Ajang BlizzCon 2026 yang berlangsung pada 12 hingga 13 September di Anaheim, Amerika Serikat, menjadi panggung besar bagi Blizzard Entertainment untuk mengumumkan masa depan lini gim Warcraft. Tanpa banyak sesumbar sebelumnya, gelaran dua hari ini dipenuhi kejutan segar yang langsung menyedot perhatian komunitas gamer dunia, khususnya bagi penggemar genre Real-Time Strategy (RTS) dan permainan MMORPG veteran.
Kejutan paling menyita perhatian datang dari ranah strategi. Setelah bertahun-tahun merindukan kelanjutan kisah klasik, Blizzard secara mendadak merilis babak cerita baru untuk Warcraft III: Reforged di tengah pembukaan acara. Langkah tak terduga ini seolah menjadi penawar dahaga bagi para pemain yang merindukan atmosfer petualangan legendaris di daratan Azeroth.
Kejutan Manis Kampanye Baru Warcraft III Reforged
Blizzard secara mengejutkan merilis ekspansi cerita bertajuk Warcraft III: Reforged - Forsaken Kingdom. Ini merupakan kampanye cerita resmi pertama yang ditambahkan ke gim strategi tersebut sejak perilisan The Frozen Throne pada tahun 2003 silam.
Konten baru ini menyajikan durasi permainan sekitar 30 jam yang terbagi ke dalam dua bagian utama. Bagian pertama berisi empat misi prolog bertajuk Last Days of Lordaeron, sedangkan bagian utama mengusung struktur ala gim RPG soft open-world yang terinspirasi dari mode petualangan Rexxar pada masa lalu. Jalan ceritanya mengulas tuntas dampak kehancuran Lordaeron akibat perbuatan Arthas Menethil, kebangkitan Sylvanas Windrunner, hingga berdirinya faksi Forsaken dan kota Undercity.
Bersamaan dengan ekspansi ini, Blizzard meluncurkan Pembaruan 3.0 yang membawa peningkatan besar. Pembaruan tersebut mencakup mode grafis Definitive Edition, sistem inventaris serta bakat (talent) anyar untuk mode kampanye, batas seleksi grup hingga 24 unit, perbaikan tata cahaya pada World Editor, hingga pahlawan netral baru untuk mode multipemain bernama Forsaken Paladin.
World of Warcraft: Forever Tawarkan Pengalaman Jalur Ketiga
Tidak berhenti di lini strategi, pencinta MMORPG juga dimanjakan dengan pengumuman World of Warcraft: Forever. Gim ini diposisikan sebagai pengalaman mandiri ketiga yang berdiri sejajar di samping versi Modern dan Classic. Dipastikan meluncur pada 4 November mendatang, tahap uji coba beta gim ini dibuka mulai 17 September.
Dalam perilisan utamanya, WoW: Forever menyajikan empat wilayah baru yang dapat dijelajahi, yaitu Mount Hyjal, Zephras Isle, Shen'dralas, dan Riverglades. Para pemain bakal disuguhi lebih dari 1.000 misi baru, sembilan dungeon, dua lokasi raid berukuran 10 dan 20 pemain, serta arena pertempuran PvP 15 lawan 15 di Darkspear Islands.
Gim ini turut memperkenalkan ras baru bernama Skyborne, ras peri netral yang dapat memihak ke faksi Horde maupun Alliance. Pilihan kombinasi ras dan kelas juga makin beragam lewat hadirnya Forsaken Paladin serta Dwarf Shaman, yang kesemuanya dikemas dalam pengembangan era level 1 hingga 60 di Azeroth.
Rencana Masa Depan The Last Titan dan Ekspansi Hearthstone
Selain dua pengumuman raksasa tersebut, Blizzard memberikan sedikit cuplikan untuk The Last Titan, babak penutup dari saga besar Worldsoul yang melanjutkan kisah Midnight. Lewat cuplikan singkat, gim ini ditargetkan rilis pada tahun 2027. Pemain akan diajak kembali menjelajahi wilayah Northrend yang telah dibangun ulang untuk menyingkap konspirasi para Titan di Ulduar.
Sementara itu, gim kartu digital Hearthstone juga mendapat porsi pembaruan yang tidak kalah menarik. Blizzard mengumumkan ekspansi Reign of the Black Empire yang bakal dirilis pada 20 Oktober. Ekspansi ini membawa mekanik Old God, fitur penggabungan kartu lewat kata kunci Assemble, serta tipe minion baru Aberrations untuk mode Battlegrounds.
Sebagai penutup yang paling dinanti pemain gim kartu tersebut, Blizzard mengonfirmasi bahwa kelas Monk akan resmi bergabung ke Hearthstone pada Maret 2027. Ini menjadi penambahan kelas baru pertama dalam enam tahun terakhir, dengan tokoh ikonik Chen Stormstout hadir sebagai pahlawan utamanya.