Pasar konsol genggam (handheld gaming) saat ini didominasi oleh perangkat Windows bertenaga besar yang sayangnya sering kali mengorbankan portabilitas dan daya tahan baterai. Lenovo mencoba mendobrak tren tersebut dengan memperkenalkan perangkat terbaru mereka yang berfokus pada ekosistem cloud, yaitu Lenovo Legion C700.
Berbeda dengan pendahulunya, Legion Go, yang mengandalkan pemrosesan lokal yang berat, Legion C700 dirancang khusus untuk cloud gaming dan streaming. Pendekatan ini memungkinkan Lenovo untuk memangkas ketebalan dan bobot perangkat secara signifikan, memberikan kenyamanan ekstra bagi para gamer yang gemar bermain dalam durasi lama tanpa merasa lelah.
Desain Tipis dan Ringan yang Menggebrak Pasar Handheld
Salah satu keluhan utama pengguna konsol genggam Windows saat ini adalah bobotnya yang berat dan bodinya yang tebal. Lenovo menjawab tantangan ini dengan merancang Legion C700 agar memiliki bobot hanya sekitar 556 gram dengan ketebalan 14,9 mm. Desain ini diklaim hampir 300 gram lebih ringan dibandingkan konsol genggam Windows konvensional yang ada di pasar saat ini.
Meskipun memiliki bodi yang sangat ramping, Lenovo tidak memangkas sektor visual. Perangkat ini dibekali dengan layar IPS LCD berukuran 7,82 inci yang sudah mendukung refresh rate tinggi 120Hz. Layar yang responsif dan mulus ini tentunya akan sangat memanjakan mata pengguna saat melakukan streaming game dengan frame rate tinggi.
Performa Cloud dan Optimalisasi Tencent START
Sebagai perangkat yang berfokus pada komputasi awan, Lenovo Legion C700 dipersiapkan untuk menjalankan game-game berat secara mulus lewat jaringan internet. Di pasar Tiongkok, perangkat ini dipastikan mendukung layanan cloud gaming Tencent START. Lenovo mengklaim game aksi populer seperti Black Myth: Wukong dapat dimainkan dengan lancar hingga 60 FPS dengan latensi ujung-ke-ujung (end-to-end latency) yang sangat rendah, yakni di bawah 10 milidetik.
Untuk mendukung pengalaman bermain yang mulus, Lenovo menyematkan perangkat lunak streaming khusus garapan mereka sendiri. Perangkat lunak ini dilengkapi dengan optimalisasi mendalam yang diklaim mampu membuat sensasi bermain game cloud terasa sangat responsif, mendekati pengalaman bermain game yang berjalan secara lokal di konsol standar. Pengguna juga mendapatkan fitur streaming sekali klik, serta mode streaming luring (offline) dan berkecepatan tinggi.
Kontrol Presisi Tinggi dan Daya Tahan Baterai 9 Jam
Sektor kontrol juga menjadi perhatian serius Lenovo pada Legion C700. Perangkat ini dilengkapi dengan joystick bersensor TMR (Tunneling Magnetoresistive) yang dirancang khusus untuk mencegah masalah drift, serta trigger linear berbasis teknologi Hall-effect yang sangat presisi. Seluruh tombol, termasuk D-pad omnidireksional, dua tombol belakang, dan dua tombol bahu, dapat dipetakan ulang sesuai preferensi pengguna melalui widget performa khusus.
Keunggulan lain dari absennya komponen pemrosesan lokal yang berat adalah efisiensi daya yang luar biasa. Lenovo membenamkan baterai berkapasitas besar 8.000 mAh yang diklaim mampu bertahan hingga 9 jam penggunaan dalam sekali pengisian daya penuh. Daya tahan baterai yang panjang ini tentu sangat ideal untuk aktivitas cloud streaming yang tidak membebani prosesor secara berlebihan. Detail mengenai harga resmi dan spesifikasi chipset dapur pacunya baru akan diumumkan secara lengkap pada acara peluncuran resminya tanggal 25 Agustus mendatang.



