Game city builder bertema pasca-apokaliptik, Endzone – A World Apart, sedang mendapat potongan harga terbesar sepanjang sejarahnya di Steam. Diskon 92 persen membuat game besutan Gentlymad Studios ini turun menjadi sekitar Rp35 ribuan, dari harga normal hampir Rp443 ribu.
Promo tersebut berlaku hingga 8 September. Bagi pemain yang menyukai simulasi pembangunan kota dengan tekanan survival, harga ini menjadi kesempatan menarik untuk mencoba salah satu city builder yang menggabungkan pembangunan infrastruktur dengan ancaman lingkungan ekstrem.
Kota Baru di Tengah Dunia yang Hancur
Endzone mengambil latar 150 tahun setelah bencana besar hampir memusnahkan umat manusia. Para penyintas yang selama beberapa generasi tinggal di tempat perlindungan bawah tanah akhirnya kembali ke permukaan untuk membangun peradaban baru. Premis ini sekilas mengingatkan pada Fallout, tetapi Endzone tidak berfokus pada aksi menembak atau eksplorasi ala RPG.
Pemain justru bertugas mengelola permukiman, mengatur tenaga kerja, serta memastikan warga memperoleh makanan, air minum, tempat tinggal, dan berbagai kebutuhan pokok. Lebih dari 70 jenis bangunan tersedia untuk membantu membentuk rantai produksi, fasilitas publik, dan infrastruktur yang perlahan berkembang menjadi kota kompleks.
Survival Menjadi Tantangan Utama
Ancaman terbesar dalam Endzone bukan hanya keterbatasan sumber daya, melainkan lingkungan yang terus berubah. Setiap lahan memiliki tingkat kelembapan dan radiasi berbeda. Hujan radioaktif dapat mencemari ladang serta sumber air, sedangkan kekeringan membuat persediaan menipis dan memaksa pemain mengubah strategi pembangunan.
Badai pasir juga dapat mengganggu operasional kota, sementara kelompok perampok berpotensi menyerang ketika pertahanan tidak memadai. Pertumbuhan populasi menambah tenaga kerja, tetapi sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap makanan, air, dan rumah. Pemain juga bisa mengirim ekspedisi ke reruntuhan untuk mencari sumber daya tambahan, sehingga permainan tidak hanya berlangsung di dalam batas permukiman.
Harga Terendah, tetapi Ada Kompromi Gameplay
Endzone tidak menawarkan revolusi besar dalam formula city builder. Daya tarik utamanya terletak pada kombinasi mekanisme pembangunan kota dengan survival yang membuat setiap keputusan terasa lebih berisiko. Menempatkan ladang di lokasi yang salah atau gagal mengamankan sumber air dapat menimbulkan masalah berantai bagi seluruh populasi.
Namun, pengalaman bermainnya tidak sepenuhnya sempurna. Ulasan PC Games memberi nilai 7 dari 10, dengan pujian terhadap latar pasca-apokaliptik, tantangan survival yang meningkat, serta sistem mikromanajemen yang relatif intuitif. Di sisi lain, pohon riset dinilai dangkal, keseimbangan permainan kadang belum rapi, dan badai pasir bisa terasa menjengkelkan setelah dimainkan dalam waktu lama.
Penilaian komunitas Steam juga cenderung positif, dengan 76 persen dari lebih dari 9.900 ulasan pengguna memberikan respons baik. Metacritic mencatat skor kritikus 72 dan skor pengguna 6,9. Game ini berstatus Playable di Steam Deck, meski pemain sebaiknya tidak menganggapnya sebagai pengalaman yang sepenuhnya bebas kompromi di perangkat genggam.
Selain game pertama, sekuelnya, Endzone 2, juga sedang mendapat diskon hingga 8 September. Harganya turun sekitar 70 persen menjadi Rp159 ribuan, dari harga normal sekitar Rp531 ribu. Endzone – A World Apart lebih cocok bagi penggemar city builder yang menikmati tekanan manajemen dan konsekuensi dari keputusan buruk, terutama karena harga promonya sangat rendah.