Pasar kacamata pintar semakin bergairah dengan hadirnya inovasi terbaru dari RayNeo. Produsen perangkat augmented reality (AR) ini baru saja memperkenalkan dua lini kacamata pintar terbarunya, yaitu RayNeo iO Smart Glasses dan RayNeo GT Series. Kedua perangkat ini dihadirkan untuk menyasar segmen pengguna yang berbeda secara sangat spesifik.
Melalui dua produk baru ini, RayNeo memisahkan secara tegas antara kebutuhan asisten kecerdasan buatan (AI) harian yang mengutamakan kenyamanan serta privasi, dengan perangkat hiburan imersif berlayar raksasa untuk kebutuhan gaming dan penikmat konten sinematik.
RayNeo iO: Kacamata Pintar Ultra Ringan Tanpa Kamera
RayNeo iO dirancang khusus bagi pengguna yang menginginkan fungsi asisten AI tanpa mengorbankan kenyamanan maupun privasi orang di sekitar. Kacamata ini dibuat menggunakan perpaduan material magnesium-aluminium alloy AZ91D serta titanium kelas penerbangan, sehingga bobotnya hanya mencapai 33 gram. Angka ini menjadikannya salah satu kacamata pintar berteknologi AI teringan yang ada di pasaran saat ini.
Sisi visualnya mengandalkan tampilan Waveguide monokrom hijau yang ditenagai oleh Firefly Nano Engine berukuran 0,085cc, yang mampu menghasilkan tingkat kecerahan teks hingga 1.300 nits. Untuk interaksi suara, perangkat ini dibekali empat mikrofon terintegrasi yang sanggup menangkap konteks percakapan untuk pemutaran penerjemahan langsung, penterjemah teks otomatis (teleprompter), serta dukungan AI multi-model seperti Gemini, ChatGPT, Claude, dan DeepSeek melalui aplikasi pendampingnya.
Menariknya, RayNeo iO tidak menyertakan kamera sama sekali demi menjaga privasi penuh. Transmisi audio menggunakan teknologi bone conduction, dikontrol via kenop putar (rotary dial), mengantongi sertifikasi tahan air IP54, Bluetooth 5.4, serta lisensi MFi (Made for iPhone). Baterai berkapasitas 240 mAh di dalamnya diklaim sanggup bertahan hingga dua hari pemakaian normal.
RayNeo GT Series: Sensasi Bioskop Virtual Hingga 307 Inci
Jika RayNeo iO berfokus pada produktivitas ringan, maka RayNeo GT Series (terdiri dari model GT dan GT Max) diciptakan khusus untuk media streaming dan gaming kelas berat. Lini ini siap menantang kompetitor di kelasnya seperti Xreal One Pro, Rokid Max 2, hingga Viture Luma Ultra. Bobotnya pun tetap tergolong ringan untuk kelas perangkat proyeksi visual, yaitu 68 gram untuk versi GT dan 78 gram untuk GT Max.
Kedua kacamata dalam seri GT menggunakan panel Micro-OLED bersertifikasi Dolby Vision dengan refresh rate 120Hz dan kecerahan perseptual mencapai 1.200 nits. Varian GT mengusung optik Birdbath dengan bidang pandang (FoV) 46 derajat yang mampu memproyeksikan layar seluas 231 inci. Sementara itu, GT Max tampil lebih perkasa menggunakan Peacock Optical Engine 3.0 Max dengan FoV 59 derajat, mampu menciptakan ilusi layar raksasa hingga 307 inci.
Untuk melengkapi pengalaman audio visual, RayNeo menyematkan quad-speaker berkolaborasi dengan Bang & Olufsen (B&O) serta chip 3DoF untuk pelacakan gerak kepala yang lebih alami. Varian GT Max juga menyediakan tiga opsi ukuran jarak antarpupil (IPD) serta mendukung lensa resep kustom bagi pengguna berkacamata minus.
Jadwal Peluncuran dan Ketersediaan Pasar
RayNeo iO hadir dalam pilihan warna Polar Night dan Dune, sementara informasi harga resmi untuk kedua seri kacamata pintar ini akan diumumkan secara lengkap pada ajang IFA 2026 di Berlin. Penjualan perdana dijadwalkan mulai dibuka pada 4 September.
Kehadiran dua varian dengan pendekatan berbeda ini memperlihatkan pemahaman RayNeo terhadap segmentasi pasar AR yang semakin dewasa. Konsumen kini dapat memilih antara fungsionalitas asisten AI harian yang ramah privasi atau perangkat bioskop portabel berperforma tinggi sesuai kebutuhan spesifik mereka.