Produsen sepeda listrik ADO kembali mencuri perhatian industri lewat pengenalan model terbarunya, ADO Air 20 LiDAR. Sepeda lipat listrik ini membawa terobosan keselamatan yang jarang ditemukan di kelasnya. Integrasi pemindai LiDAR di area depan dipadukan dengan radar millimeter-wave canggih. Sistem gabungan ini berfungsi memantau area sekitar secara aktif saat melintasi jalanan padat.
Penggunaan sensor keselamatan aktif bukan sekadar gimmick pemasaran semata. Perangkat ini siap memperingatkan pengguna secara real-time saat ada kendaraan mendekat. Pendekatan rancang bangun tersebut sangat relevan untuk rute perkotaan yang minim jalur khusus sepeda. Keamanan kini jadi prioritas.
Deteksi Bahaya Real-Time dengan Radar LiDAR dan Millimeter-Wave
Pengintegrasian sistem penginderaan jarak jauh pada kendaraan roda dua merupakan langkah berani dari ADO. Modul LiDAR di bagian depan bekerja bahu-membahu bersama radar millimeter-wave. Keduanya terus memindai objek bergerak serta halangan di sekeliling sepeda. Respon sistem berlangsung instan.
Pengendara akan mendapatkan peringatan dini jika ada potensi bahaya dari arah depan maupun samping. Fitur ini memberi ruang ekstra bagi komuter untuk mengambil keputusan manuver secara aman. Mengarungi kemacetan jalan arteri kini terasa lebih terukur. Kehadirannya memangkas risiko benturan fatal secara signifikan.
Efisiensi Bafang H730 dan Transmisi Otomatis 3-Speed
Di balik rangka rampingnya, ADO membekali sepeda ini dengan dapur pacu yang efisien. Motor rear hub Bafang H730 menjadi jantung penggerak utama. Unit penggerak ini sanggup memproduksi torsi puncak hingga 50 Nm. Tenaganya terasa padat saat menanjak.
Sistem penggerak diperlengkap oleh dual-sided torque sensor yang sangat sensitif membaca hentakan pedal. Menariknya, sistem transmisi menggunakan internal gear hub 3-speed otomatis. Perpindahan gigi disesuaikan otomatis berdasarkan kecepatan dan kemiringan medan. Transmisi berpindah secara otomatis.
Sumber daya listrik dipasok oleh Baterai 374Wh yang ditempatkan secara tersembunyi. Posisi baterai menyatu secara rapi di dalam seatpost. Pendekatan ini menjaga estetika sepeda tetap bersih tanpa tonjolan baterai eksternal yang kaku.
Rancang Bangun Carbon Belt dan Ringkasnya Aksesibilitas Lipat
Aspek daya tahan dan kemudahan perawatan menjadi fokus penting berikutnya. ADO menanggalkan rantai besi konvensional dan menggantinya dengan Carbon Belt Drive. Penggunaan sabuk karbon ini membebaskan pengguna dari kewajiban melumasi rantai secara rutin. Bebas noda oli rantai.
Poin ini menjadi nilai tambah besar saat sepeda dilipat dan dimasukkan ke dalam bagasi mobil atau moda transportasi publik. Rangka lipat dan pedal yang fleksibel membuat ruang penyimpanan terdistribusi secara efisien. Roda berukuran 20 inci memberikan kepraktisan pengendalian di gang sempit tanpa mengorbankan stabilitas kecepatan.
Kenyamanan berkendara disempurnakan oleh garpu suspensi depan untuk meredam getaran jalan berlubang. Perlengkapan standar pabrikan pun tergolong lengkap. ADO menyertakan lampu depan-belakang, spatbor penuh, serta rak bagasi belakang berstandar MIK. Rak ini sanggup menampung muatan hingga 22 kg.
Menimbang Posisi ADO Air 20 LiDAR untuk Mobilisasi Harian
Bobot totalnya 22 kg. Ukuran tersebut tergolong wajar untuk sebuah sepeda lipat listrik berfitur komplit. Kehadiran perpaduan radar pintar, transmisi otomatis, dan pemindah daya bebas perawatan menjadikan ADO Air 20 LiDAR sebagai paket komuter harian yang sangat matang.
Meski spesifikasi teknis telah dibeberkan secara transparan, ADO belum mengumumkan jadwal rilis resmi maupun harga jualnya. Sebagai acuan komparasi, lini generasi sebelumnya yaitu ADO Air 20 Ultra 2026 dibanderol sekitar Rp38,9 jutaan (€1.899). Mengingat lompatan teknologi radar yang diusungnya, versi LiDAR ini diprediksi berada di rentang harga serupa atau sedikit di atasnya saat resmi dipasarkan nanti.