Bosgame resmi membuka kran pemesanan untuk mini PC flagship terbarunya, Bosgame M5 Max, sejak 3 November 2026. Mengusung prosesor AMD Ryzen AI Max+ PRO 495, perangkat ini dirancang khusus untuk pemrosesan kecerdasan buatan lokal tingkat lanjut tanpa harus mengandalkan server awan.
Perangkat berukuran ringkas ini dibanderol dengan harga promo perdana sebesar Rp109,7 jutaan ($6,199) untuk varian memori 192 GB dan penyimpanan SSD 2 TB. Harga tersebut menempatkan Bosgame M5 Max jauh lebih terjangkau dibanding para pesaing di kelas AMD Gorgon Halo pada segmen workstation AI 2026.
Kemampuan Ryzen AI Max+ PRO 495 dan Memori 192 GB
Prosesor AMD Ryzen AI Max+ PRO 495 menjadi dapur pacu utama perangkat ini. Cip ini mengemas 16 core CPU berarsitektur Zen 5, pengolah grafis terintegrasi Radeon 8065S, serta NPU dengan pemrosesan AI hingga 55 TOPS.
Penggunaan memori tersentralisasi (unified memory) sebesar RAM 192GB menjadi keunggulan paling mencolok. Sistem memungkinkan hingga 160 GB dialokasikan secara khusus untuk kebutuhan GPU. Alokasi raksasa ini sangat vital untuk mengeksekusi local LLM berkapasitas hingga 100 miliar parameter secara mandiri. Ini prestasi besar sasis mungil. Pengembang dapat menjalankan inferensi AI, virtualisasi, hingga integrasi sistem secara terus-menerus tanpa terkendala batas VRAM konvensional.
Efisiensi Harga Bosgame M5 Max Terhadap Pesaing Utama
Penetapan harga perdana Rp109,7 jutaan ($6,199) membuat Mini PC ini sangat kompetitif di segmen workstation mini. Perbedaannya cukup signifikan saat disandingkan dengan produk pesaing yang membawa spesifikasi identik.
Sebagai perbandingan, ACEMAGIC F9A dengan cip dan kapasitas RAM serupa dipasarkan seharga Rp118,6 jutaan ($6,699). Sementara itu, GMKtec EVO-X5 Pro dijual Rp120,3 jutaan ($6,799). Pesaing lain seperti Minisforum MS-S1 MAX-P495 bahkan menyentuh angka Rp131 jutaan ($7,399). Framework juga menawarkan versi DIY Ryzen AI Max+ Pro 495 tanpa penyimpanan seharga Rp120,3 jutaan ($6,799), atau versi rakitan utuh seharga Rp131,8 jutaan ($7,449). Penawaran awal Bosgame ini lebih murah sekitar Rp8,9 jutaan ($500) hingga Rp22,1 jutaan ($1,250) dibanding kompetitornya.
Konektivitas Melimpah dan Rekam Jejak Seri M5
Urusan konektivitas, Bosgame M5 Max menyajikan opsi I/O yang sangat mumpuni untuk kelas perangkat profesional. Perangkat ini dilengkapi dua port Ethernet 10Gbps, port OCuLink untuk ekspansi GPU eksternal, dua port USB4, serta dukungan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4. Sasis ini juga sudah mendukung sistem operasi Windows 11 dan Ubuntu.
Melihat generasi terdahulu, seri Bosgame M5 yang mengusung Ryzen AI Max+ 395 dan RAM 128 GB dipuji karena konsistensi performa saat beban kerja penuh. Sasisnya kokoh serta port I/O sangat melimpah. Namun, terdapat catatan teknis yang perlu diperhatikan. Generasi terdahulu tergolong sulit diperbaiki secara mandiri dan memiliki opsi pengaturan BIOS yang cukup terbatas.
Potensi Nilai Guna Bosgame M5 Max untuk AI Lokal
Bosgame M5 Max menawarkan rasio performa terhadap harga yang sangat menarik bagi praktisi AI dan pengembang perangkat lunak. Pemesanan gelombang pertama sudah dibuka dengan pengiriman lokal untuk wilayah AS, Inggris, dan Uni Eropa, sedangkan pasar lainnya dikirim langsung dari Tiongkok. Meskipun demikian, pihak produsen belum memberikan kepastian tanggal pengiriman resminya.
• Kelebihan Utama: Harga lebih murah hingga Rp22,1 jutaan ($1,250) dibanding pesaing sekelas, alokasi VRAM hingga 160 GB untuk local LLM 100B, keberadaan port OCuLink dan dual Ethernet 10Gbps.
• Catatan Pertimbangan: Kemudahan perbaikan mandiri diprediksi masih terbatas seperti generasi sebelumnya, serta kepastian jadwal pengiriman yang belum diumumkan.
