Produsen jam tangan terkemuka asal Jepang, Seiko, kembali memperluas portofolio jam tangan mewahnya dengan meluncurkan lima model produksi reguler terbaru untuk lini Seiko Lukia Grow. Lini anyar ini menghadirkan perpaduan estetika klasik berkarakter dan inovasi teknologi penunjuk waktu presisi tinggi, mencakup tiga model berdesain persegi kompak serta dua model berbentuk tong berbalut material titanium canggih.
Koleksi terbaru ini dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan perpaduan keindahan visual, kenyamanan pemakaian sehari-hari, serta akurasi tinggi. Seluruh model dalam lini Lukia Grow ini dirancang dengan durabilitas tinggi yang siap menunjang aktivitas harian penggunanya tanpa mengorbankan sisi kemewahan.
Desain Kompak Seri HEG Terinspirasi Buah Hypericum
Tiga model pertama yang diperkenalkan adalah Seiko Lukia Grow HEG001J, HEG002J, dan HEG003J. Ketiganya mengusung dimensi bodi 28,9 x 20 x 7,2 mm berbahan baja tahan karat (stainless steel) dengan kaca kristal safir melengkung. Pada bagian mahkota (crown), Seiko menyematkan batu onyx yang memberikan aksen elegan, didukung sertifikasi ketahanan air hingga tekanan 10-bar (100 meter).
Seiko mengungkapkan bahwa lekukan dial persegi panjang ini terinspirasi dari bentuk organik buah Hypericum. Tampilan dial dipercantik oleh angka Romawi melengkung dengan penekanan proporsi vertikal pada penanda jam 12 dan 6. Sektor dapur pacu ditenagai oleh kaliber quartz baterai Seiko 4N30 dengan deviasi rata-rata ±15 detik per bulan. Varian HEG001J dan HEG002J menggunakan gelang rantai logam multi-link, sedangkan HEG003J tampil kontras dengan kelir champagne-gold yang dipadukan tali kulit sapi asli berkelir hitam.
Varian Titanium HEE dengan Teknologi Tenaga Surya dan Sinyal Radio
Bagi konsumen yang mendambakan kemewahan ekstra dan bobot lebih ringan, Seiko menghadirkan seri HEE005J dan HEE006J. Duo jam tangan ini mengusung bodi berbentuk tong (cask-shaped) dengan dimensi 37,4 x 24,6 x 7,7 mm berbahan titanium berbobot ringan serta ramah kulit berkat konstruksi tahan alergi nikel. Dial jam menggunakan material mother-of-pearl (kulit kerang alami) yang dipadukan jarum penunjuk waktu bernuansa biru elegan.
Keunggulan utama seri HEE terletak pada penyematan kaliber bertenaga surya 1B32 radio-controlled. Jam tangan ini mampu menyinkronkan waktu secara otomatis melalui gelombang radio standar yang dipancarkan di Jepang, Tiongkok, Jerman, dan Amerika Serikat. Baterai suryanya mampu bertahan hingga 6 bulan operasional dalam kondisi penuh, atau mencapai 1,5 tahun saat fitur penghemat daya aktif. Mesin ini juga dilengkapi koreksi posisi jarum otomatis, penyesuaian zona waktu kilat, serta kalender otomatis penuh hingga tahun 2099.
Rincian Harga dan Ketersediaan
Kelima jam tangan Seiko Lukia Grow ini merupakan lini produksi reguler dan dijadwalkan mulai dijual resmi di pasar Jepang pada 9 Oktober 2026 mendatang. Model berbasis baja tahan karat HEG001J dibanderol sekitar Rp7,3 jutaan (63.800 Yen), sementara varian HEG002J dan HEG003J dipatok sekitar Rp7,7 jutaan (67.100 Yen).
Untuk varian titanium berteknologi solar radio-controlled, Seiko membanderol model HEE005J dan HEE006J sekitar Rp11,8 jutaan (103.400 Yen). Hingga saat ini, Seiko belum mengumumkan secara resmi tanggal peluncuran global untuk pasar di luar Jepang.



