Nvidia secara resmi mengonfirmasi tanggal peluncuran teknologi pembesaran skala (upscaling) generasi terbarunya, Deep Learning Super Sampling 5 atau DLSS 5. Mulai 3 September mendatang, teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) ini akan hadir secara perdana untuk jajaran kartu grafis GeForce RTX 50 Series serta pengguna layanan cloud gaming GeForce Now. Game bola basket populer, NBA 2K27, ditunjuk menjadi judul game pertama yang mengadopsi teknologi tersebut secara komersial.
Namun, kabar kepastian rilis ini membawa pil pahit bagi komunitas perakit PC dan antusias gaming. Berbeda dengan generasi DLSS sebelumnya yang dirancang untuk mendongkrak performa dan memberikan dorongan frame rate (FPS), pengaktifan DLSS 5 justru dilaporkan bakal menguras daya komputasi GPU secara masif dan berdampak langsung pada penurunan performa yang terbilang ekstrem.
Neural Rendering DLSS 5: Visual Fantastis dengan Kompromi Performa 60 Persen
Dalam wawancara resminya dengan media teknologi PC Gamer, pihak Nvidia mengonfirmasi bahwa mengaktifkan fitur DLSS 5 dengan teknologi neural rendering akan berdampak pada penurunan FPS sebesar 50% hingga 60%. Angka penurunan performa yang masif ini berlaku secara independen pada hampir semua judul game yang mendukungnya. Hal ini terjadi karena DLSS 5 tidak lagi sekadar melakukan rekonstruksi piksel spasial, melainkan merender ulang pencahayaan dan tekstur menggunakan jaringan saraf AI secara langsung (real-time).
Kondisi ini membuat para gamer PC dihadapkan pada dilema klasik yang cukup berat. Kecuali pengguna yang memiliki kartu grafis papan atas kelas sultan seperti RTX 5080 atau RTX 5090, mayoritas pemain harus memilih antara menikmati grafis dengan tingkat detail visual yang memukau atau menjaga kelancaran animasi gameplay pada FPS tinggi.
Frame Generation Jadi Penyelamat, Tapi Ada Kompromi Latensi
Untuk menutupi jurang penurunan performa yang begitu besar, Nvidia menyarankan penggunaan fitur Frame Generation atau Multi-Frame Generation secara bersamaan. Dengan menyisipkan frame buatan AI di antara frame asli yang diolah GPU, angka FPS yang sempat anjlok dapat kembali terdongkrak ke tingkat yang nyaman untuk dimainkan.
Kendati demikian, teknik interpolasi frame ini tidak datang tanpa celah. Penggunaan Frame Generation dikenal membawa kompromi berupa peningkatan latensi input (input lag). Bagi pemain game kompetitif atau game bergenre aksi cepat, peningkatan latensi ini dapat mengurangi responsivitas kontrol dan berpotensi memunculkan cacat visual (artifacting) pada pergerakan objek yang terlalu cepat.
Kontroversi Penggunaan AI dan Nasib GPU Generasi Lama
Sejak pertama kali diperkenalkan pada Maret lalu, DLSS 5 sempat memicu gelombang kritik dari komunitas gamer. Banyak pihak merasa resah dengan dominasi kecerdasan buatan yang dinilai dapat mengubah estetika visual karakter dan lingkungan dalam game secara sepihak. Menanggapi kekhawatiran tersebut, Nvidia menegaskan bahwa teknologi neural rendering mereka telah dirancang untuk tetap menghormati visi artistik awal dari para pengembang game.
Nvidia menjanjikan bahwa para pengembang game akan memiliki kontrol kreatif penuh untuk mengatur sejauh mana pengaruh DLSS 5 diterapkan pada judul game buatan mereka. Sayangnya, hingga saat ini Nvidia masih enggan memberikan kepastian apakah pengguna GPU generasi terdahulu—seperti RTX 20 Series, RTX 30 Series, maupun RTX 40 Series—akan mendapatkan pembaruan untuk menikmati fitur DLSS 5 ini di masa mendatang.



