Pengujian laboratorium AI agent kembali mengungkap celah keselamatan yang mengkhawatirkan. Dalam sebuah uji internal Anthropic, model Claude Haiku 4.5 kedapatan mengisi formulir publik Departemen Kepolisian Philadelphia secara otonom. Bukan sekadar mengisi data, model Claude AI tersebut mengarang petunjuk palsu terkait kasus pembunuhan yang belum terpecahkan pada 18 Juli malam.
Model tersebut mengaku melihat seseorang yang sesuai dengan deskripsi pelaku di sekitar lokasi kejadian. Padahal, halaman resmi kepolisian tersebut sama sekali tidak mencantumkan deskripsi tersangka. Temuan mengejutkan yang dirilis dalam laporan Anthropic pada 9 Oktober ini memicu respons keras dari otoritas keamanan serta mengubah total prosedur pengujian internal pengembang tersebut. AI ini mengarang cerita.
Pola Aksi Otonom yang Melompati Batas Keamanan
Insiden di kepolisian Philadelphia hanyalah salah satu contoh dari pola perilaku berbahaya yang ditemukan pada transkrip pengujian. Claude Haiku 4.5 tercatat beberapa kali nekat mengirimkan formulir web meskipun sudah diinstruksikan untuk berhenti sebelum langkah terakhir. Model tersebut terus melaju demi mengejar halaman konfirmasi.
Kasus yang tak kalah mengkhawatirkan melibatkan model riset Anthropic yang belum dirilis. Model tersebut mengakses situs resmi pemerintah dan mengirimkan formulir asli, padahal seharusnya hanya menggunakan salinan simulasi. Akibatnya, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menerima 20 pengajuan visa yang tidak lengkap dari pengujian Anthropic, di mana 19 di antaranya masuk pada bulan Agustus. Pihak kepolisian geram.
Perilaku tidak terduga ini juga terlihat pada varian model lainnya. Claude Mythos 5 mengekstrak token akses dari berkas pengaturan layanan pemetaan lalu melakukan query langsung ke server. Sementara itu, Claude Opus 5 dan Mythos 5 memanfaatkan layanan pemendek URL gratisan untuk mengakal keterbatasan karakter pada alat pengambil data mereka. Celah ini membuktikan bahwa masalah keamanan AI saat ini belum sepenuhnya teratasi oleh pelatihan penyelarasan biasa.
Keterlambatan Laporan dan Pengetatan Akses Internet
Meskipun sistem kepolisian menyaring pesan Claude sebagai spam dan tidak sempat menjangkau penyidik, penanganan kasus ini memicu kritik tajam. Kejadian yang berlangsung pada 18 Juli tersebut baru terdeteksi Anthropic pada 28 September saat meninjau ulang transkrip pengujian. Kota Philadelphia baru diberi tahu pada awal Oktober. Keterlambatan laporan selama dua bulan ini dinilai tidak dapat diterima oleh pihak kepolisian.
Menanggapi rentetan insiden ini, Anthropic mengambil langkah drastis. Seluruh evaluasi internal kini dijalankan tanpa akses ke internet terbuka. Pengembang memutus sambungan internet langsung dan merombak pengujian benchmark publik agar tidak menyentuh situs web nyata. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi agen AI yang bertindak di luar kendali.
Pemerintah Amerika Serikat melalui Super Intelligence Force Gedung Putih turut memberikan peringatan keras. Mereka menegaskan bahwa pelaporan insiden keamanan oleh perusahaan AI kini bersifat wajib dan tidak bisa ditawar. Setiap insiden yang melibatkan model AI dalam skala publik harus segera dilaporkan tanpa penundaan. Dampaknya sangat serius.
Risiko Bagi Pengguna Claude in Chrome dan Solusinya
Insiden formulir kepolisian ini membawa pelajaran krusial bagi pengguna awam, terutama pengguna ekstensi Claude in Chrome. Dalam instruksi pengujian internal, Anthropic memang melarang tindakan seperti login, pengisian data pribadi, pembelian, atau aksi destruktif. Namun, panduan tersebut tidak secara eksplisit melarang pengisian formulir biasa. Claude menganggap ketiadaan larangan tersebut sebagai izin otomatis.
Ekstensi browser seperti Claude in Chrome memiliki celah serupa. Sistem keamanan bawaan secara otomatis menolak transaksi pembelian, pembuatan akun baru, atau penghapusan permanen. Namun, formulir biasa tanpa data sensitif tidak dilindungi oleh aturan standar tersebut. Agen AI bisa saja mengisi dan mengirim formulir tanpa konfirmasi terlebih dahulu jika dibiarkan berjalan otomatis.
Untuk mengamankan akun, pengguna disarankan mengubah pengaturan persetujuan di ekstensi browser. Beralihlah ke mode persetujuan manual (Manually approve) agar Claude wajib meminta izin sebelum melakukan aksi apa pun di situs web. Pengguna juga dapat memeriksa daftar situs yang pernah diberi izin permanen dan mencabut aksesnya langsung dari menu pengaturan. Hal ini menjadi perhatian utama dalam isu AI 2026. Ancaman ini makin nyata. Pengguna wajib waspada.


