SpaceX Bakal Pensiunkan Roket Falcon 9 Demi Fokus ke Starship

SpaceX berencana menghentikan operasional roket legendaris Falcon 9 dan mengalihkan seluruh sumber daya untuk mengakselerasi penerbangan harian Starship.

Penulis: Anif Sirsaeba
Tanggal: Selasa, 25 Agustus 2026 pukul 05.07
Roket SpaceX Starship dan Falcon 9 di landasan peluncuran
SpaceX bakal memensiunkan roket Falcon 9 secara bertahap demi memfokuskan seluruh daya pada pengembangan Starship.
SpaceX

SpaceX bersiap mengambil langkah monumental dalam sejarah penjelajahan antariksa modern. Perusahaan antariksa swasta milik Elon Musk tersebut mengumumkan rencana untuk memensiunkan roket andalannya, Falcon 9 dan Falcon Heavy, demi mengalihkan seluruh sumber daya teknik dan produksi ke roket generasi terbaru mereka, Starship.

Langkah berani ini akan dilakukan secara bertahap hingga Starship mencapai tingkat keandalan dan frekuensi penerbangan rutin yang memadai. Pengumuman yang disampaikan langsung oleh Elon Musk ini menandai awal dari pengakhiran era salah satu roket paling sukses dan revolusioner yang pernah dibuat manusia.

Transformasi Besar Demi Mencapai Target Peluncuran Harian

Keputusan SpaceX untuk memensiunkan Falcon 9 didasari oleh strategi alokasi sumber daya engineering yang sangat terbatas. Menurut Elon Musk, begitu Starship terbukti mampu terbang dengan andal beberapa kali dalam seminggu, fokus produksi akan sepenuhnya dialihkan. Target akhirnya adalah mencapai frekuensi peluncuran Starship hingga beberapa kali dalam sehari, sebuah pencapaian yang tidak mungkin diraih dengan platform Falcon 9 saat ini.

Sejak diluncurkan pertama kali pada tahun 2010, Falcon 9 telah menorehkan sejarah gemilang dengan mencatatkan hampir 700 penerbangan orbital. Roket ini menjadi pendorong tingkat pertama (first-stage booster) orbital pertama di dunia yang mampu mendarat kembali dan digunakan berulang kali. Inovasi pendaratan dan penggunaan ulang pendorong tersebut telah menekan biaya peluncuran antariksa secara signifikan dan membuka era baru komersialisasi ruang angkasa.

Perbandingan Spesifikasi Falcon 9 dan Raksasa Starship

Dari segi dimensi dan kapasitas angkut, Starship berada di tingkatan yang jauh berbeda dibanding pendahulunya. Starship versi V3 memiliki tinggi mencapai 124,4 meter, jauh melampaui Falcon 9 yang setinggi 70 meter. Selain ukuran fisiknya yang masif, kemampuan angkut muatan Starship ke orbit bumi rendah (Low Earth Orbit/LEO) dirancang mencapai lebih dari 100 ton. Angka ini melonjak drastis dari daya angkut Falcon 9 yang berada di kisaran 25 ton, serta Falcon Heavy yang mampu membawa sekitar 63 ton.

Kapasitas ekstra besar milik Starship sangat dibutuhkan untuk mendukung penyebaran satelit internet Starlink generasi terbaru. Satelit Starlink masa depan memiliki dimensi yang jauh lebih besar dan bobot lebih berat sehingga tidak muat di dalam kompartemen muatan Falcon 9. Sebagai gambaran, sebagian besar beban kerja Falcon 9 dalam beberapa tahun terakhir didominasi oleh peluncuran Starlink, di mana lebih dari 300 misi telah diselesaikan sejak 2023.

Transisi Bertahap dan Komitmen Masa Depan Bersama NASA

Meskipun cetak biru pensiun Falcon 9 sudah disiapkan, proses transisi menuju Starship tidak akan terjadi dalam semalam. Saat ini Starship masih berada dalam fase pengujian intensif setelah menyelesaikan 13 uji coba penerbangan suborbital, dengan uji coba orbital pertama yang diperkirakan berlangsung dalam waktu dekat. Falcon 9 tetap menjadi roket kerja utama (workhorse) yang paling teruji dan diandalkan hingga Starship benar-benar siap secara operasional.

Selain itu, komitmen kontrak dengan NASA juga memastikan Falcon 9 akan tetap mengangkasa dalam beberapa tahun ke depan. SpaceX masih terikat kontrak penggunaan kapsul Crew Dragon dan Falcon 9 untuk mengantar astronot serta pasokan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang dijadwalkan beroperasi hingga setidaknya tahun 2030. Ukuran Starship yang terlampau besar juga menimbulkan tantangan teknis tersendiri untuk melakukan penambatan (docking) di ISS.

Di sisi lain, Starship disiapkan untuk peran yang jauh lebih ambisius melebihi orbit bumi. NASA telah memilih varian khusus Starship sebagai wahana pendarat bulan dalam program Artemis III dan Artemis IV. Dengan demikian, penghentian operasional Falcon 9 bukan sekadar pengakhiran sebuah produk, melainkan jembatan menuju ambisi eksplorasi Bulan dan Mars di masa depan.

TERKAIT

TERKAIT