Dunia horologi independen kembali dikejutkan oleh pengakuan blak-blakan dari Ming Thein, pendiri merek jam tangan mewah MING. Dalam wawancara eksklusif terbarunya, ia mengupas tuntas proses kreatif pembuatan jam tangan, tantangan produksi skala kecil, hingga alasan mengapa mereknya secara konsisten membatasi produksi hanya sampai 125 unit saja.
Bukan rahasia lagi bahwa MING telah lama mencuri perhatian para kolektor global. Basis operasinya yang terbagi di La Chaux-de-Fonds dan Kuala Lumpur berhasil melahirkan berbagai mahakarya teknik, termasuk LW.01 yang fenomenal dengan bobot mekanikal hanya 8,8 gram. Kali ini, sorotan tertuju pada rilisan teranyar mereka, MING 5709 Secret Honey, hasil kolaborasi spesial dengan Massena LAB.
Filosofi Desain di Balik Lensa Fotografi
Sebelum membangun merek jam tangan, Ming Thein dikenal luas sebagai seorang fotografer profesional. Latar belakang ini sering memunculkan asumsi keliru di kalangan penggemar bahwa jam tangan MING dirancang semata-mata agar tampak memukau di depan kamera. Namun, ia dengan tegas menepis anggapan tersebut.
Bagi Thein, jam tangan pada dasarnya hanyalah partisipan pasif dalam sesi pemotretan. Tekstur, pantulan cahaya, dan sudut tajam memang membuka peluang visual yang menarik, tetapi hal itu justru membuat sebuah produk sulit ditangkap secara konsisten karena penampakannya berubah di bawah pencahayaan berbeda. Produk horologi selalu dibayangkan dan dirancang fungsional terlebih dahulu, baru kemudian diabadikan melalui lensa kamera.
Mengapa Berhenti di Angka 125 Unit Saja?
Banyak pengamat mengira pembatasan produksi dilakukan demi mengejar citra eksklusivitas semata. Nyatanya, alasan utama di balik keputusan berhenti di 125 unit adalah pertimbangan margin keuntungan operasional.
Merek independen kerap menghadapi kendala besar terkait kuantitas pesanan minimum (minimum order quantity atau MOQ) dari para pemasok komponen. Ketika memproduksi dalam jumlah sangat kecil, merek harus menanggung harga satuan komponen yang jauh lebih tinggi. Thein bahkan terang-terangan menyebut bahwa mereka harus rela menerima margin keuntungan yang sangat tipis demi menjaga standar kualitas dan kedekatan personal dengan para kolektor.
Inovasi Lug Tiga Tingkat pada 57.09 Secret Honey
Model terbaru MING 5709 Secret Honey dibanderol seharga Rp155,6 jutaan ($8,789) sebelum pajak, dengan masa pemesanan yang telah dibuka untuk 125 unit kolaborasi bersama William Massena. Salah satu daya tarik paling teknis dari jam tangan ini terletak pada bagian lug yang dirancang secara sangat teliti.
Setiap tingkat pada lug tiga lapis tersebut memiliki finishing yang sepenuhnya berbeda. Bagian luar menggunakan titanium alami, lapisan tengah memakai TiN untuk memberikan visual menyerupai warna emas kuning, sementara bagian dalam mengandalkan TiSiN untuk nuansa rose gold. Seluruh struktur rumit ini menuntut perakitan sembilan komponen terpisah, membuktikan komitmen teknik tingkat tinggi dari sang pembuat.
Apresiasi Terhadap Apple Watch Ultra 3
Di luar dunia jam tangan mekanis independen yang digelutinya, Ming Thein ternyata tetap menaruh perhatian pada perkembangan perangkat sandang pintar. Ketika ditanya mengenai gawai yang ia gunakan di luar karyanya sendiri, ia mengakui memilih Apple Watch Ultra 3 yang saat ini dipasarkan dengan kisaran harga Rp12,4 jutaan ($699). Fitur kesehatan dan kebugaran yang diusungnya masih dinilai sangat fungsional untuk mendukung aktivitas harian.