Citizen memperluas koleksi jam tangan Men's Sport di Inggris dengan tiga model Eco-Drive berbahan stainless steel. Ketiganya mengusung bezel berskala menit dengan tepian bergerigi, desain yang mengingatkan pada jam tangan olahraga klasik era pertengahan abad ke-20.
Harga resminya dimulai dari sekitar Rp6,7 jutaan (£279) untuk Citizen AW1911-53A dan AW1911-53E. Sementara itu, model dua warna AW1914-55L dibanderol sekitar Rp7,2 jutaan (£299). Namun, di balik desain yang cukup menarik, Citizen belum mengungkap sejumlah spesifikasi teknis penting.
Tiga Model dengan Karakter Desain Berbeda
Citizen AW1911-53A hadir dengan dial putih, casing baja bernuansa perak, serta bezel hitam. AW1911-53E memakai konfigurasi serupa, tetapi menawarkan dial hitam. Keduanya menjadi pilihan paling terjangkau dalam peluncuran ini dengan harga sekitar Rp6,7 jutaan (£279).
Varian AW1914-55L tampil lebih mencolok melalui kombinasi casing dan gelang dua warna, dial biru, serta bezel bernuansa emas. Selisih harga sekitar Rp482 ribu dari model standar menjadikan sentuhan two-tone sebagai peningkatan desain utama, bukan perubahan besar pada fungsi.
Bezel Coin-Edge Jadi Daya Tarik Utama
Elemen paling menonjol dari ketiga jam ini adalah bezel coin-edge dengan penanda setiap 10 menit dan simbol segitiga pada posisi pukul 12. Bezel tersebut mengelilingi dial dengan indeks berbentuk ujung panah yang dilapisi material luminous, sehingga lebih mudah dibaca dalam kondisi minim cahaya.
Ketiga model memiliki diameter casing 43 mm, ukuran yang tergolong besar untuk jam bergaya kasual. Gelangnya menggunakan lima rangkaian mata rantai dan dilengkapi fold-over clasp dengan tombol tekan. Di posisi pukul tiga terdapat jendela tanggal, melengkapi fungsi dasar yang diharapkan dari jam tangan harian.
Eco-Drive Praktis, tetapi Informasi Teknis Masih Minim
Citizen membekali seluruh model dengan teknologi Eco-Drive yang dapat mengisi daya dari berbagai sumber cahaya. Sistem ini menghilangkan kebutuhan mengganti baterai secara rutin, sehingga menjadi nilai praktis bagi pengguna yang menginginkan jam analog dengan perawatan rendah.
Ketahanan airnya mencapai 100 meter dan oleh Citizen dinilai sesuai untuk berenang, mandi, serta snorkeling ringan. Namun, jam ini masih memakai kaca mineral, bukan kristal safir yang biasanya lebih tahan terhadap goresan.
Hal yang patut diperhatikan calon pembeli adalah absennya beberapa informasi teknis pada halaman produk. Citizen belum mencantumkan nomor kaliber, ketebalan casing, lebar lug, maupun perkiraan cadangan daya. Kekosongan ini menyulitkan konsumen membandingkannya dengan lini Citizen Weekender atau Sport Luxury.
Untuk saat ini, tiga jam baru tersebut lebih kuat menjual desain retro dan kemudahan Eco-Drive daripada transparansi spesifikasi mesin. Pembeli yang memprioritaskan tampilan klasik, fungsi tanggal, serta ketahanan air untuk aktivitas harian mungkin akan tertarik. Namun, penggemar jam yang ingin mengetahui detail movement dan karakter teknisnya sebaiknya menunggu pembaruan informasi resmi dari Citizen.



