Samsung tampaknya sedang bersiap melakukan lompatan performa yang signifikan untuk lini prosesor kustom mereka. Setelah kabar mengenai Exynos 2600 belum sepenuhnya mereda, kini informasi mengejutkan datang dari calon penerusnya, Exynos 2700. Dalam pengujian Geekbench AI terbaru, chipset dengan kode model S5E9975 ini terdeteksi berjalan pada kecepatan clock puncak yang mendekati dominasi Qualcomm Snapdragon.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut pantang menyerah untuk mengejar ketertinggalan performa pemrosesan utama (CPU) dan kecerdasan buatan (AI). Bagi para pengguna setia Galaxy, kebangkitan Exynos tentu memunculkan harapan baru akan hadirnya performa flagship yang setara tanpa kompromi efisiensi.
Lonjakan Clock Speed 4,24 GHz yang Mengejutkan
Dalam kemunculan awalnya di Geekbench 6 pada April lalu, sampel pengujian Exynos 2700 hanya mampu berjalan pada kecepatan terbatasi antara 2,30 GHz hingga 2,88 GHz. Namun, pada pengujian Geekbench AI yang baru saja terungkap, kecepatan inti terkuatnya (prime core) melonjak tajam hingga menyentuh angka 4,24 GHz. Angka ini secara signifikan mendekati rentang performa puncak chipset kelas atas Snapdragon seri 8 buatan Qualcomm yang berada di kisaran 4,3 GHz hingga 4,6 GHz.
Uji coba ini menggunakan platform tes ERD (Exynos Reference Device) yang dibekali RAM sebesar 10,67 GB serta mengoperasikan sistem operasi Android 17. Meskipun pengujian Geekbench AI berfokus pada pemrosesan kecerdasan buatan dan pemelajaran mesin (machine learning) di dalam perangkat, panel informasi spesifikasi perangkat berhasil mengonfirmasi struktur CPU beserta angka clock speed yang terbuka penuh tanpa pembatasan (unlocked frequency).
Arsitektur CPU Quad-Cluster dan Fabrikasi 2nm
Dari data pengenal CPU (implementer 65, part 3478), Exynos 2700 mempertahankan tata letak quad-cluster 1+4+1+4 yang serupa dengan bocoran awal. Kode bagian 0xD96 mengindikasikan penggunaan arsitektur inti terbaru buatan Arm berjuluk "Canyon", yang secara luas diperkirakan sebagai C2-Ultra. Inti ini merupakan penerus langsung dari C1-Ultra yang disiapkan untuk Exynos generasi sebelumnya.
Dari sisi manufaktur, Exynos 2700 diproyeksikan bakal diproduksi menggunakan proses fabrikasi 2 nanometer generasi kedua milik Samsung Foundry, yaitu SF2P. Penggunaan node 2nm ini diharapkan mampu memberikan efisiensi daya yang jauh lebih baik sekaligus menjaga suhu chipset tetap dingin saat dipaksa berjalan pada kecepatan tinggi melebihi 4 GHz.
Dampak Bagi Pengguna dan Lini Galaxy Masa Depan
Meskipun hasil bocoran ini sangat menjanjikan di atas kertas, konsumen perlu menyikapi angka-angka ini dengan bijak. Sebagai sampel rekayasa (engineering sample), spesifikasi awal ini belum tentu menjadi cerminan 100 persen dari versi komersial yang nantinya bakal hadir di pasar. Pengujian frekuensi tinggi pada tahap awal biasanya bertujuan untuk menguji batas ketahanan chipset sebelum disesuaikan kembali demi stabilitas daya dan suhu.
Chipset Exynos 2700 sendiri diproyeksikan baru akan mentenagai lini flagship masa depan seperti keluarga Samsung Galaxy S27. Apabila Samsung berhasil mengoptimalkan fabrikasi 2nm SF2P ini secara presisi, persaingan chipset ponsel pintar kelas premium dalam beberapa tahun ke depan dipastikan bakal semakin sengit dan menguntungkan konsumen dari sisi inovasi daya tahan serta kecepatan.



