Peluncuran smartwatch flagship Garmin Fenix 9 Pro yang dibanderol seharga Rp20,3 jutaan ($1,149) diterpa kabar kurang sedap. Sejumlah pengembang aplikasi di Garmin Community Forum mengeluhkan adanya celah bug serius pada modul GPS saat menjalankan aplikasi pihak ketiga. Masalah ini menyebabkan modul navigasi mati secara tiba-tiba, sehingga mengganggu aktivitas pelacakan olahraga pengguna.
Pengujian internal para pengembang menunjukkan bahwa modul GPS pada Garmin Fenix 9 Pro kerap nonaktif otomatis hanya dalam waktu 14 detik setelah sesi dimulai. Fenomena ini terjadi pada hampir separuh dari total sesi latihan yang dibuka melalui aplikasi non-bawaan Garmin. Akibatnya, pengguna terpaksa harus melakukan restart aplikasi berulang kali demi mendapatkan sinyal navigasi yang stabil. Masalah ini sangat mengganggu kenyamanan.
Sinyal GPS Mati Otomatis dan Imbas ke Pengembang
Kendala teknis ini memicu gelombang ulasan negatif bagi para kreator di ekosistem Garmin Connect IQ Store. Pengguna awam yang tidak mengetahui akar masalah meramaikan kolom ulasan dengan memberikan rating buruk kepada aplikasi pihak ketiga. Padahal, biang kerok utama eror tersebut bersumber dari sistem firmware perangkat keras Garmin sendiri.
Para pengembang mengaku sangat frustrasi dengan respons produsen. Laporan bug yang sudah disertai bukti teknis rinci kerap membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan pembaruan perbaikan. Garmin dinilai kurang memprioritaskan masalah perangkat lunak yang dampak langsungnya dirasakan oleh aplikasi buatan pihak luar. Keluhan pengembang kian menumpuk.
Catatan Keluhan Firmware pada Lini Garmin
Isu GPS pada lini Fenix 9 Pro bukanlah kasus tunggal dalam rekam jejak firmware perangkat ini. Para kreator software mencatat rentetan masalah lain yang tak kunjung rampung pada ekosistem tersebut. Mulai dari keterbatasan akses sensor giroskop pada seri Forerunner 170 hingga kesalahan penanda waktu (timestamp) pada data pembacaan sensor.
Sistem kontrol kualitas pembaruan perangkat lunak Garmin kini berada dalam sorotan tajam. Tak lama setelah peluncuran resmi Fenix 9 dan Fenix 9 Pro, komunitas mencatat lebih dari 100 laporan bug yang masuk dari pengguna. Kasus serupa sebelumnya juga menimpa Garmin Fenix 8, di mana sensor cahaya sekitar (ambient light sensor) mengalami eror dan mengganggu fungsi otomatisasi layar selama lebih dari satu bulan.
Dampak bagi Pengguna dan Langkah Antisipasi
Bagi konsumen yang memboyong smartwatch premium di kelas Rp20 jutaan, kestabilan fitur navigasi merupakan fungsi krusial. Kegagalan fungsi GPS pada aplikasi pemetaan dan olahraga pihak ketiga tentu mengurangi nilai guna gawai. Pengguna yang mengandalkan aplikasi khusus untuk lari, bersepeda, atau navigasi luar ruangan menjadi pihak yang paling dirugikan. Kepuasan pengguna menjadi taruhannya.
Hingga saat ini, pembaruan firmware resmi untuk menambal celah bug GPS tersebut masih dinantikan oleh komunitas pengembang dan pengguna global. Pengguna disarankan untuk memanfaatkan aplikasi latihan bawaan bawaan Garmin untuk sementara waktu. Langkah ini dilakukan sembari menunggu patch perbaikan perangkat lunak dirilis secara resmi oleh pihak pabrikan.


