Pasar konsol permainan genggam (handheld gaming) kembali dihebohkan dengan gebrakan baru dari Lenovo. Setelah berminggu-minggu menebar godaan, produsen teknologi asal Tiongkok tersebut akhirnya resmi meluncurkan gawai terbarunya, Lenovo Legion C700. Berbeda dengan seri Legion Go yang mengusung performa mentah native PC, Legion C700 mengambil arah berbeda dengan berfokus penuh pada lini cloud gaming.
Strategi Lenovo kali ini secara langsung menantang keberadaan pesaing seperti Logitech G Cloud yang dibanderol di kisaran Rp4,4 jutaan ($249). Untuk tahap awal peluncuran, Legion C700 baru tersedia eksklusif di pasar Tiongkok dengan mengandalkan ekosistem streaming Tencent Start yang berjalan di atas sistem operasi Android 16.
Dapur Pacu Dimensity 7400 dan Layar 120Hz untuk Streaming Mulus
Secara teknis, Lenovo Legion C700 dibekali spesifikasi visual yang tergolong mumpuni di kelasnya. Konsol ini mengusung panel layar IPS berukuran 7,82 inci beresolusi Full HD (1920 x 1080 piksel) dengan rasio 16:9. Demi memberikan pengalaman bermain yang mulus, Lenovo menyematkan dukungan refresh rate tinggi 120 Hz serta tingkat kecerahan maksimal mencapai 500 nits, dibingkai oleh bezel yang relatif tipis.
Di sektor dapur pacu, konsol cloud ini ditenagai oleh chipset delapan inti MediaTek Dimensity 7400 berarsitektur 4nm. Meskipun komputasi utama difokuskan pada cloud, Lenovo tetap melengkapi perangkat ini dengan sistem pendingin aktif berupa kipas kecil dan heatsink internal. Perusahaan mengklaim bahwa konsol ini sanggup memutar game kelas AAA seperti Black Myth: Wukong pada kecepatan 60 FPS dengan latency hanya 10 ms via Tencent Start, walau klaim ini masih memerlukan pengujian independen lebih lanjut.
Kontrol Presisi TMR dan Daya Tahan Baterai Jumbo
Salah satu keunggulan utama dari Legion C700 terletak pada sektor kontrol navigasinya. Lenovo menyematkan joysticks berbasis teknologi Tunnel Magnetoresistance (TMR) yang dikenal sangat presisi dan tahan lama terhadap masalah drift, dipadukan dengan trigger berteknologi Hall effect serta tombol makro tambahan di bagian belakang bodi. Kombinasi ini memberikan responsivitas setara kontroler handheld kelas atas.
Menopang seluruh kebutuhan dayanya, Legion C700 dibekali baterai berkapasitas sangat besar di kelasnya, yakni 8.000 mAh. Kapasitas ini tergolong melimpah mengingat pemrosesan cloud gaming umumnya jauh lebih hemat daya dibandingkan mengeksekusi game secara native, sehingga menawarkan durasi sesi bermain yang sangat panjang bagi para pemakai.
Harga dan Ketersediaan Pasar
Dalam periode peluncuran perdana di Tiongkok, Lenovo menawarkan Legion C700 varian RAM 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB dengan harga promosi mulai dari Rp3,9 jutaan (1.499 Yuan), dari harga normal sekitar Rp5,8 jutaan (2.199 Yuan). Sesi pemesanan awal (pre-order) dibuka mulai 8 September.
Lenovo juga mengonfirmasi adanya varian yang lebih terjangkau dengan kombinasi RAM 6 GB dan memori 128 GB, meski belum membeberkan tanggal peluncuran resminya. Hingga saat ini, pihak produsen belum mengumumkan apakah Legion C700 akan diboyong ke pasar global secara resmi. Bagi konsumen global, varian Lenovo Legion Go 2 dan Legion Go S masih menjadi pilihan utama untuk segmen konsol handheld dari Lenovo.