SMARTPHONES / LIPUTAN KHUSUS

Huawei Kirin 9050 Pro Usung Desain Stacked 3D untuk Pacu Mate 90 Pro Max

/ Pembongkaran chip Kirin 9050 Pro pada Huawei Mate 90 Pro Max mengungkap arsitektur LogicFolding stacked 3D. Performa gaming dan pemrosesan AI lokal meningkat drastis.

HANA LEE •
Huawei Mate 90 Pro Max dengan chipset Kirin 9050 Pro
Hasil pembongkaran chipset Kirin 9050 Pro pada Huawei Mate 90 Pro Max mengungkap penggunaan teknologi arsitektur LogicFolding stacked 3D.
FOTO: Dok. Geekerwan

Huawei kembali menghentak panggung teknologi seluler global melalui perilisan chipset Kirin 9050 Pro yang ditanamkan pada smartphone flagship Huawei Mate 90 Pro Max. Kanal penguji independen Geekerwan mengungkapkan arsitektur di dalam komponen ini setelah membelah silikon chip secara presisi dan merekonstruksinya dalam wujud tiga dimensi. Huawei resmi memperkenalkan arsitektur LogicFolding pertama, sebuah metode tumpukan chip tiga dimensi yang memanfaatkan teknologi hybrid bonding mirip konsep 3D V-Cache.

Inovasi ini menepis keraguan atas keterbatasan proses manufaktur pabrikan lokal. Hasilnya sangat mengesankan. Pendekatan dua die silikon yang disatukan secara vertikal terbukti mampu memangkas latensi, meningkatkan efisiensi daya, serta mendongkrak performa pemrosesan AI lokal hingga kemampuan gaming grafis berat. Lini smartphones Huawei kini sanggup memberikan persaingan sengit kepada lini chipset flagship teratas di pasar.

Arsitektur LogicFolding: Tumpuk Dua Die Silikon Tingkatkan Efisiensi

Chipset konvensional umumnya mengandalkan satu lapisan logika di atas substrat dan lapisan logam. Kirin 9050 Pro mendobrak tradisi tersebut dengan menumpuk dua die silikon yang disatukan melalui koneksi copper-to-copper hybrid bonding. Die bagian atas bertindak sebagai compute die utama yang diproduksi dengan proses SMIC N+3, atau setara dengan kelas 6 nm. Die atas ini menampung unit eksekusi inti utama, GPU, ISP, NPU, serta modem. Posisinya berada di atas untuk memaksimalkan pelepasan suhu panas.

Daya serap panas menjadi kunci. Die bagian bawah dibuat menggunakan proses SMIC N+2 yang setara dengan TSMC N6. Lapisan bawah ini menampung memori cache L1 dan L2 yang ditempatkan tepat di bawah unit load/store, bersama dengan antarmuka I/O dan PLL. Komponen di die bawah berjalan lebih dingin dan tidak terlalu sensitif terhadap hambatan proses fabrikasi.

Koneksi listrik dan sinyal antar-lapisan terhubung melalui teknologi through-silicon vias (TSVs). Geekerwan mencatat ada sekitar 80.000 jalur TSV yang menembus die bawah menuju substrat. Jalur koneksi ini mengambil porsi area keep-out zone sekitar 8% dari total luas die bawah. Penggunaan sambungan tumpuk padat ini memperpendek jarak transfer data antara unit pemroses dan cache memori. Latensi memangkas drastis. Tegangan daya pun bisa ditekan lebih rendah pada kecepatan jam (clock speed) yang sama.

Peningkatan NPU 150 Persen untuk Kecerdasan Buatan On-Device

Sektor pemrosesan kecerdasan buatan mengalami perombakan paling agresif. Luas area gabungan NPU di kedua lapisan die membengkak hingga 150% lebih besar dibandingkan generasi Kirin 9030 Pro. Pengukuran laboratorium mencatat performa throughput INT8 mencapai 68 TOPS. Proses prefill pada pemrosesan model kecerdasan buatan berukuran 3B parameter meningkat hingga tiga kali lipat.

Daya pacu ini memungkinkan smartphone menjalankan model AI lokal berarsitektur mixture-of-experts (MoE) 30B-A2B tanpa koneksi internet. Model ini mengelola 30 miliar parameter total dengan 2 miliar parameter aktif secara simultan. Fitur ini menangani pengorganisasian foto offline, rekomendasi suntingan gambar, serta asisten AI yang dipadukan dengan model multimodal 6B.

