iQOO secara resmi mengonfirmasi kehadiran penerus lini ponsel kencangnya, yakni iQOO Neo 12. Perangkat baru ini membawa lompatan spesifikasi yang tergolong ekstrem dibanding pendahulunya, iQOO Neo 11, terutama pada sektor kapasitas daya dan manajemen suhu. Sebagai sebuah smartphone gaming yang disiapkan menjadi calon kuat pilihan ponsel 2026, perangkat ini langsung mencuri perhatian komunitas antusias.
Peningkatan paling menonjol terlihat pada pemasangan baterai 9000mAh berteknologi silicon-carbon, yang berukuran 20 persen lebih besar dibanding baterai 7.500 mAh milik iQOO Neo 11. Tidak hanya itu, iQOO Neo 12 juga dibekali sistem pendingin aktif berupa kipas terintegrasi langsung di dalam sasis untuk menjaga performa puncak tetap konsisten saat dimainkan dalam waktu lama.
Layar pTSF OLED 2K dengan Refresh Rate 185Hz
Di sektor visual, iQOO tidak main-main dalam meningkatkan kualitas panel layarnya. Ponsel ini mengusung resolusi 2K dengan layar 185Hz yang sangat responsif, meningkat signifikan dari panel 144Hz pada generasi sebelumnya. Penggunaan teknologi pTSF OLED menjanjikan pergerakan grafis game yang jauh lebih mulus dan bebas efek patah-patah saat memainkan game kompetitif berkecepatan tinggi.
Menariknya, panel visual ini dikembangkan melalui kolaborasi bersama Visionox dan Tsinghua University. Kerja sama tersebut melahirkan material pemancar cahaya baru yang dirancang khusus untuk meningkatkan kejernihan tampilan sekaligus menekan konsumsi daya baterai. Efisiensi panel menjadi krusial agar penggunaan layar berkecepatan tinggi tidak dengan cepat menguras pasokan energi.
Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Kipas Pendingin Terintegrasi
Sektor dapur pacu diserahkan kepada prosesor flagship Snapdragon 8 Elite Gen 5 buatan Qualcomm. Untuk memaksimalkan pemrosesan grafis serta fitur frame interpolation, iQOO memadukan cip utama tersebut dengan cip khusus gaming Q3 hasil kembangan mandiri. Kombinasi dua cip ini dirancang untuk mempertahankan angka frame rate tinggi pada setelan grafis paling berat sekalipun.
Performa gaming kian agresif. Suhu pendinginan jadi kuncinya. Kehadiran kipas pendingin (built-in cooling fan) bawaan menjadi pembeda utama dibanding iQOO Neo 11 yang hanya mengandalkan pendingin pasif. Keberadaan kipas fisik ini memastikan aliran udara aktif mampu meredam panas cip secara langsung, sehingga risiko thermal throttling dapat ditekan saat beban pemrosesan berada di titik puncak.
Adu HP Mid-Range Samsung Galaxy A57 vs Redmi Note 17 Pro: Mana Lebih Layak Beli?
Jadwal Peluncuran dan Peningkatan Dibanding Generasi Lalu
Produsen mengonfirmasi bahwa jadwal peluncuran perangkat ini akan berlangsung di Tiongkok pada Oktober 2026. Jadwal peluncuran ini berjarak tepat satu tahun sejak iQOO Neo 11 diperkenalkan pada Oktober 2025.
Daya tahannya melompat jauh. Kombinasi kapasitas daya monster, pendingin aktif terintegrasi, serta pemrosesan visual racikan Tsinghua University menjadikan lini Neo teranyar ini sebagai standar baru untuk perangkat pemrosesan tinggi. Pengaplikasian teknologi baterai silicon-carbon juga membuktikan bahwa daya besar kini dapat dikemas dengan efisien tanpa membuat bodi ponsel menjadi terlalu tebal.



