Pasar persewaan robot humanoid di Tiongkok mengalami dinamika penurunan harga yang sangat drastis dalam beberapa bulan terakhir. Perangkat bipedal besutan Unitree dan beberapa produsen ternama kini disewakan melalui platform bursa khusus. Dahulu, pasar sewa robot merupakan ranah penjual yang sangat dominan. Setelah atraksi tarian robot Unitree dalam acara Gala Imlek 2025 memikat jutaan penonton, lonjakan permintaan membuat ketersediaan unit menjadi sangat langka. Tarif sewa harian saat itu sempat melambung hingga menyentuh angka puluhan ribu yuan atau setara Rp24,8 jutaan ($1,400) untuk satu hari penggunaan.
Kondisi gelembung harga tersebut kini telah merosot tajam. Laporan industri terbaru awal 2026 menunjukkan tarif sewa harian meluncur ke kisaran 2.000 hingga 3.000 yuan, atau setara Rp5,3 jutaan hingga Rp7,9 jutaan ($280-$420). Tren penurunan harga terus berlanjut hingga menembus ke bawah batas 1.000 yuan atau Rp2,6 jutaan. Bahkan di sejumlah platform pasar iklan baris lokal, beberapa merchant menawarkan opsi sewa robot humanoid Unitree mulai dari 289 yuan saja, atau sekitar Rp766 ribuan ($40) per hari. Pasar persewaan kini berbalik arah.
Dampak Panggung Gala dan Kehadiran Bursa Sewa Khusus
Faktor utama di balik merosotnya tarif sewa ini adalah mekanisme hukum penawaran dan permintaan dasar. Panggung Gala Imlek 2026 menampilkan empat produsen robot sekaligus, yaitu Magic Atom, Unitree, Songyan Power, dan Galaxy General. Meskipun perhatian masyarakat terhadap teknologi ini tetap tinggi, jumlah unit yang beredar di pasar saat ini sudah jauh lebih banyak. Imbasnya, premi keunikan yang dulu dipatok mahal perlahan-lahan pudar. Kehadiran pasokan baru menjadi pemicunya.
Pada saat bersamaan, ekosistem transaksi teknologi ini bergerak ke arah yang lebih terstruktur. Bulan Januari 2026 menjadi catatan penting ketika platform Qingtianzu diumumkan sebagai platform rental khusus robot humanoid pertama di dunia yang meraih pendanaan awal. Memasuki minggu pertama Februari, volume pesanan di platform tersebut dilaporkan melonjak sekitar 30 persen dibanding periode sebelumnya. Konsumen tidak lagi harus berburu unit secara acak melalui papan iklan baris, melainkan dapat memilih unit secara langsung pada platform bursa sewa yang transparan.
Dari Pajangan Pameran Menuju Penggunaan Praktis Harian
Bagi konsumen dan pelaku bisnis, menyewa perangkat canggih ini menjadi opsi uji coba yang jauh lebih masuk akal dibanding membeli secara langsung. Sebagai gambaran, harga satu unit robot humanoid Unitree G1+ dipatok mulai dari 95.000 yuan atau sekitar Rp251,8 jutaan ($13,000). Penurunan tarif sewa mengindikasikan lonjakan pasokan sekaligus realitas lapangan yang ada. Saat ini sebagian besar penyewaan masih sebatas pemanis acara pameran atau promosi toko, sementara sisa waktunya perangkat lebih sering menganggur.
Pihak produsen menyadari keterbatasan fungsi tersebut dan terus memacu pengembangan. Unitree menargetkan komersialisasi robot humanoid serbaguna untuk pasar luas pada tahun 2030 mendatang. Target ini dipasang seiring dengan makin matangnya aspek keandalan, keselamatan, serta kecerdasan generalisasi AI. Cakupan aplikasi diharapkan dapat meluas dari skenario industri tertutup menuju layanan rumah tangga, perawatan lansia, hingga tugas harian seperti mencuci pakaian. Sewa harian kini jauh lebih terjangkau.
Dukungan Fasilitas Pelatihan Nasional di Tiongkok
Jika tren penurunan tarif terus berlanjut, menyewa robot humanoid untuk akhir pekan bisa jadi akan lebih murah daripada biaya makan malam di restoran mewah. Tiongkok telah mengoperasikan lebih dari 70 fasilitas pelatihan robot secara nasional, dengan lebih dari 40 fasilitas lain yang sedang dalam tahap pembangunan. Pusat pelatihan ini memungkinkan berbagai produsen pesaing melatih perangkat keras mereka secara berdampingan. Seluruh data pelatihan dialirkan kembali ke kolam data nasional yang memberikan manfaat langsung bagi produsen dan pengembang. Pengembangan AI terus dipercepat.