Seiko resmi membuka kran pemesanan untuk jam tangan edisi terbatas Power Design Project Panda Chronograph. Perangkat penunjuk waktu ini merupakan versi produksi dari jam tangan konsep karya desainer Kiyotaka Sakai yang sempat mencuri perhatian pada 2024 lalu. Dibanderol mulai dari Rp9,6 jutaan ($540), jam tangan ini menghadirkan interpretasi fisik panda secara harfiah ke atas dial. Keputusan rilis ini memanjakan para kolektor.
Istilah "panda dial" dalam dunia horologi umumnya hanya merujuk pada dial berwarna terang dengan subdial kontras berwarna gelap. Namun, ide membuat jam tangan panda yang nyata bermula dari lontaran putra Kiyotaka Sakai. Putra sang desainer menyebut chronograph panda milik ayahnya tidak benar-benar menyerupai hewan panda. Dari sana, Sakai merancang jam tangan yang dapat dikenali secara langsung oleh sang anak sebagai seekor panda.
Sentuhan Desain Unik dari Telinga Hingga Sasameter
Visual jam tangan ini tampil sangat unik sekaligus presisi. Tekstur dial putih dirancang sedemikian rupa agar menyerupai bulu panda. Dua subdial hitam pada posisi jam 3 dan 9 dibentuk persis menyerupai lingkar hitam mata panda. Elemen hidung dan mulut terukir rapi di bawah jarum tengah. Bahkan, jarum jam dan menit dibentuk meliuk menyerupai dedaunan bambu.
Keunikan tidak berhenti di situ. Seiko mengganti skala tachymeter konvensional dengan Sasameter. Skala ini dikalibrasi sedemikian rupa sehingga pengukuran waktu dua menit menunjukkan angka 30 km/jam. Angka tersebut diperkirakan sebagai kecepatan lari maksimal seekor panda. Posisi tombol chronograph diletakkan di bagian atas cangkang, membentuk sepasang telinga panda yang khas.
Variasi Warna HHK001 dan HHK002 Edisi Terbatas
Seiko menghadirkan edisi terbatas ini dalam dua opsi warna yang memikat. Varian utama mengusung kelir putih klasik dengan kode model HHK001. Model ini diproduksi sebanyak 3.000 unit untuk pasar global.
Sebagai kejutan, Seiko juga meluncurkan varian merah muda dengan kode model HHK002. Kelir merah muda ini terinspirasi dari warna tubuh bayi panda yang baru lahir. Varian HHK002 dibuat lebih langka, yakni hanya tersedia 2.000 unit. Total kombinasi kedua varian mencapai 5.000 unit di seluruh dunia. Pengiriman unit ke konsumen dijadwalkan mulai November mendatang.
Spesifikasi Fisik dan Mesin Caliber 8T61 Quartz
Jam tangan ini dibalut cangkang stainless steel berdiameter 43 mm dengan ketebalan 14,6 mm. Ukurannya tergolong proporsional untuk pergelangan tangan. Di dalamnya, Seiko menyematkan mesin quartz chronograph Caliber 8T61. Akurasinya terjamin pada rentang ±15 detik per bulan.
Penggunaan mesin quartz menjadi langkah teknis yang logis. Tata letak tombol di bagian atas cangkang jauh lebih mudah diakomodasi oleh mekanisme quartz ketimbang mesin mechanical chronograph yang rumit. Langkah ini menjaga performa penunjuk waktu tetap presisi tanpa mengorbankan ketahanan fisik.
Lini Power Design Project sendiri merupakan laboratorium desain internal Seiko tempat para desainer bebas bereksperimen. Proyek eksperimental ini aktif pada 2001 hingga 2009, sebelum kembali dihidupkan pada 2022 melalui pameran di Tokyo. Produk komersial pertamanya, Collection 1, merombak ulang seri Seiko Tissé 1980-an dan habis terjual dengan harga Rp8,3 jutaan (€405) hingga Rp9,2 jutaan (€450).
Posisi dalam Katalog Seiko dan Rekomendasi Kolektor
Sebelum peluncuran resminya, Seiko sempat melepas gambar petunjuk berupa siluet panda yang sedang memakan bambu. Perangkat ini sepenuhnya terpisah dari Seiko Prospex Speedtimer SSC813, jam tangan solar chronograph yang juga populer dengan julukan dial panda.
Bagi para kolektor penunjuk waktu ikonik, seri ini menawarkan nilai historis dan estetika yang luar biasa. Kombinasi desain eksperimental, jumlah produksi terbatas, serta cerita di balik pembuatannya menjadikan Seiko Panda Chronograph sebuah karya horologi yang layak dikoleksi.



