Pasar laptop berbasis ekosistem Google tampaknya siap memasuki era baru lewat kehadiran lini Googlebook. Berbeda dari Chromebook tradisional yang identik dengan perangkat terjangkau untuk kebutuhan sekolah atau harian ringan, lini Googlebook diposisikan sebagai perangkat kasta atas berkinerja tinggi. Salah satu produk awal yang bocor ke publik adalah laptop buatan ASUS dengan kode model CX9406.
Namun, informasi terbaru mengenai harga yang beredar dari salah satu peritel di Kanada justru memicu kejutan besar di kalangan konsumen. Bukannya dibanderol kompetitif, laptop pintar berbasis sistem operasi anyar dari Google ini justru dipatok dengan angka yang sangat tinggi untuk sebuah laptop kelas menengah awal.
Spesifikasi Kelas Menengah dengan Prosesor Intel Panther Lake
Berdasarkan data pendaftaran produk yang sempat tayang di situs peritel PC Canada, ASUS CX9406 Googlebook bakal ditenagai oleh prosesor Intel Core Ultra 5 325. Chipset dari keluarga Panther Lake ini mengusung konfigurasi 8-core yang diklaim menawarkan performa multi-core seimbang jika dibandingkan dengan Core Ultra 7 256V generasi Lunar Lake sebelumnya.
Unit ini disokong oleh memori RAM sebesar 16 GB serta penyimpanan internal berbentuk SSD berkapasitas 512 GB. Kombinasi perangkat keras ini pada dasarnya sangat mumpuni untuk menangani beban kerja harian hingga multitasking tingkat menengah. Menariknya, sistem operasi yang dijalankan bukan lagi ChromeOS standar, melainkan AluminiumOS yang berbasiskan Android. Penasaran utama para pengamat teknologi saat ini berpusat pada seberapa jauh kompatibilitas software AluminiumOS jika dibandingkan dengan sistem operasi desktop matang seperti Windows atau Linux.
Harga Tembus Rp22 Jutaan, Relevankah Bagi Konsumen?
Ganjalan terbesar dari bocoran ini terletak pada label harganya. Ritel PC Canada mendaftarkan varian entry-level ASUS CX9406 ini dengan harga CA$1.902,99 atau setara dengan Rp22,4 jutaan (sekitar $1.400). Angka ini tentu tergolong fantastis untuk sebuah laptop yang mengusung prosesor lini Core Ultra 5 dan OS berbasis Android.
Perlu diingat pula bahwa sebelumnya sempat beredar rumor keberadaan varian ASUS CX9406 yang lebih tinggi dengan opsi chipset Core Ultra 7 serta kapasitas RAM monster hingga 64 GB. Mengingat harga komponen memori DRAM dunia yang sedang melonjak drastis, harga varian tertinggi tersebut bisa dipastikan bakal makin meroket dan menyamai laptop profesional premium berbasis Windows atau MacBook Air.
Peluncuran Resmi Googlebook Makin Dekat
Meskipun harga yang bocor terlihat kurang ramah kantong bagi pencari efisiensi anggaran, strategi Google dan ASUS ini menandai pergeseran fokus. Google tampaknya ingin mengubah citra ekosistem laptop berbasis cloud/Android mereka dari sekadar perangkat murah menjadi alternatif komputer premium berdaya saing tinggi.
Kepastian mengenai harga resmi, jajaran lini produk dari vendor lain seperti Acer dan Lenovo, serta detail penuh kemampuan AluminiumOS diperkirakan baru akan terkuak pada acara pengumuman resmi Google yang dijadwalkan berlangsung pada 15 September mendatang di New York. Hingga saat itu, para pencinta teknologi disarankan untuk tetap bersikap realistis menanggapi bocoran harga ini.


