama memiliki berat 699 gram tanpa baterai eksternal. Setelah baterai 85Wh dipasang, bobot totalnya naik menjadi sekitar 1.079 gram. Sebagai pembanding, MSI Claw 8 EX AI+ berbobot 785 gram sudah termasuk baterai internal 80Wh. Artinya, Apex Air lebih fleksibel untuk penggunaan panjang, tetapi jauh kurang praktis dibawa dalam perjalanan.