RAM 16 GB menjadi standar wajib. Seluruh varian ponsel bertenaga Kirin 9050 Pro dibekali memori RAM 16 GB untuk memastikan model AI berukuran besar tetap berada di memori cepat. Meskipun kinerja total NPU masih sedikit di bawah pesaing utama seperti Apple yang mengusung model 20B-A4B, pemanfaatan memori besar ini menjaga responsivitas sistem tetap mulus.

Performa Gaming Lincah, Sanggup Saingi Snapdragon Flagship

Sisi kemampuan pemrosesan grafis dalam pengujian game nyata menyajikan kejutan besar. Pada pengujian game Genshin Impact, Huawei Mate 90 Pro Max mampu melampaui performa beberapa smartphone bertenaga Snapdragon 8 Elite Gen 5. Kinerjanya hanya menempel tipis di belakang perangkat bertenaga Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Apple A19 Pro.

Performa gaming-nya terbukti tangguh. Saat menguji game Wuthering Waves, chip Kirin 9050 Pro mengungguli pencapaian jajaran ponsel bertenaga Dimensity 9500. Begitu pula pada game Neverness to Everness, skor yang diraih hampir menyamai smartphone Android flagship berprosesor kelas atas, meski perangkat Android berjalan pada tingkat resolusi sedikit lebih tinggi.

Optimasi perangkat lunak tetap menentukan. Efisiensi tinggi ini sangat bergantung pada optimasi game yang di-porting secara khusus untuk sistem operasi HarmonyOS. Game yang harus dijalankan lewat lapisan translasi (translation layer), seperti Arknights: Endfield, masih mengalami penurunan efisiensi dan kerangka kecepatan (frame rate) yang lebih rendah.

Evaluasi Arsitektur dan Pandangan Redaksi

Langkah Huawei menerapkan arsitektur tumpuk LogicFolding pada Kirin 9050 Pro merupakan bukti ketahanan riset teknis yang mengagumkan. Pendekatan dua die silikon ini berhasil mengatasi keterbatasan litografi tanpa mengorbankan efisiensi termal dan daya. Pengguna smartphone flagship mendapatkan manfaat nyata berupa performa AI lokal yang responsif dan kelancaran bermain game berat.

Catatan utama bagi pengguna adalah keselarasan ekosistem aplikasi. Potensi penuh chipset Kirin 9050 Pro baru terpancar optimal saat menjalankan game dan aplikasi native HarmonyOS. Ponsel ini menjadi pilihan sangat berharga bagi konsumen yang mendambakan gawai inovatif dengan kemampuan pemrosesan mandiri yang solid.

TANYA JAWAB

FAQ Seputar Huawei Mate 90 Pro Max

Q1Apa itu arsitektur LogicFolding pada chipset Kirin 9050 Pro?
LogicFolding adalah arsitektur chip tumpuk 3D yang menggabungkan compute die dan secondary die secara vertikal menggunakan teknologi copper-to-copper hybrid bonding dan sekitar 80.000 jalur TSV untuk memperpendek jalur data dan menekan latensi.
Q2Bagaimana performa gaming Huawei Mate 90 Pro Max dengan Kirin 9050 Pro?
Chipset ini mampu melampaui performa beberapa ponsel Snapdragon 8 Elite Gen 5 di Genshin Impact dan mengungguli ponsel Dimensity 9500 di Wuthering Waves untuk game yang telah dioptimalkan secara native untuk HarmonyOS.
Q3Berapa kapasitas NPU dan RAM pada perangkat Kirin 9050 Pro?
NPU memiliki throughput 68 TOPS INT8 dengan area 150% lebih luas dibanding Kirin 9030 Pro, didukung oleh kapasitas RAM 16 GB standar untuk memproses model AI lokal hingga 30 miliar parameter.
SERI LIPUTAN

Eksplorasi Liputan #Huawei

Semua #Huawei
H
MOBILE & SMARTPHONE EDITOR

Hana Lee

Menulis liputan dan ulasan smartphone di KabarGadget.id. Fokus pada peluncuran perangkat baru, perbandingan spesifikasi, kebijakan pembaruan sistem, dan harga di pasar Indonesia.

LIHAT SEMUA ARTIKEL OLEH HANA LEE →

TERKAIT