Dunia horologi modern sering kali berlomba menyajikan spesifikasi teknis paling ekstrem atau fitur serba canggih. Namun, Seiko memilih jalur yang berbeda melalui lini Presage 145th Anniversary Limited Edition. Jam tangan terbaru bertajuk Seiko Presage HCC007 kini resmi memperluas jangkauan penjualannya ke Amerika Serikat setelah sebelumnya menyapa penggemar di Inggris dan Eropa.
Daya tarik paling memikat dari gawai penunjuk waktu ini berada tepat di bagian muka atau dialnya. Seiko menyematkan porselen Arita berwarna biru kobalt, sebuah teknik pewarnaan yang baru pertama kali diterapkan pada lini Presage Arita porcelain. Sentuhan warna biru yang dalam ini menghadirkan estetika klasik yang anggun, sekaligus menegaskan posisi jam tangan ini sebagai barang koleksi yang bernilai tinggi.
Sentuhan Keramik Porselen Arita Berwarna Biru Kobalt
Pembuatan dial porselen ini bukanlah proses manufaktur biasa. Pembuatannya berada di bawah pengawasan langsung master craftsman Hiroyuki Hashiguchi, serta digarap oleh Toshiaki Kawaguchi bersama timnya di pembuat keramik Arita yang telah berdiri sejak tahun 1830. Warisan sejarah hampir dua abad tersebut dituangkan ke dalam piringan dial berukuran mungil.
Proses pembakaran suhu tinggi dan pengerjaan tangan secara manual melahirkan karakteristik yang sangat khusus. Pembaca akan menemukan lesung pipit kecil, titik halus, hingga variasi gradasi warna yang unik di setiap unitnya. Artinya, tidak ada dua buah jam tangan Seiko HCC007 yang memiliki permukaan dial yang benar-benar identik, menjadikan setiap penunjuk waktu ini memiliki kepribadian tersendiri.
Desain Klasik dengan Ketahanan Daya Tahan 72 Jam
Dari segi konstruksi bodi, Seiko membungkus jam tangan ini dengan cangkang baja tahan karat (stainless steel) berdiameter 39.6 mm, ketebalan 12.8 mm, dan jarak lug-to-lug 46.8 mm. Bagian luar bodi telah dilapisi pelindung super-hard coating untuk menjaga kilau stainless steel dari goresan halus akibat penggunaan harian.
Muka jam dilindungi oleh kaca kristal safir lengkung ganda yang dilengkapi lapisan anti-pantulan cahaya di bagian dalam. Untuk melengkapi kesan elegannya, Seiko memadukan bodi ini dengan tali kulit sapi asli yang dilengkapi sabuk pengunci tiga lipatan dengan tombol tekan. Di bagian belakang, terdapat penutup transparan berbahan kristal yang memungkinkan pemilik mengintip pergerakan komponen mekanis di dalamnya.
Jantung penggerak jam tangan ini dipercayakan pada mekanisme otomatis Caliber 6R51. Mesin ini mendukung pemutaran manual serta fitur stop-seconds untuk pengaturan waktu yang presisi. Salah satu nilai tambah yang ditawarkan adalah cadangan daya (power reserve) yang sanggup bertahan hingga 72 jam, sehingga jam tangan tetap dapat berdetak akurat meski ditinggalkan selama akhir pekan.
Beberapa Catatan Penting Sebelum Membeli
Meski menawarkan nilai seni yang begitu tinggi, ada beberapa catatan penting yang perlu dipertimbangkan pembeli. Tingkat akurasi mesin Caliber 6R51 berada di rentang +25 hingga -15 detik per hari. Angka rentang akurasi ini terbilang cukup lebar untuk jam tangan di kelas harganya. Selain itu, tingkat ketahanan airnya juga tergolong minim karena Seiko hanya menyematkan perlindungan sebatas tahan terhadap cipratan air ringan saja.
Situs resmi Seiko memasang harga Rp30,1 jutaan ($1,700) untuk model HCC007 ini, dengan jumlah produksi yang sangat terbatas yaitu hanya 1.500 unit di seluruh dunia. Mengenai ketersediaan di pasar domestik, hingga saat ini belum ada jadwal rilis resmi di Tanah Air.
Bagi penggemar yang mengutamakan tingkat akurasi tinggi atau fitur tahan air untuk aktivitas outdoor, model ini mungkin kurang cocok. Namun bagi para pengagum seni kerajinan tradisional Jepang dan pengumpul jam tangan edisi terbatas, keunikan dial porselen Arita biru kobalt ini menjadi nilai estetika yang sulit ditandingi oleh penunjuk waktu lainnya.



